
Kafe Tempat Sava Bekerja.
"Bukannya itu gadis di taman kemarin?", tanya Shadiq.
"Yoi, kan kemarin gue mesan minuman dari kafe ini", jawab Kenzie.
"Sepertinya dia baik-baik saja", lanjut Shadiq.
"Itu sikap profesional dia saja. Gue sering ngelihatnya termenung", sahut Kenzie.
"Hah? Lo sering lihat dia? Jadi lo sering ke sini? Pantas lo mengajak ke kafe ini", ucap Shadiq.
"Gue juga baru ke sininya. Tapi gue sering lihat dia si sekolah. Dia itu anak jurusan Desain Komunikasi Visual. Kemarin kita gak sengaja papasan pas mesan makanan di kantin. Gue liat bet namanya makanya gue tahu hehe", kata Kenzie.
"Hahaha tumben selera lo gini? Biasanya lo sok high class gitu", ucap Shadiq.
"Gue lagi pengen yang gemes-gemes. Waktu papasan di kantin di situ gue liat dia dari dekat. Kayaknya sih dia ingat gue soalnya pas kita papasan dia langsung panik. Lucu banget tau gak loh mukanya pas blushing gitu polos banget. Gemes gue. Makanya gue ajak ke sini habisnya gue gak pernah dia ke kantin lagi", kata Kenzie bak orang kasmaran, senyuman diwajahnya tak luntur sejak memasukin kafe.
Tiba-tiba Fariz yang sejak tadi diam yang hanya asik dengan ponselnya sendiri itu berdiri.
"Gue pergi dulu", katanya sambil mengambil kunci mobil Kenzie yang ada di atas meja.
"Bro jangan lama ya. Gue muak pantengin muka nih anak lama-lama", jawab Shadiq sambil menunjuk ke arah Kenzie dengan dagunya.
Fariz tidak menjawab dan pergi meninggalkan kafe.
"Huh apanya yang menarik dari gadis ceroboh itu. Apa stok wanita Kenzie menitipis sampai-sampai dia melirik gadis cereboh itu", batin Fariz.
__ADS_1
///
Sampailah Fariz di taman kota. Lalu mandatangi seorang wanita yang duduk di bangku taman. Wanita itu menggunakan masker dan topi.
"Ini sudah sore. Kenapa berpakaian seperti ini. Matahari tidak akan membakar kulitmu", ucap Fariz.
"Kenapa kamu lama sekali. Ke depannya aku akan sering berpakaian seperti ini. Kamu tau kan aku sudah mulai syuting proyek sinetron yang kemarin aku ceritakan", jawab wanita di sampingnya itu.
Fariz hanya menatapnya datar. Alasannya terlambat terlintas dipikirannya.
Biasanya begitu ia menemui teman-temannya ia akan langsung pergi. Ia hanya membutuhkan kunci mobil mereka saja. Karena ia masih belum diperbolehkan membawa mobil sendiri dan masih dalam pengawasan orang tuanya.
Tetapi ketika ia memasuki kafe ia menemukan calon istrinya sedang bekerja. Ia bermaksud hanya duduk sebentar tetapi sewaktu teman-temannya membicarakan istrinya ia putuskan untuk mendengarkan percakapan mereka.
Kemudian ia sadar kenapa ia mengambil kunci mobil Kenzie. Itu artinya Kenzie tidak akan pulang sampai ia kembali. Seharusnya ia mengambil kunci mobil Shadiq. Bisa-bisa Shadiq pulang dan meninggalkan Kenzie di kafe itu sendiri.
"Aku ada urusan dengan yang lain. Jadi ini juga aku harus cepat kembali. Mereka menungguku", jawab Fariz.
"Lain kali kita bertemu di tempat lain. Lebih baik tidak usah bertemu kalau keadaannya seperti ini. Aku bahkan tidak bisa menatap matamu", jawab Fariz pergi.
///
"Loh udah balik?", tanya Shadiq heran.
"Tadi nyuruh jangan lama", jawab Fariz.
"Ya gue gak nyangka aja secepat ini. Minuman gue aja belum habis", balas Shadiq.
__ADS_1
"Habis ini kita ngapain? Gak banget cuma nangkring di sini nemenin nih bocah", lanjutnya sambil menunjuk ke arah Kenzie.
"Gitu banget lo bro. Kalau gak kemana-mana mending di sini aja", jawab Kenzie.
"Kalau gitu gue pulang", Fariz berdiri hendak pergi.
"Sabar kenapa sih. Minuman kita juga belum habis ini", Kenzie mulai kesal.
Fariz kembali duduk lalu menatap arah calon istrinya.
Sava mulai salah tingkah saat Fariz kembali ke kafe tempat ia bekerja. Untung saja ia izin pulang cepat hari ini karena ada janji dengan orang suruhan calon ayah mertuanya.
Sava yang grogi tidak sanggup mengangkat kepalanya menatap ke depan saat berjalan ke arah pintu. Ia terus berjalan menunduk dan harus melewati meja calon suami dan kawan-kawannya itu untuk bisa keluar. Lalu Sava menubruk seseorang dihadapannya dan hampir terjatuh. Untung saja orang itu sigap menahan lengannya.
Ternyata seseorang itu kenalan Sava dan orang itu sengaja berdiri dihadapan Sava dengan maksud bercanda tetapi malah terjadi insiden kecil. Mereka bertegur sapa lalu meninggalkan kafe bersama-sama.
Melihat Sava menubruk seseorang refleks Kenzie dan Fariz berdiri.
"Apaan dah itu cowok pengan-pengan. Udah nabrak orang juga", ketus Kenzie.
"Kalian ngapain berdiri?" tanya Shadiq heran.
"Loh kok malah pergi? Ketawa-ketawa lagi", lanjut Kenzie tidak menghiraukan pertanyaan Shadiq.
"Gebetan barunya kali. Kasihan banget dah lo Zee, belum sempat beraksi udah diembat orang", ejek Shadiq melihat ke arah tatapan mata Kenzie.
"Sial!", kata Kenzie kesal lalu duduk kembali.
__ADS_1
Fariz merasa kedua sahabatnya menatapnya heran. "Gue balik, bye", ucapnya lalu pergi keluar kafe.
Di luar kafe ia mencari keberadaan calon istrinya. Karena tidak dapat menemukannya ia pun pergi.