Unperfect Wife

Unperfect Wife
Bab 100. Pink Boy?


__ADS_3

Greta memandang keluar jendela. Wanita itu duduk di jok penumpang yang ada di samping Walter. Sejak naik ke mobil, ia tidak lagi mau mengeluarkan kalimat apapun. Setidaknya kini Greta merasa sedikit lega karena akhirnya ia bisa kabur dari rumah besar tersebut.


Walter sendiri memilih untuk diam tanpa kata. Perjalanan yang tadinya bisa ia tempuh dengan naik pesawat kini ia pilih untuk di tempuh dengan naik mobil saja. Walter tidak mau ambil resiko jika nanti bertemu dengan anak buah Mark atau Alex di bandara. Pria itu tidak mau berkelahi dan menghabiskan tenaganya untuk hal yang tidak berguna.


Setelah hampir setengah jam mobil mereka melaju, tiba-tiba mobil anak buah Alex muncul di belakang mobil Walter. Hal itu membuat Walter waspada. Karena kebetulan jalanan sunyi, jadi Walter bisa menambah kecepatan mobilnya.


"Berpeganganlah," perintah Walter sebelum menginjak gas mobilnya lebih kencang lagi.


Greta mengeryitkan dahi. Ia sempat bingung. Namun, ketika ia melihat mobil yang berbaris di belakang mobil mereka. Greta mulai paham. Ia segera berpegangan. Wanita itu mengatur posisi duduknya sebelum memandang ke depan. Di dalam hati Greta terus berdoa agar tidak tertangkap lagi oleh anak buah yang dikirimkan kakak kandungnya.


Walter terus fokus ke arah depan. Sambil melajukan mobilnya, ia mengeluarkan senjata api yang bisa membuat ban mobil lawannya pecah. Pria itu memilih senjata api yang pelurunya runcing. Greta memandang ke arah Walter dengan wajah takut-takut. Hingga detik ini ia sendiri tidak tahu mau kemana pria yang ada di sampingnya akan membawanya pergi. Siapa dia dan apa tujuannya. Kini ditambah lagi dengan kenyataan kalau pria yang sudah membawanya pergi, memiliki banyak senjata api.

__ADS_1


"Sebenarnya siapa dia? Kenapa wajahnya mengerikan seperti ini. Apa aku kabur bersama orang yang tepat?" gumam Greta di dalam hati.


Ketika Walter mau menembak ke belakang, tiba-tiba di depan ada jalan yang tidak rata. Pria itu segera meletakkan senjata apinya di dashboard mobil sebelum meletakkan telapak tangannya di atas kepala Greta. Jika Walter tidak melakukan hal itu, mungkin kepala Greta akan sakit karena terbentur langit-langit mobil.


Greta memejamkan mata sebelum memandang Walter lagi. "Terima kasih."


Walter memandang Greta sebelum memandang ke depan. "Sama-sama." Pria itu mengambil lagi senjata apinya dan kembali menembak ke belakang. Berulang kali suara tembakan terdengar hingga membuat telinga Greta sakit. Ia menutup telinganya dengan kedua tangan. Matanya terpejam.


Walter melempar handphone yang ia ambil dari belakang. "Kau bisa mendengar musik menggunakan alat itu. Setidaknya kau akan tetap merasa tenang selama aku berjuang menyelamatkan nyawa kita!"


Walter melirik Greta dengan tatapan menikam. Pria itu merasa kesal karena Greta menahan tawa seolah sedang meledeknya. "Apa yang kau lihat?" ketus Walter.

__ADS_1


"Ini milik anda, Tuan?" tanya Greta untuk kembali memastikan.


Walter memandang Handphone yang ada di tangan Greta. Detik itu Walter sadar sebenarnya apa yang sudah membuat Greta tertawa meledek seperti itu.


"Apa ada yang salah?" ketus Walter.


"Tidak. Ini sungguh manis," jawab Greta. Ia segera memasang handphone itu di telinganya. Memilih lagu favoritnya sebelum menambah volumenya.


"Apa ada yang salah? Apa pria tidak boleh memiliki benda warna pink! Ha!" teriak Walter frustasi.


Dari sekian banyak orang yang mengenal dirinya, bisa-bisanya Greta yang memergokinya kalau sebenarnya Walter suka warna pink. Sungguh sangat memalukan. Entah dimana nanti ia meletakkan wajahnya jika Greta sampai menceritakan semua ini kepada Lara. Bisa-bisanya kekasih big bossnya itu meledeknya siang dan malam. Belum lagi kalau sampai dokter Alfred tahu.

__ADS_1


"Tuan, saya tidak dengar apa-apa lagi. Jadi jangan bertanya apapun!" ucap Greta sebelum melantunkan beberapa lirik lagu.


Walter mendengus kesal sebelum menembak lagi ke belakang. Saat ini ia harus membuat musuh yang mengejarnya kalah sebelum memikirkan cara agar Greta tidak menceritakan hal memalukan ini kepada siapapun.


__ADS_2