The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 47


__ADS_3

Saat istirahat Kenzie sudah mendapat informasi soal Sava dari sahabat Sava. Kalau bukan karena bel berbunyi mereka mungkin tidak berhenti membahas Sava.


"Eh gimana? Gue penasaran", ucap Shadiq begitu melihat Kenzie masuk kelas.


"Nanti pas pulang gue ceritain", balas Kenzie.


Tiba-tiba ketua kelas mereka memberitahu kalau guru mereka tidak hadir. Shadiq langsung memanggil Kenzie meminta penjelasan.


Kenzie manarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, ia melakukannya sebanyak 3 kali sebelum ia mulai bercerita tentang Sava ke Fariz dan Shadiq.


"Sava sudah nikah", ucap Kenzie lesu tak bersemangat.


"Gimana? gimana? Jelasin cumi. Jangan gantung gitu", balas Shadiq.


Kenzie menjelaskan informasi yang sudah ia dapat dari sahabat Sava.

__ADS_1


"Sava dijodohkan orang tuanya. Ada seseorang datang ke rumah mereka dan mengatakan bahwa nenek Sava dengan sahabatnya dulu berjanji menjodohkan anak mereka. Tetapi kedua keluarga tidak memiliki anak perempuan. Jadi pihak keluarga itu meminta agar perjodohan itu berlanjut ke generasi selanjutnya. Karena Sava satu-satunya cucu perempuan jadi mereka datang untuk meminang Sava. Katanya Sava menolak tapi orang tuanya mengatakan kalau keluarga itu sudah melunasi hutang-hutang mereka sebelum datang untuk meminang Sava. Orang tuanya menerima dengan senang hati Sava menikah secara terhormat dengan keluarga itu dari pada harus dibawa paksa oleh pria kekar yang menagih-nagih hutang mereka. Kalian bisa bayangkan apa yang akan terjadi kalau Sava sampai dibawa. Mungkin kita gak akan bisa lihat Sava di sekolah ini sekarang", jelas Kenzie.


"Oh gitu. Kasihan juga ya. Tapi mau bagaimana pun dia sudah menikah. Menyerahlah Kenzie", balas Shadiq.


"Tapi mereka menikah secara terpaksa. Apa gue datangi ya tu cowok biar ceraiin Sava? Gue tinggal ganti uang buat bayar hutang keluarga Sava. Eh tapi Sava statusnya janda dong? Tapikan dia belum diapa-apain. Menurut kalian gimana?", ucap Kenzie.


"Hah? Belum diapa-apain gimana maksud lo?", ucap Shadiq.


"Iya katanya mereka pisah kamar", jelas Kenzie.


Fariz terpaku mendengar penjelasan Kenzie. Ia akhirnya tahu alasan Sava menerima perjodohan ini. Ia menyesal sudah menuduh Sava yang tidak benar.


"Pikirin deh apa keluarga lo bakalan menerima Sava apa adanya? Jangan lakukan tindakan yang ujung-ujungnya merugikan Sava", jelas Shadiq.


Kenzie terdiam.

__ADS_1


"Suaminya siapa?", tanya Shadiq.


"Gak tahu. Kata mereka Sava akan mengenalkannya kalau mereka sudah saling mencintai", jawab Kenzie.


"Tuh kan Sava saja sudah menerima pernikahan ini. Mundurlah Kenzie gila. Mau jadi perusak rumah tangga orang hah?", ucap Shadiq.


Degg... Sejenak terasa jantung Fariz berhenti berdetak. Ucapan Kenzie dan Shadiq terngiang-ngiang di telinganya.


"Sava akan mengenalkannya kalau mereka sudah saling mencintai. Sava sudah menerima pernikahan ini".


"Sava akan mengenalkannya kalau mereka sudah saling mencintai. Sava sudah menerima pernikahan ini".


"Sava akan mengenalkannya kalau mereka sudah saling mencintai. Sava sudah menerima pernikahan ini".


"Fariz kenapa lo bengong sih. Nasehati nih sahabat lo", lanjut Shadiq.

__ADS_1


Fariz tersadar dan hanya membalas ucapan Shadiq dengan gerakan bahu.


__ADS_2