The Blood Of God

The Blood Of God
SEASON 3 - ALONE # 01


__ADS_3

Lose in your mind... i wanna know


Am i losing my mind? Never let me go


If this night is not forever, at least we are together...


i know i'm not alone...


i lnow i'm not alone...


Anywhere, whenever apart, but still together


i know i'm not alone...


i know i'm not alone...


Unconsious mind i'm wide awake


Wanna feel one last time, take me pain away


if this night is not forever, at least we are together


i know i'm not alone....


^^^ALONE - Alan Walker^^^

__ADS_1


Cerita sebelumnya :


*kisah cinta Haidar dan Mahreen berlanjut makin intim, disaat dia pun terjebak oleh hatinya dalam kusutnya rasa cinta kepada Aisyah. bahkan lelaki itu telah merasai kedua-duanya dalam ritual persenggamaan ditempat yang berbeda.


sementara Haanish yang menikahi Marissa memutuskan tinggal di jepang, menerima anugerah Ryoma Hasegawa menjadi pimpinan keluarga Hasegawa sekaligus kepala klan samurai Nagato. ia berkawan akrab dengan Pangeran Asahiko yang menjadi wali pemerintahan. Pangeran Asahiko berniat mengangkat Haanish sebagai salah satu menteri didalam kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Togo.


Mahreen Nurmagonegov dalam kehidupannya di Desa Sade, berkenalan *dengan seorang pemuda bernama Lalu Djalenga dan makin lama bibit cinta tumbuh diantara mereka.


Inayah menepati sumpahnya membaiat Mahreen, mengganti namanya menjadi Dinara Haifa Lasantu. namun malam berikutnya mereka diserang kelompok Dracna yang menculik Dinara dan membunuh Inayah.


kini kedua bersaudara itu mengemban misi untuk menyelamatkan kembali Dinara dan membalaskan dendam mereka kepada Nikolai Basarab.


sanggupkah kedua putra Lasantu itu memenuhi baktinya?


...****...


Terjadi ketegangan di lapangan berumput itu. Haanish melangkah mendekati Puncan dan langsung menjambak kerah pakaiannya.


"Susah payah aku dan Haidar bermain konspirasi untuk memenangkan kamu, dan ini balasanmu?!" sergah Haanish dengan lirih.


Puncan terhenyak, namun sebagai lelaki, ia tak mau pula langsung menerima. lelaki Tenggarong itu masih protes.


"Lalu bagaimana dengan permainan tadi?!" tuntut Puncan.


"Goblok! itu hanya akal-akalan kami berdua saja supaya mereka tak menuntut kamu karena Haanish menunda pertandingan!" jawab Haanish lagi dengan lirih. "Kamu maj sama Marinka, nggak?!"

__ADS_1


"Kalau aku nggak mau?!" tantang Puncan.


Haanish memicingkan matanya. "Tinggalkan nyawamu disini!" tuntut lelaki itu dengan geram.


Puncan terdiam kemudian menatap Haidar yang memandangnya dengan iba. lelaki itu mengirim suara batin melalui telepati, menggedor benak Puncan.


pikirkan Marinka yang susah-susah bangun tengah malam, melaksanakan sholat qiyamullail.... menghinakan diri dihadapan Allah hanya agar Allah memudahkanmu mendapatkannya... dengan meninggalkan tempat ini... kau sama saja tidak menghargai usaha Marinka yang telah merelakan kamu untuk menjadi miliknya...


Puncan terhenyak mendengar suara batin yang dikirimkan Haidar kepadanya. kemudian ditatapinya Marinka yang wajahnya telah bersemu merah dan matanya berkaca-kaca menahan tangis, berupaya menguatkan hatinya.


Puncan langsung melangkah meninggalkan Haanish. ia mendekati panggung dimana Marinka duduk. Puncan langsung berseru.


"Marinka Williams! apa benar semalam tadi kau bangun sholat tahajud dan memohon kepada Allah untuk memenangkan aku?!" seru Puncan.


Marinka terhenyak sejenak lalu menatap ayah ibunya yang juga menatapnya, paman bibinya yang juga menatapnya, semua anggota keluarga yang juga menatapnya. hatinya gamang.


Haidar menatap Marinka dan mengirimkan suara batin.


beranilah adikku! jangan tahan! akui perasaanmu!


Marinka memejamkan mata sejenak lalu memandang Puncan dan mengangguk. "Ya..."


"Bagaimana jika ternyata, aku tak sesuai ekspekstasi yang kau inginkan?!" pancing Puncan.


Marinka memejamkan matanya sejenak membiarkan air mata jatuh membasahi pipinya. Haanish yang makin geram hendak melangkah menyerang Puncan namun keburu ditahan oleh Haidar.

__ADS_1


Marinka membuka matanya yang basah. dengan tabah ia menjawab. "Aku serahkan segala keputusan hanya kepada Allah... jika memang pilihannya benar, maka itulah keputusan yang benar."


"Jawablah jujur.... apakah kau mencintaiku?" tanya Puncan.[]


__ADS_2