The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 63


__ADS_3

Sava terbangun saat Rafif menutup bagasi. Tidurnya terusik akibat bunyi keras yang dihasilkan oleh Rafif.


"Eh sudah bangun tuan putri", ucap Rafif.


"Apaan sih kak", sahut Sava.


"Gak usah masuk. Kalian langsung pulang kata Fariz. Dia cuma mengambil barang kalian", jelas Rafif.


"Nah itu orangnya datang", lanjut Rafif sambil menunjuk arah pintu rumah. Terlihat Fariz bersama papa dan mama Sava.


"Kami pulang ya ma, pa", kata Fariz sambil menyium punggung tangan mertuanya.


Sava juga melakukan hal yang sama dan berkata, "Sava balik ya. Kapan-kapan main ke sini lagi".


"Hati-hati di jalan ya", sahut papa dan mama Sava.


Saat dalam perjalanan pulang ke rumah mereka Fariz terus mencuri-curi pandang Sava. Tidak tahan dengan ketegangan yang ada ia akhirnya buka suara, "Kamu itu kenapa? Aku kan sudah minta maaf".


"Iya aku gapapa. Kamu fokus nyetir saja", ujar Sava.


"Terus kenapa kamu menghindariku", tanya Fariz.


"Cuma lagi sensitif. Gak usah perdulikan aku", jawab Sava.


"Aku sudah bilang jangan mengacuhkanku", tegas Fariz.


"Suka suka ku mau gimana", sahut Sava.


"Perjanjiannya kamu gak boleh mengacuhkanku", ujar Fariz.


"Perjanjian apa? Itu hanya berlaku saat itu. Kenapa kamu jadi menagihnya sekarang", ucap Sava.


"Aku bilang jangan pernah mengacuhkanku. Itu perjanjiannya", kata Fariz dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.


"Berengsek. Jadi kamu meminta selamanya aku gak boleh mengacuhkanmu? Jadi kamu boleh mengacuhkan ku? Begitu? Lupakan perjanjian konyolmu", kata Sava tidak mau kalah.


"Siapa yang mengacuhkanmu? Siapa di sini yang menghindar dari ku? Kamu mengacuhkanku. Kamu mengingkari janjimu", sahut Fariz.


"Aku sudah menuruti permintaanmu. Di awal perjanjian kamu tidak mengatakan permintaanmu itu berlaku untuk selamanya", jelas Sava.


"Baik. Lupakan permintaan pertamaku. Tunggu saja permintaan keduaku. Akan ku buat hitam di atas putih agar kamu gak ada alasan mengelak lagi", kata Fariz.


"Silahkan. Asal tidak melibatkan materi dan fisik", ucap Sava.


"Tunggu saja", jawab Fariz.


///

__ADS_1


Aktivitas Sava dan Fariz kembali seperti semula.


Pagi ini Sava diserang berbagai pertanyaan dari sahabat-sahabatnya soal foto di sosial media Sava.


"Orangnya sudah datang. Belakangan ini lo agak siangan terus datang ke sekolah ya. Biasanya kan lo penghuni pertama kelas ini", ujar Rania.


"Apaan sih Rania. Sava kan sudah menikah ya mengurus suami dulu dong. Peluk-peluk dulu sebelum berangkat sekolah", balas Tika menggoda Sava.


"Hah? Siapa yang peluk-peluk", sahut Sava.


"Sudah bel. Nanti saja godain Savanya", ucap Kanaya.


///


Semenjak gosip Sava tidak pernah makan di kantin karena tidak ada uang sekarang Sava ikut sahabatnya makan di kantin setiap hari. Hal itu menjadikan Sava dan Fariz berpapasan setiap hari di sekolah.


"Sava tiap hari ke kantin. Kata lo dia bawa bekal", ujar Shadiq.


"Gak tahu ah. Gue lagi mencoba lupain dia. Sekarang malah muncul di kantin tiap hari", balas Kenzie.


"Berarti tuduhan lo soal suami Sava gak menafkahinya salah", sahut Shadiq.


Kenzie menatap Shadiq tajam dan berkata, "Bisa gak jangan sebut-sebut suami istri dan pernikahan dulu. Masih sensian gue".


"Kalau gini terus kapan berubahnya. Terima kenyataan bro", kata Shadiq.


"Eh lo kemarin ke villa gue sama keluarga Amel?", tanya Shadiq.


Fariz tidak menjawab ia hanya menatap Shadiq dengan mengerutkan keningnya. Shadiq pikir itu pertanda Fariz menanyakan bagaimana ia mengetahuinya.


