The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 86


__ADS_3

Rania dan Kenzie mendapat giliran jaga pertama. Mereka malah asyik bermain, menonton dan tertawa-tertawa.


Alarm berbunyi menandakan sudah pukul 00.00.


Rania membangunkan Sava. Dengan setengah sadar Sava terbangun dan menyandarkan tubuhnya ke dinding.


Sementara Fariz langsung ke luar kamarnya begitu alarmnya berbunyi dan ia sempat berpapasan dengan Kenzie saat ke luar kamar Tika.


Fariz tidak menemukan Sava di dalam kamar Tika, jadi Fariz menjemput Sava ke kamar sebelah.


"Gue pikir dia sudah bangun waktu gue tinggal ke kamar mandi, eh malah tertidur sambil duduk begitu", ucap Rania.


Fariz mendekati Sava lalu mencubit pipi Sava. Sava langsung terbangun. Dan terkejut melihat Fariz ada di hadapannya.


"Kenapa lo di sini?", kata Sava panik.


"Giliran kalian yang jaga", ucap Rania.


"Oh iya. Maaf aku tertidur", sahut Sava.


Fariz menarik lengan Sava ke luar kamar.


"Aku gak tahu Fariz bisa seakrab itu dengan Sava", gumam Rania.


"Kenapa kamu menarikku? Tadi masih ada Rania", kata Sava melepaskan diri dari Fariz.


"Itu karena kamu lambat. Sudah melihatku bukannya langsung berdiri atau apa, ini malah masih diam di situ", sahut Fariz.


///


Sava mengecek kondisi Tika. Setelah itu ia duduk di samping Tika.


"Jadi kita sekarang melakukan apa? Gak mungkin cuma menonton si Tika ini tidur kan?", tanya Fariz.


"Mendingan kamu tidur. Besok kamu masih harus menyetir", jawab Sava.


"Gak mau", jawab Fariz.


"Jadi kamu mau apa?", balas Sava.


"Apa saja yang bisa membuang rasa bosanku", sahut Fariz.


"Menonton?", ucap Sava.


"Hmm", sahut Fariz.


Mereka duduk lesehan di atas karpet di depan tempat tidur Tika dan duduk bersebelahan.


Sava tidak bisa melawan rasa kantuknya. Ia kembali tertidur.


Fariz mendengus kesal melihat Sava tertidur, tetapi ia juga merasa kasihan melihat istrinya sudah kelehan seharian memasak dan merawat sahabatnya. Itu sebabnya Fariz sedikit mengalah malam ini.


Fariz merebahkan tubuh Sava agar tidur di atas pangkuannya. Tetapi Sava malah langsung terbangun, ia kembali duduk.


"Tidur lah", ucap Fariz.


"Gak bisa. Nanti tiba-tiba Kanaya dan Shadiq ke sini bagaimana?", sahut Sava.


"Atur alarm mu. Jadi kamu bisa bangun sebelum mereka datang", jawab Fariz.


Sava mengatur alarm di ponselnya tetapi ia memejamkan matanya dalam keadaan duduk.


Fariz kesal. Sekarang ia yang malah tidur di atas pangguan Sava.

__ADS_1


Sava dan Fariz sama-sama terlelap hingga tak sadar alarm berbunyi. Entah siapa yang tanpa sadar mematikan alarm itu.


Tika terbangun. Ia ingin ke kamar mandi. Tika dapat melihat kepala Sava bersandar ke tempat tidur.


"Astaga", lirih Tika begitu ia ke luar kamar mandi.


"Pemandangan apa ini?", gumamnya.


Dengan sigap Tika meraih ponselnya dan memotret apa yang ada di hadapannya.


Fariz tidur di pangguan Sava, jari mereka saling bertautan dan Fariz memeluk tangan Sava.


Sava bangun sekitar pukul 4 pagi.


"Hah? Jam 4? Apa alarm ku gak berfungsi?", gumam Sava.


Sava membangunkan Fariz dengan menggerakkan kakinya.


"Kenapa kamu tidur di pangkuanku? Untung saja Kanaya dan Shadiq belum ke sini", ucap Sava.


Fariz tidak menanggapi Sava karena ia masih mengantuk. Dan mereka akhirnya membangunkan Kanaya dan Shadiq.


"Kalian jaga sampai jam segini? Kenapa gak membangunkan kami", kata Shadiq.


"Kita ketiduran", sahut Fariz.


"Oh begitu. Kalau kalian ingin lanjut tidur, silahkan. Sekitar jam 8 nanti kita berangkat", kata Shadiq.


