Unperfect Wife

Unperfect Wife
Bab 74. Cemburu?


__ADS_3

~Aku bisa menahan sakitnya peluru tapi tidak dengan cemburu~ Fabio Cassano


Lara memandang ke luar jendela sambil memikirkan apa yang tadi dikatakan Vera. Walau tadi ia terlihat tidak peduli, tetapi kini pikirannya dipenuhi dengan ucapan-ucapan yang keluar dari mulut Vera.


"Apa benar aku sejahat itu? Kini semua orang memandangku seolah-olah aku yang meninggalkan Kak Alex. Mereka gak pernah tahu sebenarnya siapa yang mulai duluan. Mungkin sebagian orang kasus perselingkuhan dalam rumah tangga adalah hal yang biasa. Banyak yang lebih memilih bertahan karena istrinya mau memaafkan. Tapi, bagaimana jika suami yang sudah selingkuh justru mengajukan gugatan cerai duluan? Apa masih ada istri yang sanggup memaafkannya? "


"Chubby ...."


"Ya, Kak A-" Lara menahan kalimatnya ketika memandang wajah Fabio.


Fabio memandang Lara sejenak sebelum membuang tatapannya ke depan. "Alex? Apa kau sedang memikirkan Alex Moritz?"


Lara menunduk dengan wajah bersalah. "Maafkan aku, Kak."


"Aku sudah pernah bilang, kalau aku tidak suka mendengarmu mengucapkan kata maaf. Kau terlihat seperti wanita lemah jika seperti itu, Lara!" sahut Fabio tanpa mau memanggil Chubby.


Hal itu membuat rasa yang aneh di dalam hati Lara. Seperti ada yang hilang. Mungkin kalau Fabio memanggilnya dengan nama Lara ketika marah, saktinya tidak seberapa. Tapi, jika pria itu memanggil namanya dengan cara seperti ini, rasanya dada Lara terasa sesak. Entah kenapa.


"Kak Bi marah?"

__ADS_1


"Untuk apa aku marah ketika kau sedang memikirkan MANTAN SUAMIMU."


"Kak Bi ...." Lara semakin frustasi. Ia tahu kalau kini Fabio marah padanya. "Jangan marah."


"Aku gak marah!" tegas Fabio.


Lara memegang lengan Fabio untuk memohon maaf. Wanita itu tidak mau lagi-lagi hubungannya dengan Fabio renggang. "Kak Bi kalau marah kelihatan."


"Dan kau kalau lagi memikirkan orang lain juga kelihatan!" sahut Fabio cepat.


Lara terdiam sejenak sebelum melepas genggamannya di lengan Fabio. "Aku memikirkan berita yang ada di media. Semua orang menyalahkanku karena membawa Kak Bi di pesta. Padahal di mata semua undangan yang hadir, Kak Alex akan memperkenalkan aku di depan semua orang. Namaku jadi jelek. Bukan hanya aku saja. Nama baik Kak Bi juga mungkin ikut terseret."


"Apa?"


Fabio terlihat kesulitan mengucapkan kalimat yang ingin ia katakan. Menarik napas sebelum memandang Lara lagi. "Jangan pernah sebut nama Alex di depanku!"


"Kak Bi cemburu?" sahut Lara cepat. Wajah Fabio langsung memerah ketika Lara melontarkan pertanyaan seperti itu kepadanya.


"Cemburu kau bilang? Chubby, sepertinya kau mulai lancang!" Fabio membuang tatapannya ke jendela. Pria itu tidak mau Lara melihat wajahnya yang kini memerah.

__ADS_1


"Kak Bi, ngaku aja," ledek Lara. Wanita itu tersenyum dan siap menjahili Fabio. "Kak Bi cemburu ya ...."


"Gak!" ketus Fabio dengan ekspresi dingin favoritnya.


"Bohong dosa lho," ledek Lara tidak mau menyerah. Bahkan wanita itu berani menggelitik Fabio yang kini masih dalam posisi membelakanginya.


"Chubby, hentikan!" pinta Fabio sambil menahan rasa geli yang kini mulai menyiksa. Pria itu bersih keras untuk tidak tertawa. Martabatnya bisa turun jika sampai ia tertawa karena di gelitik oleh seorang wanita.


"Tidak akan. Kak Bi ngaku dulu baru Lara hentikan," sahut Lara tidak mau menyerah.


Fabio memegang tangan Lara dan menatap wajah Lara ketika wanita itu tidak juga mau berhenti menggelitiknya. Tatapan pria itu sangat tajam hingga membuat Lara yang tadi tertawa riang terdiam detik itu juga.


"Ya, aku cemburu! Apa itu salah?"


Hai reader. Hari ini author bawakan novel temen author lagi. Semoga kalian suka ya.🤗


Oh ya, selama puasa gk bisa update banyak2. author sibuk. bener2 sibuk. kita update sedikit tapi setiap hari ya. 🤗


__ADS_1


__ADS_2