
* Hotel Kingdom..
Terlihat malam ini Isabella dan Antonio telah menghadiri acara bisnis di sebuah hotel, terlihat Hotel itu begitu mewah dengan fasilitas yang juga sangat mewah. hotel Kingdom menjadi tempat pertemuan bisnis Isabella dan Antonio untuk rekan-rekannya. sepasang suami istri itu tahu kalau tidak hanya rekan bisnis mereka yang akan datang, mungkin para musuh-musuh mereka juga akan datang untuk bertemu dengan mereka.
Terlihat disana Barbara sudah berdandan senatural mungkin, karena dia ingin bertemu dengan seorang pria yang sudah dijanjikan oleh Isabella.
"Nyonya, saya datang!" seru Barbara yang telah masuk ke dalam hotel. terlihat Isabella menatap Barbara dengan tatapan yang begitu penyelidik.
"Cantik." ucap Isabella yang kemudian mengajak Barbara memasuki ruangan itu. Tak lama kemudian nampak Isabella memperkenalkan Barbara kepada salah satu rekan bisnisnya.
"Tuan Julio, perkenalkan dia adalah sekretaris Saya, Barbara." ucap Isabella yang memperkenalkan Barbara kepada salah satu rekan bisnisnya.
Nampak Barbara sangat takjub melihat pria yang ada di depannya, walaupun usianya sudah 40 tahun terlihat pria itu begitu menawan.
Setelah memperkenalkan Barbara dengan salah satu rekan bisnisnya, akhirnya Isabella dan Antonio pergi ke suatu tempat. terlihat disana beberapa rekan bisnis Isabela yang berasal dari bisnis bawah tanah bermunculan ke permukaan.
"Halo Miss Isabella!" seru salah satu pria yang telah datang ke hotel Kingdom. sedangkan Antonio nampak pria itu menatap pria yang sedang berjabat tangan dengan sang istri.
"Hai sayang, perkenalkan dia adalah tuan Rodrygo. partner bisnis dari tuan Carlos." jawab Isabella. Tak lama kemudian beberapa pria bermunculan pria setengah baya dengan raut wajah yang begitu mempesona.
Semakin malam para pembisnis bawah tanah telah keluar dan bercampur dengan para pembisnis dari atas tanah. mereka semua nampak bergabung tanpa mengetahui satu persatu dari pembisnis itu.
__ADS_1
"Silakan kalian memasuki kamar kalian masing-masing, karena kita harus membicarakan pertemuan besok!" seru salah satu pembisnis yang memberikan undangan kepada para pembisnis yang lain.
Akhirnya seluruh pembisnis masuk ke ruang kamar Mereka masing-masing, terlihat Antonio dan Isabella berjalan beriringan. nampak tatapan mata beberapa pria menatap Isabella dengan tatapan wajah yang begitu terpesona.
544, itu adalah kamar milik Isabella dan Antonio. sepasang suami-istri itu memasuki ruangan itu.
"Hah... capek sekali ya sayang." ucap Antonio kepada Isabella.
"Apakah kau mau aku pijit." canda Isabella yang kemudian mendorong tubuh Sang suami hingga terjatuh di atas ranjang.
"Tentu saja aku akan dengan senang hati menerima semua pijatan mu." ucap Antonio Hal itu membuat Isabella tersenyum kepada sang suami.
Nampak Antonio langsung melakukan serangan, Setelah sekian lama dia belum menyentuh istrinya karena kondisinya yang belum sembuh secara total.
"Aku begitu merindukanmu." ucap Antonio yang kemudian memberikan kecupan dibibir dan tubuh Isabella. nampak suara desahan Isabella lolos begitu saja saat dirinya beradu ciuman dengan sang suami.
"Aku akan memberikanmu kenikmatan yang selama ini tidak bisa kuberikan." ucap Antonio yang kemudian memberikan serangan kepada sang istri. nampak Isabella hanya mendesah.
Nampak wanita itu tidak bisa menekan gairahnya, Entah berapa lama dia telah kehilangan sang suami dan Entah berapa lama dia begitu merindukan belaian suaminya itu. suara desahan mereka berdua nampak mengalun indah di dalam ruangan itu.
Kehangatan yang diberikan oleh sepasang suami istri itu membuat Isabella dan Antonio terus mengejar pencapaian yang ingin mereka dapatkan. suara desahan terus mengalun dari bibir Isabela dan Antonio. keringat telah membasahi tubuh mereka yang diikuti suara rintihan nikmat yang keluar dari sepasang suami istri itu. gerakan yang erotis membuat Isabella tidak bisa menahan desahan di mulutnya, begitu nikmat itu adalah kata yang tertahan di dada Isabella. Hal itu membuat Antonio tersenyum saat melihat ekspresi kenikmatan yang dikeluarkan oleh sang istri.
"Apakah kau merindukanku, istriku?" tanya Antonio.
__ADS_1
Nampak Isabella menganggukkan kepalanya sembari memeluk tubuh Sang suami.
"Aku akan memberikanmu kenikmatan yang selama ini tidak bisa kuberikan." ucap Antonio yang kemudian menggerakkan tubuhnya hingga membuat Isabella tidak bisa menahan gejolak di tubuhnya.
Suara Erangan dan desahan begitu panjang hingga membuat sepasang suami istri itu mencapai titik nikmat pelepasan mereka.
"Kau begitu menggairahkan, suami Ku." ucap Isabella yang membuat antonio memberikan ciuman kembali. sebuah ciuman yang begitu berhasrat, hingga membuat Isabella tidak mampu untuk menolak kenikmatan yang diberikan oleh sang suami. malam telah menunjukkan gairah nya, Hingga membuat sepasang suami istri itu terlelap setelah melakukan pelepasan mereka.
Alunan cinta yang malam membuat sepasang suami istri itu terlelap, hingga malam telah menunjukkan sinar rembulan yang membawa pada mimpi mereka.
Pagi telah menunjukkan rona sinar matahari nampak sang Sinar telah memasuki jendela kamar mereka.
Uhhhh...
Suara desahan Isabella ketika tubuhnya digerakkan, nampak wanita itu menatap sang suami yang masih terlelap di sampingnya. nampak Antonio tidak ingin melepaskan tubuh sang istri.
"Suamiku, ayo bangun. kita harus mandi." ucap Isabella kepada Antonio. nampak pria itu menggelengkan kepala sembari memberikan sentuhan nakal di tubuh sang istri.
"Sayang Jangan lakukan itu, nanti aku malah tidak bisa bangun dan menghadiri rapat para pimpinan direksi perusahaan loh." ucap Isabella yang kemudian mengajak sang suami mandi.
Ritual mandi mereka harus berlanjut pada serangan Antonio yang melanjutkan ritual malam mereka, nampak pria itu terus memberikan serangan kepada Isabella hingga Isabella harus mengerang kenikmatan di dalam kamar mandi.
15 menit kemudian
__ADS_1
Akhirnya Isabella dan Antonio telah keluar dari kamar mandi, nampak mereka berdua tersenyum bahagia setelah melakukan pemanasan di kamar mandi.
** bersambung **