Unperfect Wife

Unperfect Wife
Bab 79. Strategi Lara


__ADS_3

Lara berlari dengan sangat kencang. Seluruh tenaga yang ia miliki ia keluarkan agar bisa kabur dari Alex. Tidak ada kesempatan untuk melihat ke belakang lagi. Lara hanya berlari ke depan tanpa kenal arah. Sebenarnya Lara juga tidak tahu bagaimana cara kabur dari rumah itu. Usahanya untuk kabur bisa di bilang modal nekad.


"LARA!" teriak Alex yang terus mengejar Lara tanpa kesal putus asa.


"Sekarang bagaimana? Dari belakang atau depan?" gumam Lara. Ia ingat satu-satunya jalan keluar yang mungkin bisa ia harapkan untuk dijadikan tempat kabur adalah halaman belakang. Di sana tidak ada tembok tinggi yang akan menghalanginya. Hanya ada hutan belantara yang tidak tahu sampai mana ujungnya. Lara sempat memperhatikan hutan itu saat makan bersama Alex tadi malam.


Tanpa pikir panjang lagi, Lara berlari mendorong pintu belakang. Hutan gelap dan sangat dingin itu memang sangat menyeramkan. Tetapi, akan lebih menyeramkan lagi jika ia sampai tertangkap Alex.


"Lara! Jangan ke sana!" Alex sudah hampir dekat dengan Lara. Pria itu tidak akan membiarkan wanita yang ia cintai masuk ke hutan di waktu seperti sekarang. Banyak binatang buas yang akan mengancam nyawa Lara.


Ketika Lara sudah hampir tiba di pintu masuk hutan, tiba-tiba Alex berhasil mengenggam tangannya. Pria itu menarik Lara dan memeluknya dengan erat.


"Jangan pergi," lirih Alex. Pria itu memejamkan mata berharap kejadian ini hanya mimpi. Ia tidak mau sampai kehilangan Lara lagi. "Aku mohon. Jangan tinggalkan aku. Hanya kau yang aku punya saat ini."


Dengan napas terputus-putus, Lara berusaha untuk kembali tenang. Wanita itu sangat lelah. Ternyata walau sudah mengeluarkan seluruh tenaga yang ia miliki, tetap saja ia tidak berhasil kabur dari Alex.


Alex melepas pelukannya dan memegang kedua pipi Lara. Menatap wanita itu dengan saksama. "Kenapa kau lari? Kau takut padaku?"


Kali ini Lara lagi-lagi di buat bingung. Alex bersikap seperti biasanya. Tidak ada sorot mata yang menakutkan di sana. Pria itu seperti pria lemah yang tidak berdaya jika wanita yang ia cintai pergi.


"Kak Alex, kenapa sikapnya suka berubah-ubah? Sebenarnya apa yang terjadi?" gumam Lara di dalam hati.


"Lara, di sana sangat berbahaya. Apa kau tahu?" tanya Apex lagi.

__ADS_1


Lara mengangguk pelan. "Maafkan Lara, Kak. Lara takut."


"Takut?" Alex mengeryitkan dahinya. "Apa yang membuatmu takut?"


Lara diam sejenak. Tidak mungkin ia bilang takut kepada Alex. Lara melirik kolam renang yang tidak terlalu jauh dari posisi mereka berdiri. Tiba-tiba saja sebuah ide muncul agar ia bisa melanjutkan aksi kabur-kaburannya.


"Kak, ayo kita masuk. Di sini sangat dingin." Lara menggandeng lengan Alex dan membawanya menuju ke rumah. Karena target Lara adalah mendorong Alex ke kolam renang, jadi dia memposisikan Alex di sebelah kiri. "Kali ini aku harus berhasil," batinnya.


Lara sengaja mengukir senyuman manis agar Alex tidak sadar dengan ide yang ia buat. "Gawat! Kenapa aku jadi deg deg an begini!" umpat Lara di dalam hati. Ia menarik napas dalam-dalam saat sudah berada di pinggiran kolam renang. Tidak lama lagi wanita itu akan mendorong Alex supaya dia memiliki kesempatan untuk kabur.


