The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 52


__ADS_3

Sava dan Fariz berangkat bersama.


Sejak kejadian di kamar Sava tadi Fariz tidak berani menatap Sava. Setelah Sava keluar kamar Fariz juga langsung keluar mencari udara segar. Fariz sampai menawarkan untuk berangkat bersama Azzam tapi ditolak Sava dengan alasan takut terlambat karena saat mereka sarapan Azzam baru selesai mandi. Padahal maksud Sava adalah agar ia bisa turun di halte dan naik bus, kalau bersama Azzam bisa panjang rintangan menuju sekolah nanti.


"Turunkan saja aku di halte terdekat", ucap Sava.


Fariz tidak menjawab.


Sava melihat ada halte di ujung jalan, ia bersiap-siap untuk turun. Tetapi mobil tak kunjung berhenti sampai halte itu mereka lewati.


"Apa dia gak lihat ada halte tadi?", batin Sava.


Beberapa menit kemudian terlihat halte berikutnya.


"Itu ada halte. Turunkan aku di situ", ujar Sava.


Fariz tetap diam dan melewatkan halte itu.

__ADS_1


"Hei. Aku bilang turunkan aku di halte itu. Hanya tinggal 2 halte lagi. Dan yang terakhir itu halte di dekat sekolah. Jadi jangan sampai halte selanjutnya terlewat lagi", ucap Sava.


Fariz malah semakin mempercepat kecepatannya. Sava panik, ia sampai berpegangan. Ingin menegur Fariz tapi ia takut Fariz akan melemparnya keluar saat itu juga.


Sava akhirnya tenang saat Fariz sudah menurunkan kecepatannya.


Karena ketakutan Sava tidak fokus dengan jalanan yang mereka lewati, ia tidak sadar meeka sudah berada di lingkungan sekolah. Cepat-cepat Sava menunduk mencari sesuatu untuk menutupi wajahnya. Membuka seat belt lalu berjongkok.


"Kamu mau cari mati hah? Kita sudah di lingkungan sekolah. Cepat tepikan mobilmu", ucap Sava.


"Hei. Fariz Adil Nasution. Dengar aku gak?", lanjut Sava.


Fariz memukul setir lalu mengerang, "Aaarrrghh. Berengsek. Kenapa dia itu banyak bicara sekali".


///


"Ha untung saja sepi. Ice magnum itu terus bertingkah aneh. Dia sendiri minta pernikahan ini dirahasiakan. Kemarin dia sendiri yang membocorkan pernikahan ke sahabatku, kalau sahabatku mencari tahu siapa suamiku bagaimana. Sekarang malah terang-terangan ke sekolah bareng. Aku gak ngerti jalan pikirannya", batin Sava.

__ADS_1


"Good morning young wife. Tumben agak siangan. Biasa gue masuk kelas lo sudah di kelas aja", panggil Tika.


"Tika apaan sih young wife segala. Kalau ada yang dengar terus curiga gimana?", ucap Sava.


"Artinya mereka kepo. Cuekin aja sih", balas Tika.


"Eh lo belum tahu kan Kenzie sedih banget tahu lo nikah. Patah hati dia", lanjutnya.


"Hah? Kenapa Kenzie sampai tahu? Tuh kan. Kalian ember banget", balas Sava.


"Waktu kita janjian kemaren kan sama Kenzie. Kenzie yang ngajakin. Harusnya dia itu mau ngajakin lo doang. Tapi dia takut lo tolak jadi pake perantara kita deh. Eh lo nya gak datang. Malah dapat kabar lo sudah punya suami", jelas Tika.


"Apa saja yang Kenzie ketahui tentang aku?", tanya Sava.


"Semua", jawab Tika singkat.


"Termasuk soal hutang keluargaku?", lanjut Sava.

__ADS_1


Tika menganggukkan kepalanya.


"Pantas si ice magnum tiba-tiba bersikap baik merencanakan kunjungan ke rumah orang tua ku. Sampai-sampai memberi semua orang hadiah", batin Sava.


__ADS_2