
"Pergi kau!" seru Antonio yang mendorong tubuh Andira hingga terjungkal ke lantai. sedangkan Antonio nampak pria itu langsung mengejar sang istri yang akan memasuki mobil pribadinya.
Antonio langsung berlari dan menghadang mobil Isabella terlihat disana Jordan sudah membukakan pintu untuk istrinya itu.
"Apa yang kau lakukan, Jordan!" seru Antonio kepada Jordan. nampak Jordan kebingungan dengan sepasang suami istri itu.
"Tadi Nyonya memintaku untuk menjemputnya, Tuan." jawab Jordan yang memasang wajah kebingungan.
"Kau mau apa lagi menghentikanku, tidakkah kau bersenang-senang dengan kekasihmu itu!" seru Isabella yang hendak menyingkirkan tubuh Antonio.
"Apa maksudmu, dia bukan kekasihku!" seru Antonio yang terus menutup pintu mobil mereka. sesaat kemudian Isabella berdiri dan berkacak pinggang yang di depan suaminya.
"Lalu mau apa wanita itu di kediaman kita dengan membawa koper yang sangat besar itu?" tanya Isabella kepada sang suami. nampak Antonio ingat kalau Andira meminta untuk tinggal di tempatnya untuk beberapa bulan, agar dia bisa menemukan tempat yang baru.
"Sebenarnya tadi aku ingin meneleponmu dan mengatakan semuanya padamu, namun dia mulai mengajakku berbicara mengenai masa kuliah kami.. jadi aku lupa." jawab Antonio.
"Bukankah kau ingin menelponku dan memintaku untuk mengijinkan wanita itu tinggal di rumah kita." ucap Isabella yang langsung tepat pada sasaran. Hal itu membuat Antonio langsung menelan ludahnya.
Antonio nampak terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun, sesaat kemudian pria itu mengusap wajahnya seperti seorang pria yang sedang frustasi.
"Benar apa yang ku katakan tadi bukan?" tanya Isabella. nampak Antonio menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, biarkan temanmu itu untuk tinggal di sini." ucap Isabella yang belum selesai.
"Benarkah, istriku." jawab Antonio dengan wajah yang sangat bahagia.
"Tentu, biarkan temanmu itu untuk tinggal di sini selamanya, dan aku akan mencari hotel untuk menginap dan aku tinggal disana selamanya." jawab Isabella yang membuat Antonio wajahnya langsung pucat seketika
Sedangkan Jordan yang mulai mengetahui Di mana keberadaan pembicaraan sepasang suami istri itu, nampak pria itu menyalahkan Antonio karena pria itu tidak mengerti Bagaimana perasaan wanita.
"Jelas saja Nyonya sangat marah, lah.. Tuan saja membiarkan seorang wanita memasuki kediamannya, pertama masuk ke kediamannya kemudian akan mengusir nyonya dari rumahnya sendiri." ucap Jordan dalam hati sambil menatap wajah tuanya tersebut.
"Mengapa kau harus pergi?!" seru Antonio.
"Aku sudah pernah bilang padamu kan, aku tidak ingin mendua ataupun di dua kan. aku juga tidak ingin Satu atap bersama wanita lain!" seru Bella yang kemudian mendorong tubuh Antonio hingga pria itu terjatuh. sedangkan Andira nampak wanita itu seperti seorang penolong yang ingin menolong Antonio yang terjatuh.
Isabella menatap pemandangan itu, senyumnya seolah mengejek sang suami dan mencibir kalau sang suami sedang berselingkuh di hadapannya
"Memangnya kenapa?" tanya Isabella.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh tinggal di di tempatmu!" seru Andira.
"Tentu saja tidak boleh." jawab Isabella.
"Toh itu bukan rumahmu kan, itu adalah rumah Antonio. kau hanyalah seorang wanita miskin yang hidup numpang dan menempel pada kekayaan Antonio, dan kau adalah seorang wanita lintah!" seruan Andira. sebuah kata-kata yang akan menyakiti Isabella. sedangkan Antonio nampak pria itu sangat marah karena ada orang lain yang berani menghina sang istri di depan matanya sendiri.
__ADS_1
Antonio langsung menyeret Andira keluar dari depan rumahnya, nampak Dia memanggil salah satu petugas keamanan dan menyuruhnya membawa Andira keluar dari rumahnya tersebut.
"Apa yang kau lakukan Anton!" seru Andira. yang tidak terima karena dia diseret paksa oleh Antonio untuk keluar dari rumahnya, sedangkan Antonio nampak pria itu langsung menggendong sang istri dan membawa wanita itu kembali masuk ke dalam rumahnya.
"Kau pulanglah Jordan. dan beristirahatlah!" seru Antonio yang kemudian membawa sang istri masuk kedalam kediamannya kembali.
"Lepaskan aku!" seru Isabella yang berteriak karena Antonio menggendong dirinya dan membawanya paksa kembali ke dalam rumah.
"Memangnya kau mau kemana?!" seru Antonio.
"Aku mau mencari pria yang lebih kaya darimu dan pria yang tidak akan menghianati ku!" seru Isabella yang berbicara dengan nada suara yang sangat keras, dan melotot kepada sang suami. nampak Antonio menghela nafasnya kasar.
Ceklek..
Antonio menutup kamar dan mengunci pintu kamarnya itu, pria itu membawa sang istri dan menaruh di ranjang mereka.
"Lepaskan aku!" seru Isabella yang meronta dan ingin berlari ke pintu kamar mereka. namun Antonio langsung mendekap tubuh sang istri.
"Maaf..." sebuah kata yang langsung meluncur dari mulut Antonio.
"Untuk apa kau meminta maaf?!" seru Bella yang sangat marah kepada sang suami.
"Maafkan aku telah melukaimu." ucap Antonio yang terus mendekap tubuh sang istri. nampak wajah Antonio menempel erat pada punggung Isabella, sesaat kemudian Isabella merasakan punggungnya basah.. itu pertanda kalau sang suami menangis di punggungnya.
__ADS_1
** bersambung **
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak.terima kasih👍👍❤️❤️❤️😊🎶