Unperfect Wife

Unperfect Wife
Bab 39. Pertemuan Kedua


__ADS_3

Yang baca Bab sebelumnya masih gantung. Baca ulang ya. Tadi malam ada kesalahan kecil.


Setelah berhasil menakut-nakuti Hana dan membuat wanita itu pergi dari rumah utama keluarga Moritz dengan sendirinya. Lara kembali memikirkan cara untuk membuat semua orang yang sudah menghinanya mendapat balasan. Termasuk Greta. Lara masih belum percaya kalau Greta benar-benar sudah berubah bahkan jauh sebelum ia merubah penampilannya. Lara berpikir kalau Greta sama seperti yang lain.


Lara kembali ke ruang tamu. Ia melihat Greta masih duduk di sana. Wanita itu menurunkan ponselnya ketika Lara sudah kembali duduk.


“Kak, selama ini kakak tinggal di mana?” tanya Greta penasaran. Sudah berulang kali ia bertanya tetapi Lara tidak juga mau menjawabnya.


“Setelah rumah kedua orang tuaku di jual oleh Kak Alex, aku pergi dari kota ini dan bekerja di sana. Selama enam bulan ini rejekiku bagus jadi aku bisa menjadi seperti sekarang,” jelas Lara singkat.


“Kakak lebih cantik jika seperti ini,” puji Greta.


Lara mengambil minuman dingin yang sudah di siapkan di meja. Sebenarnya ia tidak tega bersikap seperti ini di depan Greta. Tapi, ia harus terlihat berbeda. Lara tidak mau terlihat lemah.


Greta memandang pelayan yang kebetulan lewat dan memanggilnya. “Di mana Hana? Kenapa dia lama sekali?” Lara melirik sejenak sebelum lanjut meneguk minuman dingin tersebut.


“Hana sudah pergi dari rumah ini, Nona,” ucap pelayan tersebut.


“Pergi? Ke mana? Bukankah dia tadi baru saja pergi? Kenapa sekarang pergi lagi?” Greta terlihat protes.


“Maaf, Nona. Tapi sepertinya Hana pergi dan tidak akan kembali ke rumah ini. Tadi saya lihat dia pergi dan membawa semua barang-barang miliknya. Kini di kamarnya tidak ada lagi barang yang tersisa.”


“Kenapa seperti itu? Apa yang sudah terjadi? Dia bahkan tidak meminta gajinya bulan ini,” gumam Greta di dalam hati.

__ADS_1


“Nona, apa ada lagi yang bisa saya bantu?” tanya pelayan tersebut. Ingin sekali ia mengadukan apa yang terjadi di dapur tadi. Namun, melihat sorot mata Lara membuat pelayan itu memilih untuk diam.


“Tidak ada. Kau boleh kembali bekerja.”


“Baik, Nona. Saya permisi dulu.” Pelayan itu menunduk hormat sebelum melangkah pergi. 


Greta memandang Lara. “Kak, maaf. Hana sudah tidak ada lagi di rumah ini. Tapi, kenapa dia memilih pergi saat kakak ingin menemuinya?”


“Mungkin dia merasa bersalah hingga akhirnya memutuskan untuk kabur,” jawab Lara.


“Kak, kalau boleh Greta tahu. Kesalahan apa yang sudah diperbuat Hana kepada kakak?”


“Kau akan tahu sendiri nanti.”


“Siapa yang datang? Apa mungkin temannya Greta?” Alex memperhatikan mobil itu lagi dengan saksama. Mobil yang ditumpangi Lara adalah mobil keluaran terbaru. Bukan orang sembarangan yang bisa memiliki mobil tersebut. Bahkan orang berduit saja tidak cukup. Karena mobil tersebut hanya ada lima di dunia. “Sepertinya tamu Greta kali ini bukan orang sembarangan.”


Alex segera masuk ke dalam karena penasaran dengan sosok pemilik mobil yang terparkir di depan rumahnya. Langkahnya semakin cepat ketika mendengar suara wanita sedang bercakap-cakap di ruang tamu.


“Greta, kakak harus pulang. Ada urusan lain yang harus kakak selesaikan.” Lara berdiri dan mengambil tas miliknya. Keinginannya untuk mengusir Hana dari rumah itu sudah berhasil. Lara tidak mau berlama-lama lagi ada di sana.


“Kak, tapi rumah ini masih rumah kakak. Kakak bisa tinggal di rumah ini lebih lama. Lagian, kakak dan Kak Alex kan belum resmi bercerai. Itu berarti kakak masih istri kak Alex,” ucap Greta.


“Benar yang dikatakan Greta!” Tiba-tiba saja Alex sudah muncul dan berjalan mendekati Lara. Pria itu terlihat bahagia karena wanita yang kini ia cari ada di depan mata. “Lara, kita harus bicara,” bujuk Alex agar Lara mau bertahan di rumah itu.

__ADS_1


“Maaf, Kak Alex. Tapi saya masih memiliki banyak pekerjaan. Mungkin lain kali,” jawab Lara dengan wajah cuek. 


Alex mengangguk pelan. “Baiklah.”


“Permisi!” pamit Lara sebelum pergi. Alex dan Greta saling memandang sebelum menghela napas kasar.


“Kak, lihatlah. Sekarang Kak Lara berubah menjadi wanita cantik. Dia juga sudah sukses. Kakak lihat sendiri kan. Penampilan Kak Lara yang sekarang. Bahkan Greta aja kalah.”


“Ya, kakak tahu. Tapi, sepertinya Lara masih marah sama kakak. Bagaimana caranya agar dia mau maafin kakak dan mau kembali ke rumah ini lagi?”


Greta diam sejenak. “Kakak sih. Kenapa waktu itu kakak jahat banget ke Kak Lara. Kakak secara terang-terangan selingkuh dengan Kak Fiona. Seharusnya kakak bisa lebih menghargai perasaan Kak Lara. Kalau Greta jadi Kak Lara. Greta juga gak mau balik ke kakak!” ketus Greta.


“Greta, kenapa kau ada di pihak Lara?”


“Ibarat kucing di kasih ikan tuna, milihnya ikan piranha. Kalau kakak, di kasih kak Lara yang baik dan sabar. Mala pilih Kak Fiona!”


“Greta, Kau!” Alex mulai emosi.


“Kak, tadinya aku dukung kakak sama Kak Fiona. Tetapi, ketika aku tahu sifat asli kak Fiona, aku tidak lagi suka melihatnya. Sekarang jelas saja aku ada di pihak Kak Lara. Walau kakak dan Kak Lara gak jodoh. Aku berharap, Kak Lara mau menjadikan aku adiknya. Agar aku bisa menjadi wanita sabar dan sopan seperti kak Lara.” Greta segera pergi meninggalkan Alex. 


“Greta, aku ini kakak kandungmu! Kenapa kau tidak memihak kakak?”


“Untuk apa memihak kakak yang jahat seperti kakak!” sahut Greta dari kejauhan.

__ADS_1


Alex menggeram. Namun, ia kembali sadar. “Ini kesempatanku untuk bisa tahu dimana Lara tinggal. Aku harus segera mengikutinya,” gumam Alex. Pria itu segera berputar dan berlari menuju ke mobil. Alex tidak mau sampai kehilangan jejak Lara. Ia ingin tahu di mana tempat tinggal Lara yang sekarang.


__ADS_2