AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Aku bukan wanita Sembarangan


__ADS_3


"Memangnya apa yang dia inginkan dariku, Apakah dia tidak merasa bersalah karena telah dua kali ingin membunuh Ku." ucap Antonio kepada sang istri.


"Mengapa dia harus merasa bersalah denganmu suamiku, sedangkan aku saja ingin dia habisi.. hanya karena mendengarkan kesaksian istrinya itu." terlihat wajah Isabella sangat lucu saat dia memperagakan kalimat kebencian. yang diucapkan untuk Antonio sambil tangannya menunjuk ke arah yang tidak karuan.


"Tapi tolong tangannya jangan kau arahkan ke wajahku, nanti malah mengarah ke mata ku." ucap Antonio yang menarik tubuhnya ke belakang agar jari-jemari istrinya itu tidak mengarah pada matanya.


"Iya maaf maaf tidak sengaja." jawab Isabella.


"Kelihatannya istrimu itu sangat benci sekali dengan pria itu, Lihatlah wajahnya begitu menakutkan saat dia mengekspresikan dan menceritakan pria itu." ucap Paman Ridwan yang membuat Isabella semakin kebakaran jenggot.


"Bagaimana mungkin aku tidak akan marah, Paman. sedangkan aku saja hampir mati karena kelakuannya itu." ucap Isabella sambil menunjuk wajah Paman Ridwan. sedangkan pria tua itu nampak memundurkan tubuhnya juga karena takut jari-jemari Isabella langsung mencolok matanya.


"Tapi jari-jarimu itu jangan terlalu dekat, Bella. nanti mata Paman ini kau colok." ucap Paman Ridwan.

__ADS_1


"Sudahlah lebih baik kau bersiap-siap, karena tadi dokter mengatakan kalau kau sudah boleh pulang dan rawat inap di rumah saja." ucap Isabella yang mengemasi pakaian sang suami nampak taman Ridwan menghela nafasnya karena melihat kemarahan Isabella.


"Oh ya apakah setelah kau pulang kau akan masuk ke kantor?" tanya Paman Ridwan kepada Antonio. nampak Isabella sangat marah saat mendengar perkataan pria tua itu.


"Apa maksud Paman dia harus ke kantor, Apakah Paman tidak tahu kalau dia ini masih terluka. Paman ingin membuat dia mati apa Paman, jelek sekali ini membuatku menjadi janda!" seru Isabella kembali. nampak Paman Ridwan langsung menelan ludahnya karena suara Isabella yang sangat keras.


"Paman kan cuma bertanya, Bella. Mengapa kau marah-marah seperti itu." ucap paman Ridwan.


"Mulai besok aku yang akan ke perusahaan dan menangani perusahaan." jawab Isabella yang terlihat sangat marah hingga wajahnya sudah seperti roti bakar.


"Kalau kau ke perusahaan, Lalu siapa yang akan mengurus butik mu?" tanya Paman Ridwan.


"Sudahlah Paman mengalah saja, Paman kan sudah tua.. tidak usah main mesra-mesraan." ucap Isabella yang membuat Paman Ridwan langsung melotot.


"Kau ini tidak tahu diri sekali, dengan orang tua berbicara seperti itu!" seru Paman Ridwan. nampak Isabella tidak mendengarkan perkataan pria tua itu.

__ADS_1


Akhirnya Antonio diizinkan pulang oleh Rumah sakit, karena keadaannya sudah membaik. terlihat Bobi sudah membawa seluruh pakaian bosnya itu dan membawa mereka kembali ke kediaman Antonio dan sang istri.


"Oh ya Bobby, besok kau kau urus butik kalau ada sesuatu katakan padaku. Oya bilang pada Jordan untuk menjemputku pagi-pagi dirumah, karena mulai besok aku akan perusahaan dan ingat kau harus bertanggung jawab di butik tersebut bersama Lisa." perintah Isabella kepada Bobby. nampak Bobby menganggukkan kepalanya.


Akhirnya semua orang kembali ke tempat mereka masing-masing, sedangkan Isabella nampak wanita itu menatap di luar kediamannya. terlihat di sana tatapan Isabella menangkap sebuah mobil yang sengaja memata-matai kediamannya.


"Tut.."Isabella menelepon salah satu petugas keamanan yang ada di gerbang rumah nya. wanita itu memerintahkan para petugas keamanan untuk mengusir beberapa mobil yang ada di depan kediamannya.


"Halo, Tuan. kelihatannya Wanita itu sudah mencurigai kami saat berada di depan kediamannya." lapor anak buah Aslan kepada majikannya.


"Bagaimana mungkin kalian melakukan kebodohan seperti itu!" seru Aslan.


"Ternyata wanita itu sangat pandai Bos." jawab anak buah Aslan.


"Bukan wanita itu yang pandai, melainkan kalian yang sangat bodoh!" seru Aslan kepada anak buahnya. tentu saja mereka bodoh bagaimana Tidak mereka memata-matai kediaman Antonio.

__ADS_1


"Pergilah dahulu dari sana, Jika ada sesuatu kabari aku.. sebaiknya kalian mencari tempat agar tidak terlalu mencolok perhatian wanita itu !"seru Antonio baik box jawab anak buah Aslan.


** bersambung **


__ADS_2