The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 75


__ADS_3

"Lo tahu gak gosip yang lagi hangat saat ini", ujar Tika.


"Gosip apaan?", tanya Rania.


"Lo ingat cewek yang manja-manja ke Fariz waktu ulang tahun Kenzie?", tanya Tika.


"Fariz? Pacarnya?", batin Sava mendengar ucapan Tika.


"Iya ingat", jawab Rania.


"Ternyata dia itu artis. Dan sekarang dia digosipin pacaran sama artis lain yang pemeran utama di sinetron yang lagi di mainkannya", jelas Tika.


"Terus Fariz gimana? Mereka pacaran gak sih?", tanya Rania.


"Gak tahu juga. Gue gak pernah lihat Fariz dekat sama cewek selain cewek itu. Kasihan banget kan Fariznya", jawab Tika.


"Emang lo gak tanya Kenzie apa itu cewek pacarnya Fariz? Kan lo dekat banget ke Kenzie", sahut Rania.


"Gue segan ah. Semenjak dia tahu Sava sudah menikah kita gak pernah komunikasi lagi selain saling kasih komentar di media sosial", balas Tika.


"Paling nanti ketahuan juga", sahut Kanaya.


"Ketahuan apa?", tanya Tika dan Rania serentak.


"Iya itu cewek pacarnya siapa. Fariz atau siartis", jawab Kanaya.


"Kita tunggu klasifikasinya saja", ujar Rania.


"Jadi pacarnya selingkuh? Apa itu sebabnya dia melampiaskannya ke aku?", batin Sava.


///


Fariz terus mengabaikan panggilan Amel. Sampai Amel datang ke sekolahnya barulah ia menanggapi Amel.


"Aku di depan gerbang sekolahmu"


Fariz menghampiri Amel setelah membaca pesannya. Ia masuk ke dalam mobil Amel.


"Kamu marah padaku? Aku hubungi kamu terus tapi kamu gak menanggapiku. Aku mau jelasin berita itu cuma gosip", ucap Amel.


"Hmm. Ya", jawab Fariz cuek.


"Kamu cemburu?", tanya Amel sambil tersenyum.


Fariz tidak menjawab.


"Aku senang kalau kamu cemburu", ujar Amel sambil memeluk lengan Fariz.


"Kamu sudah selesai? Gak bagus kamu lama-lama di sini", sahut Fariz menjauhkan Amel.


"Kamu gak marah kan? Jangan mengabaikan ku terus", ucap Amel.


"Hmm", jawab Fariz lalu pergi meninggalkan Amel.


Begitu ke luar mobil Amel Fariz berpapasan dengan Sava yang sedang menunggu dijemput Deshi. Sepertinya Deshi agak telat menjemput Sava.


Tatapan mereka bertemu lalu Fariz mengalihkan pandangannya begitu sebuah mobil berhenti di depan Sava.


"Dia pasti habis menemui pacarnya. Tapi mukanya sangat tidak bersahabat. Apa mereka bertengkar? Aku harus hati-hati. Pasti nanti aku kena imbasnya", batin Sava.


"Aku harus berhati-hati jangan sampai kena peluru nyasar", lanjutnya.


Sesampainya di rumah, Sava merasa lapar setelah ia menatap lauk masakan bi Ijah. Sava akhirnya menyantap masakan bi Ijah. Tetapi begitu mendengar suara mesin mobil mendekat Sava buru-buru menghabiskan makanannya lalu masuk ke kamar.

__ADS_1


"Dia sudah pulang? Aku harus cepat-cepat. Lebih baik aku mengurung diri dalam kamar", batin Sava.


Fariz melihat Sava lari menuju kamarnya.


"Kenapa lari-lari di dalam rumah? Apa yang dikejarnya di dalam kamarnya?", batin Fariz.


Entah apa yang mengganjal dalam hatinya. Fariz tidak bisa tenang dalam kamarnya. Ia memutuskan untuk mengganggu Sava.


"Sava. Sava. Sava", teriak Fariz dari depan pintu kamar Sava.


Sava membuka pintu dan mengeluarkan kepalanya saja. Setelah ia melihat Fariz di depan pintu kamarnya Sava menutup pintu kembali.


"Ada apa?", tanya Sava dari balik pintu.


"Kenapa kamu menutup pintunya kembali? Ke luar lah. Aku gak bisa mendengar mu", ucap Fariz.


"Bunda menyuruhku untuk tidak membukakan pintu untukmu", teriak Sava agar dapat di dengar Fariz.


