Unperfect Wife

Unperfect Wife
Bab 73. Tuduhan Vera


__ADS_3

Lara berdiri di depan ruangan kerja Fabio. Tadinya ia ingin duduk di salah satu kursi yang ada di depan sana. Tetapi, ketika Vera muncul. Lara mengurungkan niatnya. Ia memandang Vera yang saat ini menatapnya dengan tatapan tidak suka.


"Apa yang ingin dia lakukan?" gumam Lara di dalam hati.


"Ternyata benar kalau kau adalah Lara Alessandra." Vera memegang sebuah majalah dan melemparkannya ke wajah Lara. "Kabar perceraianmu sudah ramai diperbincangkan di media. Ternyata kau selingkuh dengan Tuan Fabio ketika penampilanmu sudah seperti sekarang" Vera mengukir senyum sinis. "Dari dulu aku sudah tahu kalau kau ini wanita gila harga. Ketika Alex Moritz bangkrut kau memilih untuk mendekati Tuan Fabio."


Lara tidak peduli dengan apa yang dibicarakan Vera. Kini wanita itu tidak mau banyak berdebat. Ia hanya ingin menunggu Fabio di depan.


"Tunggu, Lara!" Vera memegang tangan Lara dan menahan wanita itu agar tidak pergi. Ia membuat Lara berdiri di depannya. "Kau pikir kau ini siapa?"


"Dan kau pikir kau ini siapa? Kau hanya pekerja di perusahaan ini. Jadi jangan bertingkah seolah kau adalah pemilik perusahaan!" Lara menghempaskan tangan Vera. "Apapun yang terjadi antara aku dan Kak Alex sama sekali bukan urusanmu. Jadi, mulai sekarang urus saja urusanmu. Karena mungkin tidak lama lagi kau akan di pecat dari tempat ini," sindir Lara dengan tatapan penuh arti. Ia tidak memiliki cara lain selain mengancam Vera seperti itu.


"Lara, kau."


"Apa? Kau mau menampar wajahku? Atau kau ingin bilang kalau aku ini wanita yang kurang ajar? Vera, dulu aku berpikir kalau kau tidak suka denganku karena penampilanku, tetapi sekarang aku salah. Sejak dulu kau tidak suka padaku karena sebenarnya kau iri dengan apa yang aku punya!"

__ADS_1


"Lara, berani sekali kau mengatakan kalimat seperti itu di depanku."


"Aku tidak akan menjadi seberani ini jika kau tidak cari masalah duluan," sahut Lara


Ketika Vera ingin membalas Lara, tiba-tiba ia melihat Fabio keluar dari ruangan. Pria itu berjalan mendekati posisi mereka berdiri. Vera segera menunduk dengan wajah tidak bersalah.


"Kak Bi ...," sapa Lara.


"Kak Bi? Sok manja kali sih," umpat Vera di dalam hati.


"Ayo kita pulang."


"Baik, Tuan," jawab Vera tanpa berani memandang.


"Ayo." Fabio segera menggandeng pinggang Lara dan membawanya berjalan beriringan menuju ke lift. Vera yang melihat jelas perlakuan Fabio terhadap Lara hanya bisa mengumpat di dalam hati dengan wajah tidak suka.

__ADS_1


"Kenapa Lara bisa kenal dengan Tuan Fabio? Aku yang sudah lama bekerja di sini saja jarang bertemu dengan Tuan Fabio. Apa yang ada di pikiran Tuan Fabio? Kenapa dia lebih memilih janda daripada gadis cantik sepertiku. Bahkan jika dibandingkan dengan Lara yang sekarang aku masih lebih cantik."


"Percaya diri sekali! Apa kau sudah bosan bekerja di Perusahaan ini?" sahut Walter yang tiba saja sudah berdiri di belakang Vera.


Vera memutar tubuhnya dengan wajah panik. "Sejak kapan Tuan Walter ada di belakangku?" gumam Vera.


"Maafkan saya, Tuan. Saya sering bertengkar dengan Lara. Ehm, maksud saya Nona Lara. Jadi ...."


"Ini peringatan terakhir bagimu. Jika lain kali aku melihat kau bersikap seperti ini lagi, maka aku sendiri yang akan memecatmu. Tidak peduli kalau kau bekerja di sini karena di pilih Tuan Fabio," ancam Walter.


"Saya tidak akan mengulanginya lagi, Tuan," jawab Vera semakin takut.


"Bagus!" Walter segera pergi meninggalkan Vera sendirian di sana. Pria itu harus mengurus pekerjaan di perusahaan sebelum ke mansion untuk memeriksa keadaan Alex Moritz.


Hai Reader ...

__ADS_1


Author bawa rekomendasi Novel temen author lagi. Ada yang bingung ya? Ini author lagi tukeran promo sama temen. Jadi mungkin satu bulan ini akan ada rekomendasi Novel temen author. Di baca ya kalau sinopsisnya memang sesuai selera kalian.



__ADS_2