
Bella segera berlari dari tempat itu mencari klinik untuk menjahit tangan yang terluka, terlihat tangan Bella yang terkena sabetan pisau itu lumayan dalam.
Wanita itu terus memikirkan sesuatu, nampak sesaat kemudian tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ternyata nama yang tertera di sana adalah Antonio.
"Kau ada di mana!" seru Antonio. nampak Bella menatap ponselnya yang telah dia angkat.
"Aku berada di sebuah gang yang tidak jauh dari tempatku." jawab Bella. nampak wanita itu mengambil salah satu sapu tangannya dan mengikat tangannya yang terluka, karena para penjahat menyerangnya. tak lama kemudian sebuah mobil hitam melaju ke arah Bella, nampak Antonio keluar dari mobil itu dan berlari ke arah Bella.
"Apa yang terjadi denganmu?!" seru Antonio.
"Ternyata benar apa yang ada dipikiranku." ucap Bella. nampak tatapan mata Antonio tertuju pada tangan Bella yang terluka.
"Kenapa tanganmu bisa seperti ini, kenapa kau terluka?" tanya Antonio yang melihat tangan Bella sudah dipenuhi darah. Antonio langsung menggendong Bella dan memasukkan wanita itu ke dalam mobilnya, pria itu melajukan mobilnya menuju suatu tempat yang tidak jauh dari pusat Kota.
"Tolong.. tolong!" seru Antonio yang berteriak di dalam klinik yang tidak terlalu besar.
2 perawat langsung mendatangi Antonio.
"Ada apa Tuan?!" seru 2 perawat itu.
__ADS_1
"Tolong tangan istriku, Dia terluka!" seru Antonio yang kemudian membaringkan Bella ranjang dorong.
"Apa yang kau lakukan, aku ini tidak sedang sakit tahu!" seru Bella yang tidak terima kalau dirinya diletakkan di ranjang dorong rumah klinik.
"Apanya yang sakit Tuan!" seru 2 perawat itu. Nampak Antonio sangat gugup,
"Tangannya terluka." jawaban Antonio sambil menatap kedua perawat itu. nampak 2 perawat itu saling menatap karena ternyata bukan mengalami sakit parah namun hanya tangannya terluka.
"Sebaiknya Anda bawa ke ruangan dokter saja, tidak usah memakai ranjang dorong?" seru para perawat. nampak Antonio kembali menggendong Bella dan membawanya berlari ke sebuah ruangan yang ada di klinik tersebut.
"Kau ini gila ya Kau, kira aku ini sakit apa hingga kau menaruh ku di ranjang dorong!" seru Bella yang masih tidak terima.
Salah satu Dokter langsung keluar dan menatap seorang pria yang terlihat berkeringat sangat banyak.
"Istriku.. tangannya terluka." jawab Antonio yang kemudian menarik kerah dokter tersebut, nampak tatapan mata sang Dokter tertuju pada wajah pucat dari sang pria.
"Tenanglah Tuan, kami akan memberikan pertolongan, sebentar anda tenang.. tenang dan duduklah." ucap Dokter tersebut.
"Kau gila ya, menyuruhku tentang. Lihatlah istriku ini sedang terluka tahu, kau ingin aku pukul kepalamu memakai kursi!" seru Antonio yang semakin menjadi-jadi karena melihat darah Bella semakin banyak.
"Kalau Anda menarik bajuku seperti ini, maka aku tidak akan bisa untuk mengobati istri anda. Sebaiknya anda tenang!" ucap dokter pria tersebut. Sedangkan Bella nampak dia menggelengkan kepala dan menarik tubuh Antonio.
__ADS_1
"Kau ini mau membunuhku ya, hingga kau melakukan hal itu!" seru Bella.
Tatapan mata Antonio beralih kepada Bella, pria itu menatap istri kontraknya dengan tatapan kebingungan.
"Mengapa kau mengatakan hal itu, Lihatlah Dokter ini tidak segera mengobatimu!" seru Antonio. nampak Bella menghela nafasnya secara kasar.
"Bagaimana mungkin pria itu akan mengobatiku, kalau kau terus menarik-narik dan mendorong tubuhnya!" seru Bella. Antonio langsung menghentikan langkahnya dan membiarkan sang dokter merawat tangan Bella yang terluka.
"Apa yang terjadi Nyonya, Kenapa tangan Anda terluka?" tanya sang dokter kepada Bella. nampak Bella enggan menjawabnya.
"Ini tadi saya mengalami kecelakaan dokter." jawab Bella dengan sangat lembut. nampak Antonio langsung menengahi mereka berdua karena Bella tersenyum kepada sang dokter.
"Bisa cepat tidak dokter, kau ini lambat sekali seperti keong!" seru Antonio yang merasa sang dokter memperlambat pekerjaannya.
"Saya ini sedang menjahit tangan istri anda Tuan, sebaiknya Anda diam dan menunggu." ucap sang dokter dengan sopan.
"Bagaimana aku bisa menunggu, Bagaimana aku bisa sabar.. Lihatlah tangan Istriku itu terus mengeluarkan darah!" seru Antonio yang semakin menjadi seperti orang gila. nampak bela langsung memukul Antonio dengan salah satu buku yang ada di meja dokter.
"Kau bisa diam tidak, kau ini sangat mengganggu. Kalau kau terus mengganggu lebih baik kau tinggalkan klinik ini!" seru Bella yang merasa risih dengan singkap Antonio.
"Iya.. Iya, aku tahu. aku akan diam." jawab Antonio yang kemudian duduk dan mengarahkan matanya entah ke mana. tatapan mata Antonio seperti tatapan seorang bocah kecil yang sedang mencari makanan yang ada di sekitarnya, nampak kakinya terus dihentakkan ke tanah seperti seorang bocah sedang marah dengan ibunya.
__ADS_1
** bersambung **
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih 🤗👍👍👍❤️❤️❤️🤗😊