
"Fariz menghubungi aku pagi tadi. Ayahnya masuk rumah sakit. Berita tentang Amel telah sampai ke telinga ayah Fariz dan ternyata berdampak ke perusahaan, makanya ayahnya sampai di larikan ke rumah sakit tadi malam. Dan itu juga sebabnya Fariz pergi", jelas Shadiq.
"Jangan kasih tahu Sava kalau ayah mertuanya sakit. Nanti dia sedih. Lalu semakin stress", sahut Kenzie.
"Tapi suaminya gak pulang. Itu saja bisa membuat Sava stress", jawab Tika.
"Fariz dan kakaknya sedang membantu masalah perusahaan. Amel juga menghilang. Bunda Fariz sudah menyelidiki tentang Amel. Bahkan kabar salah satu anak Monang Grup sudah menikah mulai tercium. Sebelumnya kalau pun orang tahu itu kakaknya Fariz yang menikah. Kalau orang tahu Fariz yang menikah bisa jadi masalah karena mereka terlalu muda. Dan lagi Fariz masih memiliki kekasih", jelas Shadiq.
"Kalian gak lihat anak-anak sedang menggosipi Sava? Apalagi dengan kejadian semalam", sahut Kenzie.
"Jadi Sava harus bagaimana? Gak tahu dia stress, dia tahu juga akan stress", ucap Tika.
"Hanya beberapa hari. Biarkan Fariz menanganinya dulu", jawab Shadiq.
"Baiklah. Biarkan Sava di rumahku saja", ucap Rania.
"Kami juga akan membantu sebisanya", jawab Shadiq.
///
"Ke rumah Rania? Nanti aku malah buat repot", ujar Sava.
"Orang tuaku pergi ke luar kota. Ayo lah temanin aku. Dari pada di rumah sendiri mending kita sama-sama", jelas Rania.
"Nanti kita juga bakalan ikut", sahut Tika.
"Hmm ya sudah. Sampai orang tua Rania kembali ya", jawab Sava.
Tika dan Rania mengangguk.
__ADS_1
"Aku siapin barang-barang dulu. Tapi sepertinya ponselku hilang. Sewaktu aku pingsan siapa yang membawa tasku? Kenapa ponselku gak ada ya", ucap Sava.
"Ponsel doang. Nanti diganti sama ayang Fariz", sahut Tika.
Mendengar nama Fariz wajah Sava tiba-tiba murung.
Rania menyikut Tika lalu berbisik, "Jangan sebut-sebut nama Fariz".
"Jangan dipikirin. Kita bantuin siapkan barang Sava yuk", ucap Tika.
Lebih seminggu Sava tinggal di rumah Rania. Keadaan Sava membaik tetapi ia tak kunjung mendapat kabar Fariz. Sava tak pernah dibiarkan sendiri oleh sahabatnya sehingga ia tak bisa mendengar gosip dari mana pun termasuk dari murid di sekolah mereka.
Hari ini orang tua Rania telah kembali dari luar kota. Rania lupa menjelaskan tentang keadaan Sava ke orang tuanya. Jadi saat orang tua Rania menonton televisi Sava ikut menonton ketika Rania sedang tidur siang.
"Televisinya hidup tan? Kapan diperbaiki?", tanya Sava ke ibu Rania.
"Kenapa diperbaiki?", sahut Ibu Rania.
"Loh ini kenapa bisa menyala?", balas ibu Rania.
"Sava gak ngerti tan", jawab Sava bingung.
Ibu Rania sedang menonton acara gosip. Tiba-tiba muncullah berita tentang Monang Grup.
"Pengacara Monang grup mengatakan akan menuntut kerugian yang telah terjadi karena sudah merusak nama baik perusahaan. Seorang artis berinisial 'A' akan segera dipanggil untuk menjadi saksi dalam persidangan. Sebelumnya diketahui direktur utama Monang grup dilarikan ke rumah sakit karena mengidap serangan jantung, posisi beliau digantikan sementara oleh putra bungsunya yang digosipkan memiliki hubungan dengan artis berinisial 'A'. Kebenaran akan segera terungkap. Nanti terus gosip terpanas hanya di sini"
Mata Sava memanas. Jantungnya berdegup kencang. Ia langsung berlari ke kamar Rania. Mengepak semua barangnya.
"Loh. Sava mau ke mana?", tanya ibu Rania.
__ADS_1
"Sava mau pulang tante. Tolong kasih tahu Rania ya kalau Sava pulang. Rania masih tidur", jawab Sava.
"Kenapa mendadak sekali? Gak tunggu Rania bangun dulu. Rania bisa mengantarmu pulang", balas ibu Rania.
"Sava buru-buru tan. Permisi", kata Sava pamit.
///
"Bunda, bunda, bunda", teriak Sava memanggil ibu mertuanya.
Yang ke luar malah pembantu rumah tangga.
"Non Sava, ada apa?", sahut bi Ati.
"Bunda di mana?", tanya Sava.
"Hm itu non", ucap bi Atih gugup.
"Sava sudah tahu semua bi. Jawab Sava. Ayah sakit kan bi. Di rumah sakit mana ayah di rawat?", ucap Sava.
"Di rumah gak ada siapa-siapa non. Tuan besar di bawa ke luar negeri", jawab bi Ati.
"Lalu Fariz di mana?", gumam Sava.
"Kalau ada kabar dari bunda hubungi ke rumah Sava ya bi", ucap Sava.
"Iya non", jawab bi Ati.
Sava pulang ke rumahnya. Menatap isi rumah yang sudah lama ia tinggalkan. Kenangan bersama Fariz terus terbayang dipikirannya.
__ADS_1
Sava terkejut begitu membuka pintu kamarnya.