
Sava mengacuhkan Fariz setelah kejadian di dalam mobil tadi. Sava asyik bermanja-manja dengan mama papanya di kamar orang tuanya. Sedangkan Fariz terus berada di kamar Sava. Tidak lama kemudian Rafif dan Azzam pun bergabung bersama Sava.
"Kalian sudah makan siang kan nak?", tanya mama Sava.
"Sudah", jawab Sava singkat.
"Fariz juga?", balas mama.
Sava hanya menggerakkan bahu.
"Kok gak ditanyain? Kalau gak kamu kupasin buah dalam kulkas kasih ke Fariz sekarang", ucap mama.
"Suami dibiarin kelaparan. Dosa", ujar Rafif.
Sava akhirnya bangkit menuju dapur dengan ekspresi terpaksa.
///
Sava masuk kamar melihat Fariz dengan posisi duduk menyandar ke kepala tempat tidur sedang asyik memainkan ponselnya.
__ADS_1
Dengan gerakan sedikit kasar Sava meletakkan piring berisi buah di atas meja belajar, aksi Sava berhasil membuat Fariz meliriknya.
Tanpa mengucapkan sepatah kata Sava kembali ke luar.
Fariz langsung memakan buah yang dibawa Sava. Ternyata Fariz menahan laparnya sejak tadi. Karena menunggu Sava ia tidak memakan apapun siang tadi kecuali es krim yang dibelinya di minimarket. Fariz membeli banyak cemilan sebenarnya untuk mengganjal perutnya tetapi ia lupa membawanya ke kamar.
"Ide untuk berkunjung ke sini harusnya cukup 1 hari, jangan terlalu lama. 1 hari saja aku diabaikan, dibiarkan kelaparan begini. Apa yang bisa aku lakukan di rumah ini sampai minggu nanti. Haa", gumam Fariz.
"Apa sikapku tadi keterlaluan sampai gadis itu menangis terisak-isak? Aku harus cari ide untuk meredam amarahnya. Apa aku tanya Hamdan? Bagaimana pun dia itu sudah mengetahui pernikahan kami ini tidak beres. Untuk apa aku tutupi. Hanya dia yang bisa ku ajak bicara sekarang", lanjutnya.
///
Setelah selesai makan malam Rafif dan Azzam mengajak semua orang di rumah berkumpul di ruang tengah. Ternyata ide Rafif dan Azzam adalah bermain monopoli.
Semua anggota keluarga bermain bersama secara berpasangan dan menetapkan aturan tambahan permainan, yaitu pasangan dengan kekayaaan terbesar dapat meminta apapun kepada kedua pasangan lainnya, sedangkan pasangan dengan kekayaan kedua tertinggi hanya dapat meminta apapun kepada pasangan termiskin atau pasangan yang bangkrut.
Berikut pasangan dalam permainan:
Rafif dan mamanya disebut pasangan keluarga cemara.
__ADS_1
Azzam dan papanya disebut pasangan fantastic duo.
Sava dan Fariz disebut pasangan pasutri.
///
Permainan telah dimulai.
Diawal permainan pasangan pasutri, Fariz selalu membeli tanah di setiap daerah yang mereka datangi hingga persediaan uang mereka menipis.
"Kenapa kamu beli semua tanahnya? Lihatlah uang kita hanya tinggal ini. Bagaimana kalau kita menginjakkan kaki ke tanah orang lain? Kita mau bayar pakai apa?", kata Sava dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Hahaha kamu tau adik ipar, adik ku ini sangat mencintai uang. Jadi kamu harus pandai mencari uang yang banyak kalau tidak ia akan menginjak-injakmu", ujar Rafif mengejek dengan mengibas uang miliknya ke arah pasangan lawan.
"Uang bisa membeli segalanya. Tentu saja aku sangat mencintai uang, dan menyukai pria kaya", balas Sava.
Fariz merasa tersindir. Ia menatap Sava tajam kemudian berkata, "Tenang saja. Kita akan kaya nanti".
///
__ADS_1