
Akhirnya Isabella dan Antonio membawa Hilma ke tempat mereka, di sebuah tempat yang tidak akan mungkin akan dijangkau oleh Arthur.
"Tenanglah, istriku. tenangkan dirimu.. kita akan mencari keberadaan Putri kita." ucap Antonio kepada Isabella. pria itu mencoba untuk membuat sang istri agar tenang.
"Bagaimana aku bisa tenang, suamiku. Apakah kau tidak mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu, Kalau Arthur telah menculik Putri kita!" seru Isabella.
Bahkan untuk berbicara pun Isabella mengeluarkan suara yang begitu keras, terlihat wanita itu begitu marah saat mendengar kabar mengenai dirinya yang selama ini dibohongi oleh dokter Barko dan Arthur.
"Aku tidak akan bisa tenang suamiku, dan aku tidak akan bisa memaafkan pria itu!" seru Isabella.
"Kita harus tenang, kita akan mencoba mencari tahu keberadaan pria itu." jawab Isabella.
"Aku tidak akan pernah memaafkannya, jika pria itu berani membuat Putriku dalam bahaya." ucap Isabella.
Tubuh Isabella terasa bergetar, Ibu mana yang tidak akan merasa sakit saat dia mengetahui kalau sebenarnya dirinya telah melahirkan anak kembar. namun selama 8 bulan Isabela baru mengetahui kalau salah satu putrinya telah diambil orang.
"Mengapa aku tidak merasa kalau aku melahirkan dua bayi, suamiku." ucap Isabella.
"Kemungkinan kau dibius oleh dokter Barco istriku." jawab Antonia.
"Aku tidak akan pernah memaafkan pria itu, walaupun sampai ke akhirat." ucap Isabella.
"Tenang lah Istriku," pinta Antonio.
"Aku tidak akan bisa tenang, kalau aku mengetahui semua kejadian ini." jawab Isabella.
__ADS_1
Isabella terus mencari keberadaan Arthur, Wanita itu sudah kehilangan akal sehatnya saat mendengar kebenaran kalau dirinya telah melahirkan sepasang anak kembar.
"Aku pernah merasa aneh waktu kau di USG, Entah mengapa monitor itu tidak sesuai dengan apa yang aku prediksi." ucap Antonio.
"Aku benar-benar tidak akan memaafkan pria itu, akan ku bunuh dia.. Jika dia sudah aku dapatkan!" seru Isabella. Antonio mencoba untuk menenangkan sang istri, pria itu memeluk istrinya sembari memberikan sentuhan-sentuhan lembut agar Isabella merasa lebih baik.
"Aku benar-benar tidak akan melepaskan pria itu, akan kubunuh dia!" seru Isabella.
"Kita pasti akan mendapatkan keberadaan pria itu secepatnya." ucap Antonio yang terus mencoba menenangkan sang istri. hari berganti waktu pun berjalan. 2 hari kemudian Isabella mendapatkan kabar dari salah satu anak buahnya.
Nyonya kami sudah mengetahui keberadaan pria itu seru salah satu anak buah Isabela di mana dia seru tanya Isabela dia berada di sebuah desa yang ada di kota Paris ini jawab anak buah Isabella wanita itu langsung bergegas mencari keberadaan sang suami.
Ada apa istriku Kenapa kau berlari seperti itu tanya Antonio aku sudah mendapatkan tempat di mana keberadaan Putri kita jawab Isabella Antonio sedikit terkejut pria yang sedang bersama putranya itu langsung berdiri dan menatap wajah sang istri di mana keberadaan pria itu tanya Antonio kita harus segera menitipkan Putra kita kepada kak Indah seru Isabella akhirnya Antonio dan Isabella pergi ke rumah paman Ridwan dan indah.
"Kenapa kalian terburu-buru, kalian mau kemana?" tanya Indah kepada Isabella.
"Aku akan menelepon pamanmu!" seru Indah.
Antonio menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian mereka sudah bergegas ke suatu tempat yang telah diberitahukan oleh anak buah Isabella.
"Takkan kulepaskan pria itu!" seru Isabella.
Akhirnya Isabella mencari keberadaan Arthur di suatu tempat yang begitu terpencil, sebenarnya tempat itu tidak terlalu jauh dari sebuah pedesaan tempat Isabella dan Antonio tinggal dahulu.
Isabella membawa begitu banyak anak buahnya, sekitar 10 mobil dia kerahkan untuk mencari keberadaan Putri kecilnya. Isabella baru merasakan ketenangan, dia tidak ingin terjerumus lebih dalam ke dunia mafia. namun dunia itu harus dia geluti kembali karena Arthur telah membuat Isabella menjadi seorang wanita yang begitu menakutkan.
Dua buah pistol telah menghiasi tubuh Isabella, dia ingin dengan tangannya sendiri Isabella membunuh Arthur. seorang pria yang telah merusak kebahagiaannya, Antonio sekarang menjadi seorang pria yang begitu tegas. bahkan seorang pria yang jarang menyentuh senjata pun kini harus membawa barang itu karena dia tidak ingin ada orang yang mencelakai istrinya.
__ADS_1
Di sebuah tempat yang terpencil di sebuah desa yang begitu asri, terlihat rumah yang begitu besar dan sangat mewah. Antonio dan Isabella menghentikan mobilnya, terlihat disana rumah itu telah dijaga oleh begitu banyak orang.
Ternyata pria itu telah bersiaga dan berjaga-jaga di rumahnya.
"Aku yakin dia begitu ketakutan saat aku mengetahui kebenaran ini." ucap Isabella.
"Tenanglah istriku, kita akan mengepung dari segala arah agar pria itu tidak bisa lolos." jawab Antonio.
"Aku inginkan nyawa pria itu, suamiku." ucap Isabella yang kemudian terus menatap sebuah rumah yang begitu megah. terlihat seorang wanita tua membawa seorang bayi kecil yang begitu cantik.
"Dia pasti putriku." ucap Isabella Antonio menetapkan Putri kecil itu.
Isabella telah keluar dari dalam mobilnya wanita itu bergegas menuju rumah Arthur terlihat disana pria itu sedang berdiri sembari menatap anak kecil yang sedang dibawa oleh pembantunya itu.
Dor.
Satu peluru telah melesat, Namun sayang tidak mengenai Arthur. Isabella begitu berapi-api Ingin menghabisi Arthur. karena pria itu telah membawa putrinya.
Seluruh anak buah Isabella telah keluar, mereka langsung menyerang seluruh anak buah Arthur yang berjaga di rumah itu. karena tidak ada persiapan.. seluruh anak buah Arthur kocar-kacir saat mendapatkan tembakan yang begitu banyak.
Dor..
Zlepp..
Satu tembakan kembali melesat, namun kali ini satu tambahkan itu mengenai paha Arthur. terlihat pria itu langsung terduduk di tanah saat salah satu kakinya tertembak. Isabella tersenyum, sedangkan atur...pria itu nampak melihat seorang wanita yang sudah datang di hadapannya.
** bersambung **
__ADS_1