Sava dan Fariz mengangguk lalu masuk kamar masing-masing.


///


"Gue mau naik mobil Fariz", kata Tika.


"Fariz kurang tidur. Biar Kenzie yang menyetir", sahut Shadiq.


"Lo kenapa sih? Masih sakit?", tanya Rania.


"Gue sehat, gue gak pusing lagi", jawab Tika santai.


"Kenapa lo mau semobil dengan Fariz?", bisik Rania.


"Pengen", jawab Tika santai.


"Jadi bagaimana?", tanya Shadiq.


"Fariz, Kenzie, Sava dan gue di mobil Fariz. Sisanya kalian semobil", jelas Tika.


"Yang lain bagaimana? Setuju?", tanya Shadiq.


"Kita oke saja", sahut Kenzie.


Akhirnya mereka sepakat dan masuk ke mobil masing-masing.


"Lo yang nyetir. Gue mau tidur", kata Fariz lalu duduk di samping kemudi.


"Yah. Dia mau tidur. Padahal mau gue interogasi", batin Tika.


Tika terus berbicara tak jelas selama perjalanan.


"Kenapa gue lebih bersyukur lo sakit dari pada sehat begini ya. Kuping gue panas", ucap Kenzie.


"Ih lo jahat banget. Untung ya Va lo gak jadian sama Kenzie. Makan hati gue tiap hari. Apalagi pacarnya", balas Tika.

__ADS_1


"Bersyukur ya suami Sava dapatin Sava. Sava baik, pintar, jago masak, cantik lagi. Dan yang terpenting gak sombong", ucap Tika.


"Suami ganteng lo apa kabar ya Va?", tanya Tika.


"Mau apa lagi dia", batin Fariz.


Fariz tidak tidur. Ia hanya malas menyetir dan malas menanggapi Tika. Fariz tahu pasti ada yang akan terjadi saat Tika meminta semobil dengannya.


"Ba. Baik", jawab Sava gugup.


"Apa tanggapan suami lo kita pergi liburan begini? Suami lo gak takut istrinya di rebut cowok lain?", tanya Tika lagi.


"Lo ngapain sih nanya suami gue", bisik Sava.


"Gue mau main ke rumah kalian dong. Kata Rania kalian tinggal di komplek orang kaya", lanjut Tika.


Entah apa maksud Tika membahas suami Sava.


Sava menatap tajam Tika. Tetapi di balas kedipan mata oleh Tika.


"Ponsel lo juga tipe terbaru. Pasti suami lo mapan ya? Duuh gue juga punya mimpi punya suami mapan. Jadi gue gak perlu kerja keras cari uang. Tapi jangan anak mami seperti kalian", ucap Tika.


"Ngomong apaan sih lo? Promosiin suami Sava? Buat apa? Gue juga tahu Sava sudah menikah. Gak perlu lo ingatin lagi", sahut Kenzie yang berhasil membungkam mulut Tika.


Fariz tersenyum mengejek.


Tak berapa lama mereka sampai di rumah Tika.


"Makasih ya teman-teman sudah mengantar. Hati-hati di jalan", ucap Tika.


"Istirahat. Jangan langsung keluyuran", sahut Kenzie.


Sava melambaikan tangan ke Tika.


"Sava rumahnya di mana?", tanya Kenzie.


"Sava gue yang antar. Kita sekarang ke rumah lo", sahut Fariz.


"Kenapa harus lo?", tanya Kenzie sambil melirik Fariz.


"Rumah kami berdekatan", jawab Fariz.


"Dari mana lo tahu rumah Sava?", tanya Kenzie kesal.


"Tadi malam kan kita sama-sama menjaga Tika jadi kita bicara banyak", sahut Sava.


Kenzie terdiam mendengar penjelasan Sava dan akhirnya melajukan mobil menuju rumahnya.


"Jangan sampai Fariz emosi di sini", batin Sava.


"Gue balik ya. Sava hati-hati. Kalau ada apa-apa hubungi saja aku", ucap Kenzie.


Sava hanya membalas Kenzie dengan tertawa lirih.


"Ternyata rumah Kenzie searah dengan rumah kita", ucap Sava.


"Kenapa? Kenapa bahas Kenzie?", sahut Fariz.


"Kita baru dari rumah Kenzie, ya wajar aku membahas itu", jawab Sava.


Suasana hening sampai mereka tiba di rumah.


Sava dan Fariz masuk ke kamar masing-masing.

__ADS_1


***************************************


Jangan lupa vote The Beauty Of Marriage 🙏


__ADS_2