
puluhan tahun setelah pertarungan epik di Pulau Staffa.
disuatu tempat yang tak terdeteksi oleh siapapun. sebuah ruangan luas dengan langit-langit yang tinggi. ditengah ruangan yang diterangi cahaya artifisial, pantulan dari berkas cahaya yang menembus kisi ventilasi, terdapat sebuah meja bundar besar. deretan kursi bersandaran tinggi nampak mengelilingi meja tersebut.
seorang lelaki mengenakan kacamata bundar berkata, "Sudah beberapa dekade sejak pertarungan itu. bagaimana kita melanjutkan rencana?"
"Sedikit lagi..." jawab seorang pria disampingnya. "Menurut perkiraan astronomi, komet Foggiest sudah mendekati bumi. dalam kurun waktu yang tak lama, benturan kosmik akan terjadi. bumi akan mengalami situasi paling gawat menurut masyarakat dunia..."
"Namun menurut kita, itu adalah peluang. bukan begitu, Rudolph?" pancing lelaki itu kepada lelaki berkacamata bundar.
"Tentu saja, Landolf..." jawab Rudolph Rotcshild, si lelaki berkacamata bundar tersebut kepada Landolf Zuckenberg, lelaki yang berada diseberang meja.
Josh Arnault, lelaki disamping kiri Rudolph Rotcshild menyahut, "Bagaimana menurutmu Rocky?"
Rocky Rockfeller tersenyum, "Kita tunggu saja komet Fogiest menghantam permukaan bumi. yang jelas, ia akan jatuh diwilayah Amerika. benua itu akan sepenuhnya mati setelah hantaman tersebut. bumi akan mengalami peristiwa nuklir dan radioaktif bertebaran diudara. cuaca akan mengalami pemanasan lebih cepat dan hanya dalam waktu tiga tahun, bumi akan kering kerontang.... semuanya berubah menjadi padang pasir." ujar Rocky sembari menjentikkan jari.
"Kurasa kita harus mengorbankan semua yang sudah kita raih untuk mempersiapkan hal tersebut. kanibalisme dunia akan menyelimuti bumi sampai waktunya tiba." ujar Morty Morgan sambil terkekeh.
"Dalam ajaran agamaku... " Ujar Bayazid Amiruddin, "Ketika komet menghantam bumi, maka bumi akan mengalami peristiwa dukhan, yaitu debu kosmik yang akan merubah manusia sebagiannya menjadi zombi yang kemudian akan saling makan memakan sesamanya. persis dengan analisa saudara Morty tadi."
"Ini akan jadi peluang bisnis yang baru... kalian tahu? bisnis apa?" pancing Rudolph Rotcshild.
__ADS_1
mereka menatap lelaki berkacamata bundar itu. Rudolph Rotcshild melanjutkan. "Bisnis berikutnya adalah melanggengkan kekuasaan kaum Yahudi atas semua bangsa goyyim dimuka bumi."
"Beberapa proyek sudah kita sukseskan, mari kita evaluasi dulu." ajak Rocky Rockfeller. "Pertama, pengubahan makna dan isi Torah serta pencetakan kitab-kitab Kaballah. sampai saat ini, Lyon di Perancis sudah memenuhi keinginan organisasi kita. kedua, Perang Dunia pertama dan peruntuhan Khilafah Ustmaniyah... Garvilo Princip sukses menjalankan misi kita, membunuh Archduke Frans Ferdinanz dan istrinya Sophiie saat kunjungan ke Sarajevo...."
"Jangan lupakan peran Kemal Mustafa yang berhasil membuat Khalifah terakhir Utsmaniyah, Mehmed VI melarikan diri paska pembubaran Khilafah pada tanggal 1 Nopember 1922." sela Benyamin Joachai yang sedari tadi diam. "Juga peran organisasi yang memanas-manasi Ratu Isabella sehingga mengijinkan Christofer Columbus dan Vasco da Gama melakukan pelayaran samudera sehingga kita berhasil menanamkan imperialisme didataran Amerika, Asia dan Afrika.... Hernan Cortez menaklukkan Inca dan Aztec lalu memboyong semua emas ke Eropa. Organisasi kita menyusup juga dalam Vereenigde Oostindische Compagnie dan East Indies Company yang menanamkan imperialisme di Asia tenggara dan Asia selatan. dan sekarang kita berhasil membagi-bagi kepulauan di Indonesia bagaikan kue cake, dalam konferensi investasi di Jenewa tahun 1967."
