Unperfect Wife

Unperfect Wife
Bab 33. Dia Bukan Lara


__ADS_3


"Alex, kau benar-benar keterlaluan!" ketus Fiona. Ia segera menarik tangan Alex dan membawa pria itu pergi dari sana. Wajahnya terlihat sangat malu.


"Fiona, kenapa kau membawaku ke sini?" protes Alex.


Fiona berhenti. Dia memandang wajah Alex dengan saksama. "Kenapa kau memanggil wanita itu tadi dengan nama Lara. Apa kau rindu dengan istrimu yang gendut itu? Lihatlah. Lara dan wanita cantik ini ibarat bumi dan langit. Lara wanita miskin yang jelek dan gemuk. Sedangkan dia, cantik dan juga kaya raya. Bagaimana mungkin kau memanggilnya dengan sebutan Lara? Bagaimana kalau dia tersinggung?"


Alex membisu. Ia memandang ke arah Lara lagi dengan perasaan ragu. Memang mereka memiliki suara yang sama. Tapi Alex tahu betul bagaimana bentuk tubuh Lara. Wanita yang berdiri di sana adalah wanita yang sangat cantik. Tubuhnya seperti seorang model. Bagi Alex, tidak mungkin Lara bisa berubah menjadi wanita secantik itu. Bahkan Fiona saja kalah.


"Ya, dia tidak mungkin Lara," ucap Alex.


"Sekarang, kita harus menemui wanita itu lagi untuk minta maaf," ajak Fiona. Ia menarik tangan Alex agar bertemu dengan Lara lagi.


Lara hanya diam tanpa mau mengatakan apapun. Tatapannya fokus ke tangan Alex dan Fiona yang kini bergandengan. Hatinya terasa sakit. Keinginannya untuk balas dendam semakin kuat.


"Nona, maafkan kekasih saya." Fiona melempar senyum memandang Lara. Sedangkan Lara justru lebih tertarik untuk memandang wajah Alex. Mereka saling memandang satu sama lain tanpa mempedulikan ocehan yang keluar dari mulut Fiona.


__ADS_1


"Saya Alex." Alex mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Lara. Lara melirik tangan Alex sebelum mengukir senyuman yang sangat mempesona. Ia membalas uluran tangan Alex.


"Saya Lara. Lara Alessandra!"


Deg.


Fiona mematung. Ia sama sekali tidak menyangka kalau wanita cantik yang kini ada di depan matanya adalah Lara. Wanita gendut yang dulu pernah ia hina karena berat badannya. Wanita jelek yang menurutnya tidak ada apa-apanya.


Bukan hanya Fiona saja. Alex sendiri kaget bukan main mendengar jawaban Lara. Pria itu sampai tidak tahu harus berkata apa lagi.


"Bagaimana kabar Kak Alex? Kak Alex terlihat kurusan," tanya Lara dengan suara yang lembut.


"Baik. Lara, walau kau berubah menjadi seperti apapun. Aku tetap bisa mengenalimu. Karena kau ... masih istriku!"


Lara melirik wajah Fiona. Dia ingin melihat reaksi di wajah Fiona. Namun, bagi Lara ini belum cukup untuk membuat pelajaran bagi Fiona dan Alex. Masih ada banyak rencana yang sudah ia persiapkan agar bisa membuat Alex dan Fiona menyesal.


"Maafkan Lara, Kak. Sebenarnya Lara takut bertemu dengan Kak Alex." Lara menundukkan kepalanya dengan wajah sedih.


"Lara, kenapa harus takut?" Alex melangkah maju. Pria itu langsung menggandeng pinggang ramping Lara tanpa peduli dengan perasaan Fiona. "Apa kau tahu? Aku mencarimu selama ini. Aku bahkan membayar banyak orang agar bisa menemukanmu. Maafkan aku. Aku sangat menyesal karena sudah mengusirmu dari rumah."

__ADS_1


Fiona mengepal kuat tangannya. Wanita itu tidak rela kalau sampai Alex pergi meninggalkannya dan lebih memilih Lara. Dengan paksa ia menarik tangan Alex hingga tangan Alex yang tadinya ada di pinggang Lara terlepas.


"Alex, apa yang kau lakukan? Apa kau lupa kalau aku masih ada di sini!" protes Fiona.


"Fiona, bisakah kau diam!"


Lara tertawa riang di dalam hati. Masih hari pertama saja ia sudah menemukan tontonan bagus. "Dasar pria brengsek. Bisa-bisanya dia mengatakan semua itu padaku. Aku tahu kalau selama ini kau telah membayar orang untuk mencariku. Tapi aku yakin, orang-orang itu bukan untuk membawaku pulang ke rumah. Melainkan orang-orang yang kau utus untuk menghabisi nyawaku," gumam Lara di dalam hati.


Saat Alex dan Fiona sibuk berdebat, Lara pergi meninggalkan mereka. Memang seperti ini rencana Lara. Malam ini ia hanya muncul untuk memamerkan wajahnya yang sudah cantik di depan Alex dan Fiona. Tidak ada niat untuk ikut pulang bersama Alex ke rumah utama keluarga Moritz.


"Alex, aku tidak mau kau menyentuh wanita itu. Aku tidak suka!" ucap Fiona. Tidak tahu kenapa, hatinya merasa cemburu. Padahal sebelumnya ia sama sekali tidak peduli dengan apa yang dilakukan Alex. "Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?"


"Fiona, bukan seperti itu. Aku hanya ingin memastikan dimana dia tinggal. Bukankah kami belum bercerai? Kita tidak bisa menikah jika kami belum bercerai," bujuk Alex agar Fiona tidak sedih lagi.


Fiona memandang ke arah Lara. Namun, ia tidak lagi menemukan Lara ada di sana.


"Ke mana dia?"


Alex memutar tubuhnya. Pria itu mencari Lara ke segala sudut ruangan. "Kenapa dia pergi? Apa dia marah karena ada Fiona di sini? Aku tidak menyangka kalau Lara bisa berubah cantik seperti itu. Bahkan 10 kali lipat daripada Fiona," gumam Alex di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2