
Waktu yang di nanti-nanti oleh Fabio telah tiba. Pria itu berdiri di depan cermin dengan kemeja putih dan sekuntum mawar merah di sakunya. Hari ini bos mafia itu terlihat sangat tampan. Wajah pria itu terlihat sangat berseri karena tidak lama lagi dia akan menikah dengan wanita yang sangat ia cintai. Setelah ini, tidak ada batasan apapun antara dirinya dan Lara. Wanita itu seutuhnya menjadi milik Fabio!
“Sudah lama aku menginginkan sebuah pernikahan. Tetapi, bersama Black Dragon aku tidak kekurangan apapun. Hingga akhirnya aku melupakan keinginan konyol itu. Melihat begitu banyaknya wanita yang menggoda, tidak pernah membuat hatiku bahagia. Memang dia wanita yang unik.
Pertemuanku dengannya membuat sebuah rasa yang tidak biasa. Tadinya aku pikir setelah aku jatuh cinta padanya, semua akan berjalan sesuai dengan apa yang aku inginkan. Tidak ku sangka kalau banyak sekali halangan yang membuat kami hampir saja berpisah
Tetapi, pada akhirnya semua pengorbanan itu terbayarkan. Hari ini aku akan menikah dengannya,” ucap Fabio. Karena terlalu bahagia sampai-sampai pria itu tidak bisa menghilangkan senyum di bibirnya. Terlalu indah untuk di pandang hingga membuat Walter juga ikut tersenyum.
"Bukan hanya anda yang merasa beruntung, Bos. Tetapi Nona Lara juga," sahut Walter.
"Tidak, Walter. Hanya aku yang beruntung." Fabio kembali memandang pantulan wajahnya di cermin. "Apa kau pikir mempertahankan hati ketika pria yang kita cintai kembali memohon itu mudah? Aku tahu bagaimana perasaan Lara ketika dia melihat Alex memohon cintanya dan memperjuangkan cintanya. Itu sangat sulit. Aku bahkan berpikir, pasti sulit untuk memiliki hatinya. Dia memang bukan istri yang sempurna. Tetapi, dia wanita terbaik yang aku kenal dan aku miliki," jawab Fabio lagi.
Walter kembali diam. Pria itu takut salah bicara dan membuat suasana hari Fabio menjadi buruk di acara pernikahannya. "Nona Lara memang bukan istri sempurna. Tetapi, Nona Lara yang sudah membuat hati Bos Fabio luluh. Terkadang aku merasa aneh. Bagaimana bisa pria yang nyaris sempurna seperti Bos Fabio jatuh cinta kepada wanita yang sudah pernah menikah? Bukannya dia bisa menemukan wanita yang belum pernah menikah?" gumam Walter di dalam hati.
"Dimana Lara? Apa dia sudah siap?" tanya Fabio.
Walter melirik jam di tangannya. Pria itu tersenyum. "Sudah waktunya, Bos?"
"Ayo kita pergi. Aku sudah tidak sabar bertemu dengan wanita yang setengah jam lagi menjadi istriku!" Fabio memutar tubuhnya dan melangkah menuju ke pintu. Pria itu terlihat sangat bersemangat untuk menikahi Lara dan menjadikan wanita itu miliknya seutuhnya.
Di sisi lain, Lara duduk di depan cermin dengan riasan yang sangat cantik. Kali ini istri Alfred yang menemani Lara selama wanita itu berias. Ketika seorang wanita merias wajah cantik Lara, Ines hanya duduk sambil tersenyum.
"Lara, apakah bisa untuk tidak menangis? Dia kesulitan merias wajahmu jika kau terus saja meneteskan air mata," protes Ines.
__ADS_1
"Ini air mata bahagia," jawab Lara. Wanita itu mengambil tisu dan mengeringkan air mata yang kembali menetes ketika dia mengedipkan mata.
"Lara, kita sudah satu jam seperti ini terus. Apa yang kau pikirkan? Apa benar kau menangis karena bahagia atau kau menangis karena tidak rela untuk menikah dengan-"
"Ini yang membuatku menangis." Tiba-tiba saja Lara memberikan selembar surat yang sejak tadi tergeletak di atas meja. Ines segera menerima surat tersebut dan membaca. Selang beberapa menit kemudian justru Ines juga ikut menangis. Bahkan wanita itu sampai memukul pundak Lara.
"Hmm, so sweet. Apa Bos Mafia itu yang menulis semua ini?"
Lara mengangguk cepat. "Bukankah itu sangat manis?"
