The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 16


__ADS_3

Dalam Kamar Fariz


Setelah membersihkan tubuh Fariz memainkan ponselnya dan duduk dipinggir ranjang.


Ada pesan dari gengnya.


Grup "Pria Idaman 😎"


**Kenzie


"Hei hei lagi ngapain lo pada? "


Shadiq


"Berisik!"


Kenzie


"Kejamnya dikau padaku 😩"


"Sebentar lagi sahabat kalian nan ganteng mempesona ini akan berulang tahun"


"Jangan lupa siapkan kado istimewa 😘"


Shadiq


"Gue beliin dah kue dari kafe tadi biar lo senang"


"Gue siapin yang spesial buat lo"


"Karena yang ngantarnya nanti cewek tadi"


"Senang kan lo cumi!"


Kenzie


"Luph luph 1000x"


"Shadiq paling the best"


"muah muah muah"


"wkwkwkwk"


Shadiq


"Najis!!! Nyesal dah gue"


Kenzie


"Gue tunggu hadiahnya 😘"


"Fariz mana nih? "


"Fariz"


"Siapin hadiah buat gue"


"Gak mau tau"


"Gue mau yang mahal"


"wkwkwk*"


"Sikunyuk ini heboh mau ulang tahun. Dasar bocah, masih ngarepin hadiah", batin Fariz. Akhirnya ia membalas pesan grup itu.


 


*Me


"Sebutin mau lo apa*"


 


*Kenzie


"Serius? Demi apa? "


"Terharu gue"

__ADS_1


"Hmmmm tapi apa ya?"


"Gue pikirin dulu"


"Oiya gaes bagus party di mana? "


"Gue pengen ngundang calon pacar gue"


"Tapi berasa aneh gak dia nanti? "


"Kita kan belum kenalan"


Shadiq


"Ngaku-ngakunya calon pacar"


"Ingat woi dia tadi bareng cowok"


Kenzie


"Gue yakin itu bukan pacarnya"


Shadiq


"Sok tau lo"


"Hati-hati bro"


"Digebukin pacarnya baru tau rasa"


Kenzie


"Yakin 1000000%"


"Polos gitu anaknya"


"Udah deh pokoknya bantuin gue*"


 


*Me


"Buat Party di kafenya*"


 


*Kenzie


"Super sekali"


"Hahahah"


"Kok gue gak kepikiran sampe situ"


"Oke deh. Besok temenin ke kafe ya"


Shadiq


"Gak janji"


Kenzie


"Harus! Gak mau tau"


"Pulang sekolah gue seret lo pada"


"Sekarang bantuin gue nyusun rencana*"


Fariz berkutat dengan pikirannya. Ia menyusun rencana. Tapi bukan rencana ulang tahun sahabatnya Kenzie. Melainkan rencana menggagalkan kencan calon istrinya itu.


 


*Me


"Adain sabtu sore"


 


Kenzie

__ADS_1


"Kok sabtu?"


"Ultah gue kan jumat"


Shadiq


"Gini nih"


"Gimana mau jadian coba"


"Jumat kita sekolah cumi"


"Emang mau acara lo malam? "


"Jelas tu cewek gak bakalan datang"


"Lo yang bilang sendiri dia polos"


"Pasti gak bisa pulang lama"


"Lagiankan cuma party"


"Gak harus ngerayain di hari H lo"


Kenzie


"Oh gitu hehehe"


"Terus gue ngundangnya gimana?"


Shadiq


"Gak perlu"


"Tujuan lo apa ngerayain di kafenya?"


"Biar dia hadirkan? "


"Dia kan kerja di situ ya pasti hadir"


Kenzie


"Oh iya yah. Hehehe"


Shadiq


"Untuk keperluan acara biar pihak mereka aja yang ngatur"


"Jangan ngerepotin kita nanti"


Kenzie


"Okee"


Fariz meletakkan ponselnya di atas nakas samping tempat tidurnya. Kemudian ia membaringkan tubuhnya dan siap untuk tidur.


"Sikunyuk ini ada gunanya juga", batin Fariz sambil tertawa penuh kemenangan.


///


Pulang sekolah Sava langsung ke kafe tempat ia bekerja.


Ia terkejut menemukan geng cogan sekolahnya sudah berada dalam kafe.


"Kenapa mereka datang lagi", lirih Sava.


Setelah Sava selesai menganti seragamnya. Ia melihat bosnya sedang berbicara dengan mereka.


///


"Saya ingin mengadakan party ulang tahun saya sabtu sore nanti", ucap Kenzie.


"Baik mas. Saya akan aturkan", jawab bos Sava.


"Tapi saya mau gadis itu yang membawa kue ulang tahunku nanti", ucap Kenzie sambil menunjuk ke arag Sava dengan dagunya.


"Maksudnya Sava? Dia hanya bekerja setiap senin sampai jumat mas", jawab bos Sava.


Kenzie menatap Fariz tajam. Ia menyalahkan ide Fariz itu.

__ADS_1


"Apakah anda memiliki cukup pegawai untuk acara ini? Dia pegawai kafe ini. Sudah sewajarnya ia harus hadir saat situasi kafe membutuhkannya", jelas Fariz.


"Saya akan tanyakan Sava apa dia bersedia", jawab bos Sava.


__ADS_2