The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 77


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


"Kita putus saja", ujar Fariz.


"Apa? Gak bisa gitu dong. Itu cuma gosip. Kan sudah aku jelasin aku sengaja dekatin dia biar popularitas ku meningkat", jawab Amel.


"Lebih baik kita putus. Lebih baik kamu fokus ke dunia hiburan mu. Itu cara terbaik. Kita bahkan jarang bertemu. Aku juga sedang gak mau berurusan dengan siapapun. Aku mau fokus ke ujian akhirku", jelas Fariz.


"Apa gak ada cara lain menyelesaikan masalah ini? Aku tahu kamu sedang fokus ke ujian aku juga masih di kejar sama kerjaanku yang sedang kejar tayang. Kalau kamu sudah selesai ujian dan sinetron ku tamat kita masih bisa kembali seperti dulu", kata Amel.


"Gak akan bisa seperti dulu lagi. Untuk bertemu saja kita harus bersembunyi-sembunyi", balas Fariz.


"Dan lagi. Lama kelamaan perasaanku padamu mulai memudar", lanjut Fariz.


"Tapi jangan putus plisss. Atau kita break saja gimana? Aku tahu perasaanmu ini hanya sementara. Kamu hanya cemburukan", ucap Amel.


Fariz memicingkan matanya lalu pergi meninggalkan Amel.


"Fariz. Fariz", teriak Amel.


"Aku gak terima putus. Aku harus cari cara agar Fariz balik ke aku", gumam Amel.


///


Keesokan harinya.


"Ini cewek ganjen banget sih", gumam Rania.


"Siapa yang ganjen?", tanya Tika.


"Hah? Iya ini lihat cewek Fariz", jawab Rania menyodorkan ponselnya ke Tika.


"Bukannya kemarin mereka ngebantah gosip pacaran?", tanya Tika.


"Iya katanya gitu tapi sekarang foto-foto kedekatan mereka tersebar", jawab Rania.


"Duh ganjen. Dia itu sebenarnya pacar siapa sih. Semua di sosor", sahut Tika.


"Menurut kalian dia pacar siapa?", tanya Sava.


"Gak pacar siapa-siapa. Dia cuma cewek ganjen yang dekat-dekat sama cowok cakep", jawab Tika.


"Begitu ya", gumam Sava.


"Kasihan Fariz, pacarnya selingkuh seperti ini. Tapi semenjak aku cuti kursus aku gak pernah melihatnya ke luar rumah. Paling cuma pulang sekolah lebih lama dari ku. Apa mereka putus? Tapi kemarin aku melihatnya ke luar dari sebuah mobil di depan gerbang", batin Sava.


"Ah palingan mereka bertengkar biasa", gumam Sava sambil menggelengkan kepalanya.


"Siapa yang bertengkar?", tanya Rania.


"Hah? Bertengkar? Sava? Sama suami lo?", sahut Tika.


"Apa? Gak. Maksudku kalau itu ceweknya Fariz pasti mereka bertengkar karena gosip ini", jawab Sava.


"Langsung putusin sekalian", ucap Tika.


"Kalian ini bahas gosip mulu. Bahas pelajaran sekali-kali", sahut Kanaya.


"Duh mulai deh. Kepala gue pusing kalau bahas pelajaran mulu. Kasih asupan gosip sedikit-sedikit", balas Tika.


"Aduuh Tika. Asupan gosip apaan", jawab Kanaya.


"Sudah-sudah. Ke kantin yuk", sahut Rania.

__ADS_1


Sementara itu Fariz terus mendapat panggilan dari Amel.


"Ponsel lo bergetar terus. Gak diangkat?", tanya Shadiq.


Fariz tetap diam.


"Dari Amel", ucap Kenzie setelah melirik ponsel Fariz.


"Mungkin mau jelasin gosip itu lagi", ucap Shadiq.


"Kalau gue mah tinggal aja. Ya kali cewek gue dekat-dekat cowok lain gitu", ucap Kenzie.


"Dengarin penjelasannya dulu", balas Shadiq.


"Fariz ganteng. Kaya. Dapatin cewek gampang. Ditinggal 1 yang datang 1000", ujar Kenzie.


"Kamu jangan makin pusingin Fariz. Kita mending ke kantin saja", sahut Shadiq menarik tangan Kenzie dan Fariz.


"Lo duduk. Kita yang pesanin makanan", ucap Shadiq begitu mereka sampai di kantin.


"Eh Kenzie", panggil Tika saat ia dan Rania sedang mengantri ingin memesan makanan di kantin.