"Bahkan Alfred saja tidak pernah kepikiran untuk menulis kalimat romantis seperti ini. Kau beruntung bisa bertemu dengannya." Ines memeluk Lara dari belakang hingga membuat wanita yang sejak tadi merias Lara menyingkir. "Beri dia yang terbaik di dalam pertama nanti. Aku yakin, dia pasti berpikir kalau kau sudah tidak ...." Ines melanjutkan kalimatnya dengan satu kedipan mata.
Lara tertawa kecil sebelum menggeleng pelan. "Sekarang ayo kita pergi. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan pria yang sebentar lagi akan menjadi suamiku!"
Chubby sayang, terima kasih atas kesediaanmu menjadi istriku. Jika kau pernah gagal membinah rumah tangga, percayalah padaku. Setelah ini kau akan menjadi wanita paling bahagia karena sudah menikah denganku.
Aku pastikan setelah kita menikah nanti, hanya ada senyuman di bibirmu. Percayalah padaku. Aku sangat mencintaimu. Chubby sayang I love you* _
...***...
Pintu berukuran besar di buka lebar ketika Lara ingin masuk. Semua tamu undangan yang sudah berkumpul berdiri untuk menyambut pengantin wanita. Dengan di dampingi Alfred, Lara melangkah menuju ke tempat Fabio berdiri. Pria itu tersenyum bahagia melihat Lara memakai gaun pengantin.
Lara memandang wajah Fabio dengan debaran jantung yang tidak karuan. Padahal pernikahan ini bukan pernikahan yang pertama baginya. Numan, rasanya ini seperti sebuah pernikahannya seorang gadis.
__ADS_1
Ketika sudah tiba di depan, Alfred memberikan Lara kepada Fabio. Dengan penuh suka cita, Fabio menerima Lara dan membawa wanita itu berdiri di sampingnya.
“Kau sangat cantik, Chubby,” puji Fabio.
"Berhenti memujiku karena itu bisa membuatku ia melayang," protes Lara.
"Bagaimana kalau kita melayang bersama?" sahut Fabio.
Lara memandang Fabio dengan alis saling bertaut. Hal itu membuat Fabio juga tersenyum sebelum dia memandang ke depan untuk melalui akad pernikahan.
Cuaca siang itu seperti mendukung acara pernikahan yang akan dilakukan Fabio dan Lara
Gaun putih yang di kenakan oleh Lara terlihat sangat terang dan pas di tubuhnya. Semua tamu undangan memuji sepasang pengantin itu dan mengatakan kalau mereka adalah pasangan yang sangat serasi.
"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri!" ungkapan yang dikatakan pria yang ada di hadapan Fabio dan Lara membuat semua orang bernapas lega. Bukan hanya Fabio dan Lara saja. Tetapi semua tamu undangan beserta Walter. Dengan tangan terlipat di depan dada, Walter menjadi saksi di pernikahan Fabio dan Lara.
Sebenarnya pria itu bukan hanya sekedar saksi di akad pernikahan Fabio dan Lara. Tetapi saksi yang melihat bagaimana proses bersatunya Lara dan Fabio sampai mereka bersatu seperti ini.
"Bos, ada yang mengirim paket untuk Nona Lara," ucap seorang pria kepada Walter. Walter segera menerima paket tersebut. Ia harus memeriksa isi di dalamnya demi keamanan pesta pernikahan. Ketika di buka, Walter tercengang melihat hadiah yang ada di dalamnya. Bagaimana tidak? Ternyata hadiah itu dari Alex Moritz.
"Selamat menempuh hidup baru mantan istriku. Aku selalu mencintaimu." Walter meremas surat itu dan tersenyum sinis. "Pria ini. Sepertinya dia belum benar-benar merelakan Nona Lara. Aku harus berjaga lebih ekstra lagi!" gumamnya di dalam hati. Ia memberikan hadiah itu kepada pelayan wanita yang berada tidak jauh dari posisinya berdiri. "Letakkan ini di dalam ruang kerja Bos Fabio!"
"Baik, Tuan." Pelayan itu segera membawa kado tersebut ke ruang kerja tempat Fabio. Walter mau Fabio yang melihat dan menentukan sendiri apakah kado tersebut diberikan kepada Lara atau tidak.
__ADS_1
"Apa maksudnya mengirimkan kado lingerie berwarna hitam? Apa itu ada arti khusus? Apa itu pakaian yang pertama kali di kenakan Nona Lara ketika dia malam pertama dengan Alex waktu itu?" umpat Walter di dalam hati.