
Lara berjalan mendekati Fabio. Wanita itu tidak mau menghilangkan senyumnya agar Fabio tidak salah paham. “Kak Bi ... kalau boleh Lara tahu sebenarnya sejak kapan Kak Bi ada di sini?”
“Sejak kau mengajak Walter pergi,” ketus Fabio. Pria itu menatap wajah Lara dengan tatapan marah. Ia cemburu. Walau itu Walter. Tetap saja tidak boleh sampai bersentuhan dengan Lara. “Kalian mau ke mana?” Walau ia terlihat cuek, tetapi sebenarnya ia ingin tahu ke mana Lara ingin membawa Walter.
Lara diam sejenak. Ia memandang Walter yang kini justru terlihat buang badan. Pria itu tidak mau sampai Fabio salah paham hingga membuatnya mendapat masalah. “Aku mau mengajak Walter untuk menemaniku ke suatu tempat,” jawab Lara dengan suara pelan. Bahkan nyaris tidak terdengar.
“Ke suatu tempat kau bilang? Apa kau ingin mengajak Walter kencan?” tuduh Fabio asal saja. Namanya juga sudah cemburu. Tentu saja kini pikirannya dipenuhi dengan hal yang tidak-tidak.
Lara dan Walter saling memandang sebelum kembali menunduk. Mereka tidak menyangka kalau Fabio bisa sampai berpikir sejauh itu. “Sebenarnya aku dan Walter ingin ….”
“Nona Lara ingin menyelamatkan Greta, Bos. Adik Alex Moritz. Wanita itu mengirim pesan ke ponsel Nona Lara dan meminta Nona Lara untuk datang menolongnya sekarang juga,” jawab Walter cepat. Ia tidak mau sampai Fabio benar-benar salah paham. Jawaban Lara menurutnya terlalu bertele-tele. Tidak ada tanda-tanda kalau wanita itu akan menceritakan yang sebenarnya terjadi. Hingga akhirnya Walter mengambil keputusan sendiri.
__ADS_1
“Menolong Greta? Di mana?” Wajah Fabio semakin serius.
Lara segera menggandeng lengan kekar Fabio yang masih ada di dalam saku. Wanita itu bergelayut manja agar Fabio tidak sampai salah paham. “Kak Bi … Greta sudah seperti adik kandung bagi Lara. Kini dia ada di gedung kosong yang letaknya tidak terlalu jauh dari mansion ini. Dia butuh bantuan Lara, Kak,” ucap Lara dengan wajah memohon.
“Gedung kosong?” Fabio menurunkan pandangannya. Ia menatap wajah Lara dengan saksama. Sebenarnya sejak Lara merangkul tangannya seperti itu, konsentrasi Fabio sudah pecah. Pria itu bahkan tidak tahu apa yang ia pikirkan dan apa yang harus ia katakan saat ini. “Chubby, gedung kosong itu milik kita. Tempat anak buah Black Dragon latihan. Bagaimana mungkin Greta bisa sampai di gedung itu? Dari kabar yang aku dapat, Greta dan Alex Moritz ada di luar kota. Butuh waktu beberapa jam dengan pesawat untuk kembali ke kota ini. Apa mungkin dia kabur dari kota sebrang sana. Naik pesawat dan bersembunyi di gedung itu? Apa itu tidak terlalu aneh?”
Walter mengangguk pelan. Sebenarnya itu yang ingin ia katakan kepada Lara tadi. Hanya saja Lara dengan buru-buru menariknya pergi. “Nona, apa yang dikatakan Bos Fabio benar. Saya yakin, Greta tidak ada di sana. Semua ini hanya jebakan agar anda keluar dari mansion. Karena, selama anda ada di dalam mansion ini, Alex Moritz tidak akan bisa menyentuh anda!”
Lara segera melepas tangan Fabio. Wanita itu memandang ke depan dengan tatapan tidak terbaca. “Apa benar yang dikatakan Kak Bi? Bagaimana kalau semua itu hanya alasan Kak Bi saja karena dia tidak mau aku mengurus hal apapun yang berhubungan dengan Kak Alex?” gumam Lara di dalam hati.
“Kak Bi … Lara tetap ingin melihat sendiri dan memastikannya sendiri. Kalau benar Greta tidak ada di gedung tersebut!”
__ADS_1
“Tidak! Itu terlalu berbahaya!”
“Bukannya Lara punya Kak Bi? Kak Bi bisa kan lindungi Lara?” sahut Lara tanpa mau menerima penolakan dari Fabio.
“Tapi sekarang keadaannya berbeda. Kita sendiri yang mendatangi bahaya. Kita tidak tahu jebakan apa yang sudah dipersiapkan oleh Alex Moritz,” bujuk Fabio agar Lara mau mengurungkan niatnya. “Begini saja. Bagaimana kalau Walter saja yang pergi untuk memeriksa keadaan di sana?”
“Tidak, Kak. Lara mau melihat sendiri dan memastikan sendiri kalau Greta benar tidak ada di sana!” ucap Lara bersih keras.
“TIDAk!” jawab Fabio mantap.
Lara mengepal kuat kedua tangannya. Menarik napas dalam-dalam sebelum mengucapkan kalimat yang sangat penting baginya. “Jika memang ini hanya jebakan Kak Alex. Maka, di depan Kak Alex, Lara akan mengundangnya datang ke pernikahan kita nanti!”
__ADS_1
Hai reader ... ini ada rekomendasi Novel teman author. Semoga suka ya. ❤️