The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 43


__ADS_3

Sava selalu berangkat sekolah pagi-pagi sekali, di rumah Sava mengurung diri di kamar. Fariz sampai menanyakan jadwal Sava ke asistennya. Ia akhirnya tahu Sava memiliki beberapa kursus.


Pernah suatu malam Fariz menunggu Sava agar ia dapat melihat istrinya itu. Tapi apa yang ia dapatkan, ia hanya dapat melihat punggung Sava.


Sava membawa makanannya ke dalam kamar. Bahkan Sava membawa air minum dalam ukuran besar. Pantas saja Sava tidak pernah keluar kamar.


Fariz sudah menyetel alarm agar ia bangun pagi. Karena hari libur ia biasanya bangun kesiangan. Dan di hari libur bi Ijah tidak masuk kerja. Jadi Sava yang akan membereskan rumah serta memasak. Minggu lalu Fariz bangun kesiangan ia mendapati keadaan rumah sudah bersih lengkap dengan makanan di atas meja makan. Dan Fariz tidak menemukan Sava di situ. Maka dari itu besok ia merencanakan akan bangun pagi.


///


Fariz bangun jam 7 pagi. Ia mencari Sava ke setiap sudut rumah. Ia tidak menemukan Sava.


"Gadis itu bangun jam berapa sih? Jam 7 begini kerjaan sudah beres", lirih Fariz.

__ADS_1


Satu-satunya tempat yang belum diperiksa Fariz adalah kamar Sava. Tapi bagaimana caranya ia memeriksa kamar itu apakah Sava ada di dalam atau tidak. Bisa saja dia masuk tapi bagaimana kalau Sava ada di dalam, akan sangat aneh nantinya.


Tidak ada ide apapun dipikiran Fariz akhinya ia menempelkan telinganya ke pintu kamar Sava. Dengan cara itu mungkin ia bisa mengetahui apakah Sava ada di dalam atau tidak.


Ceklek


"Sedang apa kau?", tanya Sava heran melihat suaminya di depan pintu kamar miliknya.


"Hah? Aku. Aku lapar. Aku tadi mau memanggilmu. Ku kira kau sedang tidur. Kenapa cuma ada roti? Aku tidak akan kenyang hanya dengan roti saja. Cepat buatkan aku nasi", ucap Fariz.


"Kenapa diam? Kau akan terus mengabaikanku? Membiarkan suamimu kelaparan?", ujar Fariz.


"Saat sedang lapar baru sadar aku mengabaikannya. Di kulkas tidak ada bahan makanan apapun. Sepertinya bi Ijah lupa berbelanja. Kalau aku belanja makanan pakai uangku sendiri bisa terkuras habis tabunganku. Tapi tidak mungkin aku meminta uang ke pria es ini. Kemarin dia bahkan mengataiku wanita matre. Apa lagi yang akan diucapkannya kalau aku meminta uang nanti. Tidak ada pilihan aku harus mengalah. Aku hanya perlu membeli bahan makanan untuk hari ini saja. Besok aku akan mengingatkan Bi Ijah untuk jangan lupa berbelanja setiap jumat", batin Sava.

__ADS_1


"Tidak ada apapun di kulkas. Jadi aku akan pergi belanja bahan makanan. Makan roti itu dulu sebagai pengganjal", ucap Sava.


"Aku ikut", balas Fariz.


"Akhirnya ada ide", batin Fariz.


"Bersiaplah. Sekitar setengah jam lagi aku tunggu di bawah", lanjutnya.


///


Sava menunggu Fariz di teras rumah. Sava hanya berdandan seadanya. Sedangkan Fariz datang dengan tampannya. Sava menatap Fariz lalu menatap dirinya sendiri. "Siapa yang salah kostum di sini? Kenapa aku terlihat sangat lusuh dibandingkan dia dengan gayanya sekarang. Pantas saja dia keluar begitu lama", batin Sava.


"Ganti pakaianmu. Kita berbelanja ke supermarket di mall", ujar Fariz.

__ADS_1


"Ini masih jam 8 pagi. Belum ada mall yang buka. Untuk apa belanja bahan dapur sampai harus repot-repot ke mall", balas Sava.


"Ya sudah kalau gak mau ganti. Ayo jalan", ucap Fariz.


__ADS_2