The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 92


__ADS_3

"Aku sudah menurutimu. Sudah ke apotek, makan dan minum obat. Jadi sekarang ayo kita tidur", ujar Fariz.


Sava merebahkan tubuhnya di samping Fariz tetapi memunggungginya. Fariz menarik tubuh Sava menghadapnya. Sekarang mereka saling bertatapan.


Sava langsung menutup matanya lalu berkata, "Tidurlah. Senin besok kita masih harus masuk sekolah".


Fariz tersenyum lalu menarik Sava dalam kedakapannya.


"Jangan mendekapku seperti itu. Bagaimana aku bisa bangun nanti", ujar Sava.


Fariz melonggarkan pelukannya.


Setelah memastikan Fariz tertidur, Sava bangun dan merawat Fariz. Ia mengompres tubuh Fariz serta mengecek suhu tubuhnya secara berkala sambil mengerjakan pekerjaannya. Hingga malam menjelang Sava membangunkan Fariz untuk makan dan minum obat.


Pagi hari Fariz bangun sangat cepat. Ia tersenyum saat bangun wajah istrinya lah yang pertama kali dilihatnya.


Fariz mengelus-elus puncak kepala Sava sambil menatap wajah Sava.


Fariz mendekatkan bibirnya ke kening Sava lalu mengecupnya. Setelah dipastikan Sava masih terlelap Fariz melanjutkan aksinya. Ia mengecup setiap inci wajah Sava. Hanya bibir Sava yang belum di sentuhnya.


"Ini akibatnya kenapa kamu cegukan di saat gak tepat", batin Fariz lalu mengecup lama di bibir Sava.


Jantung Fariz berdegup kencang.


"Ya tuhan. Hanya sebuah kecupan kenapa jantungku seperti ini", batin Fariz.


Sava menggeliat dalam tidurnya. Fariz mendadak panik. Bagaimana kalau Sava tahu ia menciumnya dalam keadaan tidur. Pasti akan dimaki habis-habisan dia.


Fariz malah tersenyum penuh kemenangan saat Sava memeluknya. Bukannya bangun, Sava malah memeluk Fariz.


"Lihatkan. Di alam bawah sadarmu saja mengakui kamu gak bisa jauh dariku", batin Fariz membalas pelukan Sava.


Fariz terus menatap wajah Sava sampai Sava terbangun.


Sava membuka mata dan melihat Fariz ada di hadapannya. Sava kembali menutup mata lalu berbalik badan.


Fariz tertawa melihat tingkah lucu istinya.


"Kenapa malah berbalik badan? Kamu gak mau menatap suamimu? Pemandangan seperti ini akan setiap hari kamu temui", ucap Fariz menggoda Sava.


Sava malu, ia beranjak dari tempat tidur meninggalkan Fariz.


Fariz masih meminum obatnya atas perintah Sava. Akibatnya Fariz terus tertidur.


Di malam hari Sava sedang menonton televisi. Hatinya tiba-tiba sakit melihat berita di televisi. Sebuah berita datang dari artis yang ia ketahui merupakan pacar suaminya.


Di katakan dalam berita bahwa Amel menolak gosip yang menerpanya dekat dengan artis lain dengan memberikan klarifikasi bahwa ia memiliki kekasih. Foto Amel dan Fariz tersebar walau wajah Fariz diblur.


Ingin rasanya Sava menangis tetapi cepat-cepat ia tepiskan perasaan sedihnya karena Fariz ke luar dari kamar. Sava tak ingin terlihat rapuh di depan Fariz.


Sava langsung mematikan televisi yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Kamu di situ? Sedang menonton apa?", tanya Fariz.


"Kamu kenapa ke luar? Kamu lapar? Kita makan malam ya", sahut Sava.


Setelah selesai makan Sava masuk ke kamar lebih dulu. Tak lama kemudian Fariz menyusul.


"Kamu mengantuk? Kita baru saja selesai makan", ucap Fariz.


Sava membalas dengan anggukan. Fariz ikut tidur dengan memeluk Sava dari belakang.


///


Keesokan harinya, hari di mana mereka harus ke sekolah walau tidak belajar hanya mengurus beberapa keperluan dan menyerahkan tugas akhir mereka yang akan diakui sebagai hasil karya lulusan alumni sekolah Panca Budi yang publis untuk umum.


Fariz tidak menemukan Sava sejak ia membuka mata di hari ini.


"Fariz. Fariz", teriak bunda Fariz.


Bunda Fariz beserta Farhan datang mencarinya.