Kenzie hanya tersenyum nyengir.


"Sombong banget deh sekarang. Gak mau temanan sama kita lagi nih", ujar Tika.


"Apa kabar kalian? Kapan-kapan main bareng yuk", sahut Shadiq di sebelah Kenzie.


"Boleh. Boleh. Kapan?", balas Tika.


"Hari minggu setelah selesai ujian akhir gimana?", ucap Shadiq.


"Setuju", sahut Rania.


"Oke selamat ujian ya buat kita", kata Shadiq.


"Boleh juga tuh. Jadi gue gak jadi tukang pos lagi. Melapor sana melapor sini", sahut Tika.


"Oke selamat ujian ya buat kita", kata Shadiq.


"Iya semoga kita semua lulus", sahut Rania.


///


Hubungan Sava dan Fariz menunjukkan sedikit kemajuan. Di mana mereka mulai banyak komunikasi satu sama lain hingga belajar bersama, serta makan bersama hingga ujian berlangsung.


"Kenapa kamu ada di sini?", tanya Fariz.


"Anda diminta untuk segera pulang tuan", jawab Hamdan.


"Ada apa?", balas Fariz.


"Saya tidak tahu tuan. Sebaiknya anda langsung pulang", jawab Hamdan.


"Dia juga?", tanya Fariz.


"Dia siapa tuan?", jawab Hamdan.


Fariz memperhatikan sekelilingnya lalu berbisik, "Sava".


"Iya tuan. Tuan dan nona di suruh segera pulang", ucap Hamdan


Fariz akhirnya pulang dan mobil Sava tepat di depannya.

__ADS_1


"Akhirnya kalian pulang. Bagaimana ujiannya?", ujar bunda Fariz.


Ternyata ayah, bunda, nenek dan Farhan berada di rumah mereka.


Sava dan Fariz saling bertatapan heran kenapa semua orang ada di sini.


"Ada apa bun? Kenapa semuanya di sini?", tanya Fariz heran.


"Kalian kan sudah sibuk ujian. Pasti stres kan mikirin ujian. Jadi bunda mau bawa kalian refreshing. Mau kan?", jawab bunda Fariz.


Terukir sebuah senyuman di wajah Sava. Lalu ia menatap Fariz. Fariz tidak bisa menolak melihat Sava begitu senang mendengar ajakan bundanya.


"Ya sudah", sahut Fariz.


"Ya sudah yuk kita berangkat", ucap bunda Fariz.


"Tapi kita belum berkemas ataupun ganti baju bun", balas Fariz.


"Sudah beres. Ayuk", kata bunda sambil mendorong Sava dan Fariz masuk ke mobil.


"Beres gimana?", tanya Fariz.


"Sudah bunda siapin", jawab bunda Fariz.


"Apa yang bunda siapin", tanya Fariz lagi.


"Kamu ini ya. Banyak pertanyaan", jawab bundanya sambil menarik tubuh Fariz sedikit menjauh dari Sava.


"Pokoknya nanti kamu senang deh. Bunda tahu apa yang kamu pendam-pendam selama ini. Tapi kamu jangan memaksa Sava. Ingat lakukan dengan rasa cinta", bisik bundanya.


"Memaksa Sava? Maksud bunda?", tanya Fariz heran.


"Ssttt. Pokoknya kamu ikut saja", kata bunda Fariz.


"Kita mau ke mana?", tanya Sava ke Deshi yang duduk di depannya.


"Nona bisa lihat nanti", jawab Deshi.


"Menurutmu kita mau ke mana?", tanya Sava ke Fariz.


"Mana aku tahu", jawab Fariz.


"Tadi kamu berbisik-bisik dengan bunda. Apa yang kalian bicarakan?", balas Sava.


"Aku juga gak tahu bunda bicara apa", jawab Fariz.


"Hah? Dasar aneh", lirih Sava.


"Kenapa perasaanku gak enak? Jantungku terus berdegup kencang", batin Fariz.


***************************************


Visual Pemain The Beauty Of Marriage


Kenzie as Jang Dong Yoon



Di drama terakhir yang di perankan Jang Dong Yoon buat author terinspirasi sama karakter Kenzie yang blak-blakan. Bagi pembaca yang sudah menonton dramanya pasti akan tahu seperti apa perannya.


Shadiq as Ro Woon SF9


__ADS_1


Shadiq yang lebih dewasa dan tenang diantara ketiga geng cogan cocok dengan karakter Ro Woon di drama yang author tonton.


__ADS_2