
Fabio diam mematung mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Alex. Jackal. Ternyata lawannya adalah orang yang hebat. Bukan pecundang seperti yang selama ini ia pikirkan. Kini langkah yang harus ia hadapi adalah membiarkan Alex membawa Lara pergi. Bukan tanpa alasan, ia hanya takut Lara terluka karena wanita itu kini ada di tangan seorang psikopat. Fabio tidak tahu apa yang akan dilakukan Alex beberapa menit lagi. Pria itu terobsesi berat kepada Lara. Jika sampai Fabio merebut Lara dengan paksa, bisa saja tanpa sadar Alex melukai Lara nantinya.
"Kau kaget?" ledek Alex.
Lara mulai mengerti dengan apa yang dibicarakan Alex dan Fabio. Wanita itu memejamkan mata dan memegang tangan Alex dengan lembut. "Kak Alex, lepaskan Lara."
"Gak, Lara. Kau harus ikut bersamaku. Aku suamimu," sahut Alex. "Kita sudah menikah!"
"Kita sudah bercerai!" jawab Lara mulai kesal.
"Kau istriku dan akan selamanya menjadi istriku!" ketus Alex. Melihat Fabio melangkah maju, Alex segera menodongkan senjata api itu ke arah Fabio. Sebelum akhirnya.
DUARR.
Sebuah tembakan mendarat di lengan kanan Fabio. Semua pasukan milik Fabio segera mengangkat senjata mereka. Alex tahu, semua ini tidak akan mudah. Namun, ia berusaha untuk kabur agar bisa pergi bersama Lara.
"Kak Alex, apa yang Kak Alex lakukan?" teriak Lara marah. Ia berusaha melepaskan tangan Alex dari tubuhnya. Tetapi pria itu segera membuatnya tidak sadarkan diri. Alex menembak semua orang yang ingin menghalanginya tanpa ampun.
"Hentikan! Jangan ada yang mengeluarkan tembakan!" teriak Fabio. Ia khawatir salah satu peluru yang keluar itu akan bersarang di tubuh Lara. Ia takut Lara celaka.
Melihat anak buah Fabio tidak lagi berkutik, Alex segera membawa Lara menuju ke mobil. Fabio berdiri di tempatnya sambil memandang salah satu mobil miliknya yang kini sudah di bawa pergi oleh Alex.
"Bos, maafkan kami. Kami tidak tahu kalau pria itu berhasil kabur. Dari rekaman cctv semua terlihat aman-aman saja," ucap salah satu bawahan Fabio. Sedangkan Fabio sendiri hanya diam tanpa mau mengatakan apapun. Bahkan rasa sakit di lengannya tidak lagi terasa.
__ADS_1
...***...
Lara membuka kedua matanya dengan rasa pusing yang begitu hebat. Wanita itu mengeryitkan dahi dan melihat kamar asing yang kini ia tempati. Wajahnya berubah panik hingga membuatnya segera beranjak. Samar-samar Lara mengingat apa yang sudah terjadi.
"Kak Bi. Bagaimana dengan Kak Bi?" gumam Lara. Ia segera berlari ke pintu berharap menemukan jalan kabur di sana. Tetapi, belum sempat ia membuka pintu, Alex sudah muncul dengan membawa makan siang untuk Lara.
"Kau sudah bangun sayang?" ucap Alex dengan senyum mengembang indah. Ia sama sekali tidak peduli kalau kini Lara sangat takut berada di dekatnya.
"Kak Alex, kenapa Kak Alex membawa Lara ke tempat ini? Di mana ini?" tanya Lara dengan wajah takut.
"Ini tempat persembunyian. Aku membawaku ke sini agar Fabio tidak bisa menemukanmu," jawab Alex santai.
"Kak Bi pasti bisa menemukan Lara. Dia akan datang dan membebaskan Lara dari tempat ini!" sahut Lara mulai di sulut emosi.
Lara melangkah mundur dengan wajah pucat. Alex yang kini berdiri di hadapannya bukan pria yang dulu ia nikahi. Sifat dan ekspresi wajah mereka terlihat jauh berbeda.
Alex segera mendekati Lara dan memegang lengan wanita itu. Sangat kuat hingga menimbulkan kemerahan dan rasa sakit di sana. "Aku suamimu!"
"Tidak! Kak Alex bukan suamiku lagi!" sahut Lara.
Cengkraman Alex semakin kuat. Pria itu menarik Lara dan melemparkannya ke tempat tidur. Lara terpental di atas ranjang dengan wajah semakin takut.
Alex mendekati Lara dengan sorot mata yang tajam. "Katakan kalau kau adalah istriku!" pinta Alex dengan wajah memelas. Ekspresi wajah pria itu berubah-ubah hingga membuat Lara semakin ketakutan.
__ADS_1
"KATAKAN!" teriak Alex hingga membuat Lara kaget.
"Aku ...." Lara gemetar ketakutan. Ia tidak memiliki pilihan lain selain menuruti apa yang di minta oleh Alex. "Aku istri Kak Alex."
"Bagus!" Alex mendekati Lara yang masih ketakutan dan mengusap pipi wanita itu dengan lembut. "Kau memang istri yang tidak sempurna. Tapi, aku akan membuatmu menjadi sempurna, Lara." Alex menelusuri tubuh Lara yang kurus dan seksi.
"Kak Alex, lepaskan Lara."
"Sssttt. Mau pergi ke mana? Kau istriku. Kita akan selalu bersama." Alex tersenyum lagi. "Kita akan pergi ke suatu tempat yang sangat indah. Kita akan hidup bahagia. Kita tinggalkan kota yang penuh dengan masalah ini. Greta juga akan ikut bersama kita, sayang."
Lara tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang. Berontak hanya akan memancing emosi Alex. Wanita itu hanya berharap kalau Fabio datang dan menyelamatkan dirinya dari Alex.
"Ayo kita makan siang di bawah, Sayang." Alex memegang pergelangan tangan Lara. Dengan tubuh gemetar Lara berusaha bersikap setenang mungkin. Ia juga harus tahu di mana saat ini Alex membawanya pergi. Dengan begitu Lara bisa tahu cara untuk kabur dari sana.
"Apa yang terjadi dengan Kak Alex? Kenapa dia berubah menjadi seperti ini?" gumam Lara di dalam hati.
Hai reader ...
Ini untuk promo hari ini ya.
Semoga kalian suka.
__ADS_1