Unperfect Wife

Unperfect Wife
Bab 72. Terbongkar


__ADS_3

Lara terlihat takut ketika Fabio bertanya seperti itu kepadanya. Lara merasa bersalah karena sudah menyebut nama Alex Moritz di depan Fabio. Padahal jelas-jelas tadi malam pria itu marah padanya karena Alex.


"Maafkan Lara, Kak. Lara tidak bermaksud untuk-"


Fabio memegang pundak Lara dan menatap wanita itu dengan serius. "Chubby ... kau bertemu dengan Alex? Siang ini? Maksudku hari ini?" tanya Fabio untuk lebih memperjelas kalimat yang baru saja diucapkan Lara.


"Ya, kak. Apa Kak Bi marah?"


"Dimana?"


"Di kantor polisi. Tadi aku dan Greta pergi ke kantor polisi. Greta ingin minta bantuan sama temannya yang polisi untuk mencari keberadaan Kak Alex. Lalu, tiba-tiba saja Kak Alex muncul."


"Sekarang, di mana dia?"


"Lara gak tahu kak. Setelah Kak Alex muncul Lara langsung pergi."


Fabio diam sejenak. Ia yakin Alex Moritz tidak akan bisa kabur dari mansion itu. Ruangan tempat Alex di sekap terkunci dan di jaga oleh beberapa pengawal. Selain dari pintu, tidak ada lagi jalan untuk masuk ke ruangan tersebut.


"Bagaimana bisa ada dua Alex? Apa pria itu memiliki kembaran? Apa jangan-jangan Alex yang semalam muncul bukan Alex yang sekarang aku sekap. Tetapi Alex yang tadi bertemu dengan Lara," gumam Fabio di dalam hati.


"Kak, apa yang Kak Bi pikirkan?"

__ADS_1


Fabio memandang wajah Lara. "Tidak ada." Fabio berusaha mengukir senyum agar Lara tidak curiga.


Walter yang baru saja tiba di perusahaan segera melangkah menuju ke ruang kerja Fabio. Pria itu memandang Vera sejenak sebelum masuk ke dalam. Langkahnya terhenti ketika melihat Fabio dan Lara sedang berbincang-bincang di dalam.


"Seperti yang aku pikirkan. Bos Fabio tiba lebih cepat," gumam Walter di dalam hati. Pria itu segera melangkah masuk ketika Fabio menatap wajahnya.


"Selamat siang, Bos. Ada yang ingin saya sampaikan kepada anda." Walter memandang wajah Lara sejenak sebelum memandang Fabio lagi.


"Lara, aku akan mengantarkanmu pulang. Tapi, izinkan aku berbicara dengan Walter sebentar saja."


"Baiklah kak." Lara beranjak dari sofa. "Lara tunggu di depan ya."


Fabio mengangguk. Pria itu memandang punggung Lara sampai hilang di balik pintu sebelum membahas apa yang baru saja ia pikirkan.


"Masih ada, Bos. Bahkan dia belum juga sadar."


"Lara bilang dia baru saja bertemu dengan Alex Moritz."


Walter kaget bukan main. "Itu tidak mungkin, Bos."


"Apa kau sudah menyelidiki Alex Moritz? Mana data tentangnya?"

__ADS_1


Walter memutar tubuhnya dan berjalan ke lemari yang ada di dekat meja kerja Fabio. Pria itu mengambil amplop berwarna cokelat dan membawanya ke arah Fabio.


"Bos, di dalam sini ada data lengkap tentang Alex Moritz."


Fabio menerima amplop tersebut dan membuka isinya. Ia membaca satu persatu dokumen yang tertera dengan wajah yang serius.


"Dia tidak memiliki saudara kembar," ucap Fabio menyimpulkan.


"Lalu, yang mana Alex yang asli Bos?"


Fabio memandang wajah Walter. Ia kembali mengingat-ingat bagaimana sifat Alex ketika mereka pertama kali bertemu. Pria itu terlihat seperti pengecut. Tidak berani melawan musuh. Hal itu mengingatkan Fabio kepada Alex yang kini ada di dalam mansionnya.


"Sepertinya Alex yang asli adalah Alex yang sekarang ada di ruang penyiksaan. Sedangkan Alex yang palsu sedang berkeliaran di luar sana."


"Apa tujuan pria itu sampai ia membuat wajah yang mirip dengan Alex Moritz, Bos? Apa Alex yang asli tahu kalau ada yang memiliki wajah serupa dengannya?"


"Aku belum bisa menyimpulkan apapun. Untuk saat ini, Sebaiknya kita selalu waspada. Terutama kepada Lara. Jaga dia dengan ketat. Aku tidak mau terjadi sesuatu padanya."


"Baik, Bos."


Hai reader tersayang...

__ADS_1


author bawa novel temen author ini. Ceritanya pasti seru. Sambil nunggu update kalian bisa baca novel ini.



__ADS_2