"Di mana Sava?", tanya Bunda Fariz.


"Mungkin sudah berangkat ke sekolah", jawab Fariz.


"Mungkin? Ini jam berapa? Kenapa Sava sudah pergi ke sekolah pagi-pagi sekali?", balas bundanya mulai emosi.


Fariz menggerakkan bahunya.


"Bunda yakin Sava sudah tahu berita ini. Siapa dia Fariz? Kenapa dia mengatakan kalau kamu pacarnya?", tanya bundanya.


"Apa? Gosip dari mana ini?", sahut Fariz.


"Dia bukan pacarmu itu? Di sini dikatakannya pacar dari artis ini adalah salah satu pewaris Monang Grup. Gak mungkin kakak. Kakak gak kenal dia", ucap Farhan.


"Berengsek. Kenapa sampai informasi pribadi dipublikasi begini", jawab Fariz.


"Jadi benar? Dia pacarmu?", tanya bundanya lagi.


"Kami sudah putus", jawab Fariz.


"Lalu berita ini apa? Dalam foto ini kamu kan?", balas bunda.


"Iya tapi foto yang sudah sangat lama. Kami sudah putus bunda. Fariz sudah putusin dia. Fariz juga sudah jujur ke dia kalau Fariz sudah menikah dengan Sava", jelas Fariz.


"Tapi diberitakan kemarin kalau artis ini memiliki pacar dan foto pacarnya itu kamu. Lalu mereka melakukan penyelidikan dan pagi ini memberitakan kalau pacar dari artis ini adalah pewaris Monang Grup", jelas Farhan.


"Ini hanya akal-akalannya saja. Bunda harus bertindak. Kamu jaga Sava jangan sampai ia terluka", ucap bundanya.


"Iya bun. Fariz berangkat sekolah dulu", sahut Fariz.


Selama di sekolah Fariz terus menghubungi Sava tetapi tidak ada balasan. Di kantin juga Fariz tidak menemukan Sava. Karena mereka tidak belajar jadi aktivitas selama di sekolah bebas.

__ADS_1


"Sava, lo kenapa? Pucat banget. Dari tadi lo juga bersin-bersin", ujar Rania.


"Sepertinya aku mau flu. Kepalaku juga pusing dan perutku melilit", jawab Sava.


"Mending lo pulang deh. Istirahat. Jangan di tahan gitu. Lagian kita kan waktunya bebas. Gak belajar. Pulang saja", sahut Tika.


"Nanti saja. Kalau aku gak tahan aku akan pulang", jawab Sava.


Sava membenamkan wajahnya di atas meja berbantalkan tas. Tak berapa lama ia meraih ponselnya lalu mengirim Deshi pesan untuk menjemputnya.


"Deshi jemput aku ke sekolah segera. Aku gak enak badan"


"Aku ke piket dulu ya mau permisi pulang", ujar Sava ke sahabat-sahabatnya.


"Mau kita temanin gak?", tanya Rania.


Sava menggeleng lalu pergi.


Tika memperhatikan Sava sampai tak terlihat. Kemudian Tika mengecek isi laci Sava. Setelah yang dicari ditemukan Tika tersenyum bangga.


"Gue mau geladah isi ponsel Sava", ujar Tika mengeluarkan ponsel Sava dari laci.


"Lo tahu kata sandinya?", tanya Rania.


"Sudah lama gue tahu. Sewaktu gue lirik nama kontak suaminya 'My Hubby', tapi gue gak ada kesempatan buat geledah ponsel Sava. Padahal gue minta sekamar sama Sava sewaktu di villa Shadiq. Guenya malah sakit. Gagal deh", jawab Tika.


"Kalau punya niat jahat gitu. Dihukum tuhan", ujar Kanaya.


"Awas ya lo ikut-ikutan lihat penasaran sama suami Sava", balas Tika.


Kanaya berdehem.


"Buka apa pertama ini?", tanya Tika.


"Galery", sahut Rania dan Kanaya bersamaan.


Bagitu galery dibuka muncullah foto seorang yang sangat dikenal mereka.


"Hah? Fariz?", ucap Tika, Rania dan Kanaya kompak.


*****************************************


Jangan lupa votenya 🙏🙏🙏🙏🙏


Jadikan The Beauty Of Marriage masuk ke daftar pemenang.


Author akan kasih hadiah up gila-gilaan


😊😊😊


Maafkan keinginan author ini. Author pengen gitu sekali-kali karya author masuk ke daftar pemenang, jadi author tambah semangat nulisnya 😄

__ADS_1


__ADS_2