"Penjaga villa yang mengatakannya padaku. Katanya lo datang bareng keluarga soalnya ada ibu-ibu dan bapak-bapak juga. Gue kira keluarga lo tapi setelah lihat foto di sosial media lo ada cewek di sebelah lo. Makanya gue tahu lo ke sana bareng keluarga Amel", jelas Shadiq.


"Tapi gue herannya lihat sosial media Amel dia lagi syuting. Kali aja alibi doang ya. Hmm gak ngerti gue kehidupan artis", lanjutnya.


Tiba-tiba saja Kenzie berdiri dan berkata, "Gue balik kelas".


Fariz pun mengikutinya. Sepertinya Fariz menghindari pembicaraan Shadiq tadi.


Karena tidak mau sendirian Shadiq pun ikut berdiri.


Sedangkan di meja Sava dan sahabat-sahabatnya sedang menggoda Sava tentang suaminya.


"Sabtu kemarin lo habis peluk-peluk suami lo kan? ", tanya Tika.


"Ba. Bagaimana kalian tahu", sahut Sava gugup karena ia takut ada yang melihatnya dengan Fariz berpelukan.


"Kok malah nanya? Kan lo pamer peluk-pelukan di sosial media. Kita komen malah gak ada respon. Maklum deh kita lagi mesra-mesraan. Makanya gak ganggu lo. Kita sabar nunggu cerita hari ini", ucap Tika.

__ADS_1


"Hah?", sahut Sava heran sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku roknya.


"Kenapa reaksi Sava gini sih", lirih Tika ke Rania dan Kanaya.


Sava mencek ponselnya. Lebih tepatnya sosial medianya.


"Ah pasti ulah kak Rafif", batinnya.


Sava menzoom fotonya apakah Fariz dapat dikenali.


"Suami lo ganteng kan Va", ujar Rania.


Sava membulatkan matanya sambil terus menzoom foto mereka. Hanya punggung mereka yang kelihatan jadi bagaimana sahabatnya menilai kalau suaminya itu tampan.


"Kalian habis dari pantaikan?", ujar Rania.


"Siapa yang dari pantai?", sahut Shadiq tiba-tiba saja menghampiri meja mereka.


"Tumben lo nyamperin kita", balas Tika.


"Gak boleh ya gue ke sini?", ucap Shadiq.


"Boleh kok. Cuma heran. Teman lo si Kenzie itu gak pernah nyamperin kita semenjak tahu Sava sudah menikah. Kita kirain lo bakalan ikut-ikutan jauhin kita", jelas Tika.


"Haha Kenzie kekanak-kanakan. Nanti juga kembali. Tenang saja. Dia gak benci kalian kok cuma sedang menata hatinya", balas Shadiq.


"Huh. Playboy sok menata hati", lirih Kanaya yang akhirnya mendapat tatapan tajam.


Shadiq berdehem agar suasana tidak menegangkan sambil berkata, "Sudah-sudah. Kenzie memang playboy tapi dia gak pernah bermain 2 atau lebih sekaligus".


"Tadi gue dengar ada yang habis liburan ke pantai ya?", lanjutnya.


"Oh itu Sava. Gue lihat di sosial media kakaknya foto keluarga mereka dan foto kakaknya sedang di pantai. Jadi aku menebak kalau mereka habis dari pantai", jelas Rania.


"Ada suami Sava? Mana lihat dong. Lo kok gak cerita-cerita sih Ra? Kita kan penasaran", sahut Tika.


Rania menunjukkan sosial media kakaknya Sava. Sava panik bagaimana kalau Shadiq melihatnya dan mengenali Fariz. Sava akhirnya merampas ponsel Rania.


"Kok diambil sih", ujar Tika kecewa tidak dapat melihat foto suami Sava.


Sava mengkode ada Shadiq dan tidak ingin Shadiq melihatnya. Kanaya pun angkat bicara, "Lo ngapain di sini? Kami sedang membahas masalah pribadi di sini. Atau lo sengaja jadi mata-matanya Kenzie?".


"Hah? Gak kok. Gue cuma mau berteman. Tapi karena kalian sedang dalam pembahasan yang gak boleh gue tahu jadi gue cabut dulu", kata Shadiq kemudian pergi meninggalkan kantin.


"Bagus dia nyadar", sahut Kanaya.


"Eh Va mana fotonya", ujar Tika penasaran.

__ADS_1


__ADS_2