"Setelah kita menyingkirkan Soekarno dalam insiden Gerakan 30 September dan peristiwa Supersemar itu?" Rocky Rockfeller mengangguk. "Terima kasih telah mengingatkan. kurasa Soeharto sebagai agen kita telah melaksanakan tugasnya dengan baik."
"Anak buahnya juga patut kita apresiasi...." sela Rudolph Rotcshild.
"Yang paling akhir adalah kesuksesan kita menyewa para ilmuwan Tiongkok untuk melepaskan virus Corona. selama beberapa dekade, dunia berhasil kita bungkam melalui virus itu." tukas Bernard Bilderberg. "Kita tinggal menunggu proyek depopulasi ini akan berjalan dengan sukses."
"Belum ada..." jawab Rocky Rockfeller. "Kelihatannya, Ordo Dracna yang dipimpin keluarga Basarab, tak lagi mampu melaksanakan tugasnya. beberapa pengguna tidak sah dari darah dewa melakukan persekutuan untuk menjadi oposisi utama organisasi kita, untuk mencegah kedatangan Raja Dunia, Samiri Al-Maseeh."
"Kedatangan Raja Samiri pasti akan tiba." tukas Rudolph Rotcshild dengan tegas, "Ramalan para nabi perjanjian lama nggak mungkin keliru... apalagi Muhammad SAW sudah memperkirakan hal itu. dia juga nggak mungkin bohong!"
"Lalu?" pancing Rocky Rockfeller.
"Lakukan saja sesuai nubuat." jawab Rudolph. "Tugas utama kita selanjutnya adalah mencegah seorang bernama Muhammad bin Abdullah untuk tampil menyuarakan Pan Islamisme!"
"Siapa Muhammad bin Abdullah?" tanya Bernard Bilderberg.
__ADS_1
"Seorang lelaki keturunan dari garis Fatimiy... ia sekarang masih dalam persembunyian. entah dimana... agen-agenku sendiri hingga saat ini belum mampu menemukannya." jawab Rudolph.
"Apakah ia berbahaya?" pancing Rocky.
"Sangat berbahaya, Rocky! sangat berbahaya!" tukas Rudolph dengan senyum cemas. "Tidak akan ada yang mampu memimpin Pan Islamis, kecuali dia. lelaki itu nantinya akan didukung oleh sekelompok orang yang mengaku dari Kelompok Bendera Hitam yang digadang-gadang akan menjadi kekuatan politik terkuat didunia, menandingi kekuatan kita."
"Dimana lelaki itu berada sekarang?" tanya Bernard.
"Bukankah sudah kukatakan, dia berada dalam persembunyian?!" ujar Rudolph dengan ketus. "Tapi suati saat ia akan muncul di Makkah dan warga dunia islam akan melantinknya sebagai Imam mereka."
"Kalau begitu, kita awasi saja kota itu! kita susupi dan pastikan dimana dia muncul, dan kita akan membunuhnya." tandas Morty.
"Kumpulkan semua nephilim Ordo Dracna untuk melakukan pengawasan dan pengintaian disekitar Masjidil Haram." pinta Rudolph. "Aku kuatir, golongan pengguna darah dewa ilegal juga sementara melakukan hal yang sama. kurasa mereka juga bergabung dengan Kelompok Bendera Hitam untuk memastikan kedatangan lelaki itu."
"Aku akan melaksanakan perintahmu." ujar Rocky.
Rudolph mengangguk-angguk. "Lakukan... jangan pernah melenceng dari nubuat." pesan lelaki itu. "Pertemuan ini selesai. kita akan berkumpul kembali sampai berita kematian orang itu terdengar."
para lelaki itu bangkit masing-masing dari kursinya dan melangkah pergi meninggalkan Rudolph yang masih betah duduk menyangga dagunya dengan lengan yang disandarkan dipermukaan meja. entah apa yang lelaki berkacamata bundar itu pikirkan. []
...*******END*******...
__ADS_1