"Lara."


Tiba-tiba Alex berhenti. Hal itu membuat Lara menjadi semakin panik. Namun ia tetap mengukir senyum manis. "Ada apa Kak?"


Alex diam sejenak. "Maafkan aku. Apa kau mau berjanji untuk tidak meninggalkan aku?" Wajah Alex terlihat sangat serius. Tetapi, bagaimanapun bentuk rayuan Alex. Sudah tidak berarti lagi di mata Lara. Wanita itu sudah terlanjur kecewa hingga sulit memaafkan Alex dan menerima pria itu lagi.


Alex memegang dagu Lara. Momen di sana sangat. manis hingga membuat Alex tertarik untuk mengecup bibir Lara. Wajah cantik Lara yang terpantul cahaya lampu, membuat sebuah keinginan untuk memiliki Lara seutuhnya.


Lara diam sejenak. Ia mengepal kedua tangannya. Wanita itu berusaha tetap tenang walau debaran jantungnya sudah tidak karuan.


Dari lokasi yang tidak terlalu jauh dari posisi Lara dan Alex berdiri, sudah ada Fabio yang menatap mereka dengan rahang yang mengeras. Tangannya terkepal kuat hingga memutih. Dari sorot matanya sudah bisa diketahui kalau pria itu tidak terima Alex menyentuh Lara seperti itu.


"Bos, sekarang?" tanya Walter. Pria itu tidak akan melakukan tindakan apapun sebelum ada perintah dari Fabio.

__ADS_1


"Jangan!" jawab Fabio. Entah kenapa, walau hatinya cemburu tetapi ia ingin melihat apa yang akan terjadi. Ia ingin tahu, apa yang sebenarnya diinginkan Lara hingga wanita itu diam saja ketika Alex menyentuhnya. Bahkan ingin menciumnya.


"Kenapa dia tidak menolaknya? Kenapa dia diam saja!" umpat Fabio di dalam hati.


Walter sendiri juga tidak bisa tenang lagi. Jika benar malam ini mereka harus menyaksikan Alex dan Lara berciuman, mungkin tidak lama lagi Fabio akan mengajak mereka semua pulang. Tidak lagi peduli dengan nasip Lara.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan?" gumam Walter di dalam hati.


Ketika bibir Alex sedikit lagi menyentuh bibir Lara, tiba-tiba pria itu terdorong ke belakang. Kedua matanya melebar sambil berusaha meraih Lara yang masih berdiri di hadapannya. Sayangnya Lara tidak mau buang-buang waktu. Selesai mendorong Alex, ia segera berlari pergi. Tidak mau melihat Alex lagi, walau hanya satu detik.


Fabio tersenyum melihat tingkah laku Lara malam itu. Pria itu segera keluar dari balik pohon tempatnya bersembunyi. Walter dan pasukannya juga segera mengangkat senjata api mereka. Jika Lara sudah tidak ada di genggaman Alex, maka mereka bebas melakukan hal apapun terhadap Alex Moritz.


Lara berlari kencang dengan wajah sangat takut. Tetapi, wanita itu mulai bisa tenang ketika melihat Fabio berdiri di hadapannya. Lara berhenti sejenak untuk memastikan apa yang ia lihat bukan mimpi.


"Kak Bi?"


"Chubby ...." Fabio membuka kedua tangannya. Lara segera berlari dengan wajah yang gembira. Ketika tubuhnya berhasil ada di dalam pelukan Fabio, Lara justru menangis untuk melampiaskan rasa takutnya.


"Kenapa lama sekali?" protes Lara.


Fabio mengukir senyuman mendengar perkataan Lara. "Maafkan aku."


Hai reader ....

__ADS_1


Ini rekomendasi Novel hari ini ya. Semoga suka.



__ADS_2