"Sial. Bunda membuatku seolah pria mesum", batin Fariz.


"Aku lapar", jawab Fariz.


"Di bawah ada makanan", sahut Sava.


"Aku mau nasi goreng. Masakkan untukku", ucap Fariz.


Beberapa menit kemudian Sava ke luar menuju dapur.


Fariz mengikuti Sava dan memperhatikannya saat memasak.


"Dia kenapa lagi? Bisakah dia pergi sampai makanannya siap. Tolong jangan bully aku", batin Sava.


Nasi goreng siap di santap. Sava memberikannya ke Fariz lalu ia pergi.


"Duduk", ujar Fariz.


"Duduk. Temani aku makan", ucap Fariz.


"Apa suasana hatimu sedang buruk? Apa perlu aku temani ke taman?", ujar Sava.


Fariz menatap tajam Sava kemudian berkata, "Siapa yang mau ke taman? Bilang saja kalau kamu yang mau ke taman. Pasti kamu mau ketemu anak-anak kemarin itu kan?".


"Ya tuhan. Kenapa dia jadi sensitif seperti ini. Kalau gak mau ya sudah. Jangan marah-marah. Jangan membawaku dalam masalahmu. Lepas aku. Tolong. Seseorang tolong aku", teriak Sava dalam hati.


"Sava. Sava", teriak seseorang dari arah pintu depan.


Sava hendak berdiri tapi di tahan Fariz.


"Duduk", ujar Fariz.


"Di dapur kak", sahut Sava.


"Ternyata di sini", kata Farhan menghampiri mereka.


"Ada apa kak?", tanya Sava


"Bunda masak kue", jawab Farhan lalu menyodorkan kotak makanan.


"Nasi goreng dari mana?", tanya Farhan menatap nasi goreng di piring Fariz.


"Wanginya enak. Boleh ku coba", kata Farhan mendekati piring nasi goreng Fariz.


Fariz menjauhkan piringnya.

__ADS_1


"Kakak mau? Masih ada kok. Tunggu Sava ambilin", ucap Sava.


"Mau mau", sahut Farhan mengikuti Sava.


"Pake telur mata sapi boleh?", ujar Farhan.


"Boleh", balas Sava.


"Tapi 2", sahut Farhan sambil tertawa lirih.


"2? Jadi seperti mata sapi beneran dong?", kata Sava tertawa.


Farhan pun ikut tertawa.


"Nanti malam ada acara di taman kota. Nonton yuk. Besok gak sekolah kan?", kata Farhan sambil mengunyah makanannya.


"Sava sibuk. Sebentar lagi mau ujian akhir", sahut Fariz.


"Oh iya yah? Lain kali saja kalau begitu. Tunggu kalian selesai ujian", jawab Farhan.


Fariz melihat nasi goreng di piring Farhan telah habis.


"Kakak ngapain lagi di sini? Gak pulang? Aku dan Sava mau belajar", ujarnya.


"Kalau begitu kakak pulang saja, kalian belajar yang rajin ya", kata Farhan lalu pergi pulang.


Sava berdiri meninggalkan Fariz.


"Mau ke mana?", tanya Fariz mengikuti Sava.


"Bukannya kamu mau belajar", kata Sava sesampainya mereka di depan pintu kamarnya.


"Ha. Iya. Belajar", ucap Fariz bingung tapi tidak bergerak dari posisinya.


"Terus ngapain masih di sini?", tanya Sava.


"Aku mau belajar bersama. Kalau sendiri rasanya membosankan", jawab Fariz.


"Oh. Begitu", ucap Sava lalu masuk ke kamarnya serta menguncinya.


"Aku bilang belajar bersama. Kenapa malah menutup pintumu", teriak Fariz.


Tak lama kemudian Sava ke luar dengan membawa beberapa buku di tangannya.


"Ambil buku", sahut Sava lalu duduk di sofa depan kamar mereka.


"Kenapa masih diam? Buku mu mana?", tanya Sava.


"Ini mau mengambilnya", jawab Fariz pergi masuk ke kamarnya.


***************************************


***Visual Pemain The Beauty Of Marriage


Fariz as Sehun Exo***



Sava as Irene Red Velvet



Author suka Sehun dan Irene karena mereka itu super ganteng dan cantik banget. Kebetulan mereka pernah photoshot bareng. Cocok gak? 😁 (Maaf surene shipper)

__ADS_1



__ADS_2