
Hari ini Kenzie bertekat akan menemui Sava ke kelasnya.
"Mau ke mana?", tanya Shadiq.
"Gue mau nyamperin Sava ke kelasnya. Dia sudah gak kerja di kafe lagi", ucap Kenzie.
"Yakin lo? Entar lo digosipin anak-anak", ucap Shadiq.
"Gak peduli. Gak tahu aja lo perasaan gue gimana. Gue rindu dia. Di kantin gak ada. Di kafe juga. Jadi mau gak mau harus gue samperin ke kelasnya", kata Kenzie lalu pergi meninggalkan Shadiq dan Fariz.
///
"Sava. Jadi kamu bawa bekal makanya gak pernah ke kantin?", ujar Kenzie.
"Eh ngapain ke sini?", tanya Sava.
"Nyariin kamu. Katanya kamu gak kerja di kafe lagi. Jadi aku mau tau kabar kamu gimana. Habisnya kamu gak pernah ke kantin", ucap Kenzie.
"Aku baik", balas Sava cuek.
"Kenapa berhenti kerja di kafe itu? Jadi kamu kerja di mana?", tanya Kenzie.
"Hmm itu rahasia. Nanti kalau kamu tahu aku kerja di mana di samperin tiap hari", ucap Sava dengan nada bercanda.
"Haha iya iya gak deh. Tapi kamu harus balas pesanku, kalau gak aku samperin tiap hari ke kelas", ujar Kenzie.
"Aku sibuk kerja", ucap Sava.
"Hmm tapi kalau sempat balas pesanku ya", kata Kenzie sedikit memaksa.
Sava menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Sahabat-sahabat Sava sudah kembali ke kelas dan melihat ada Kenzie.
"Mau ngapain lagi tuh bocah", ujar Rania.
"Aku balik ke kelas dulu ya", ucap Kenzie pamit setelah melihat sahabat Sava kembali ke kelas mereka.
"Diapain lo sama dia?", tanya Rania.
"Dia cuma menanyakan kabarku. Dia sudah tahu kalau aku gak kerja di kafe lagi", jawab Sava.
"So sweet banget sampai di samperin. Gue yakin Kenzie suka lo deh", ucap Tika.
"Jangan mikir aneh-aneh", balas Sava.
"Berani taruhan?", ucap Tika.
"Gak penting", balas Rania.
"Dia harus lewat seleksi kita dulu", ucap Rania.
///
Karena tidak enak selalu mengabaikan Kenzie akhirnya Sava mulai meresponnya.
Kabar kedekatan Sava dan Kenzie yang semakin membaik tentu saja sampai ke telinga Fariz.
Kabarnya Kenzie merencanakan kencan dengan Sava. Tetapi tidak secara langsung. Karena Kenzie yakin Sava akan menolak jika Kenzie mengajaknya. Kenzie mulai mendekati sahabat-sahabat Sava. Ia cukup sering menyapa mereka baik di kantin maupun di kelas mereka. Mengambil hati sahabat Sava dengan makanannya jelas sudah dilakukannya. Jadi sekarang ia merencanakan membawa mereka ke mall.
Tentu saja rencana itu juga membutuhkan bantuan sahabat Kenzie. Jadi malam sebelumnya Kenzie sudah memberitahu sahabatnya tentang rencananya melalui pesan grup.
"Pria Idaman 😎"
__ADS_1
Kenzie
"Besok ngumpul di tempat biasa ya jam 11 siang"
"Setelah itu kita jemput Sava dan sahabat-sahabatnya"
"Sudah di mall kalian bawa sahabat Sava jalan-jalan"
"Nanti gue sama Sava pisah"
"Kalian bantu cegah ya kalau nanti ada yang minta ikut gue sama Sava"
Shadiq
"Aduuh ribet banget"
"Sekali ini doang ya"
"Kalau kalian jadian jangan lupa Pajak Jadiannya gue tagih"
Kenzie
"Gue kasih apapun mau lo kalau lo bantuin sampe kita jadian"
Shadiq
"Oke siap*"
Fariz hanya membaca pesan grup itu. Ia ingin menggagalkan rencana Kenzie tapi mengingat hubungannya dengan Sava tidak baik pikirannya jadi buntu.
Sejak kejadian Fariz menuduh Sava, ia tidak pernah bertemu dengan istrinya itu.
__ADS_1