AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
EX P.7 sibocil


__ADS_3

Keesokan hari


Terlihat kedua anak Isabella terus membuat rencana agar pengasuhnya itu kapok karena dia berusaha mencuri Papa mereka.


"Lihat saja, bakal aku kerjain dia. sampai dia menangis sambil merangkak." ucap Aselia yang kemudian membuat pengasuhnya itu kalang kabut karena tiba-tiba ada kecoa yang masuk ke dalam tubuhnya.


Aaaaaa!!!!


Lesti berteriak sejadi-jadinya saat dia melihat ada kecoak yang sudah memasuki tubuhnya. bahkan tidak hanya satu kecoak saja, sekitar 5 kecoak itu tiba-tiba sudah merambat ke dalam tubuhnya. Hal itu membuat Lesti langsung jingkrak-jingkrak seperti wanita gila.


"Ha-ha-ha.. rasain kamu, berani kamu menggoda papa aku. akan ku kerjain kamu sampai nangis sambil merangkak." ucap Aselia yang kemudian menarik tangan Aska.


"Kenapa tidak tikus saja?" tanya Aska kepada Aselia.


"Aku tidak berani sama tikus." jawab Aselia.


"Bagaimana kalau nanti malam kita masukkan tikus aja ke dalam kamarnya." ucap Aska kepada Aselia. Gadis itu menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia melihat pengasuhnya itu masih berteriak karena begitu banyak kecoak yang ada di kamarnya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Antonio kepada Isabella.


"Memangnya ada apa?" jawab Isabella yang berada ada di ruang makan.


"Itu.. pengasuh anak-anak Kenapa berteriak terus?" tanya Antonio kepada Isabella.


"Memangnya aku mengerti, dari tadi kan aku bersamamu." jawab Isabella.


Terlihat wanita itu tertawa terbahak-bahak dalam hati saat kedua anaknya itu terus mengganggu Lesti.


"Apa dia mengalami gangguan mental?" tanya Antonio.


"Mana kutahu." jawab Isabella.

__ADS_1


"Apakah kita harus melihatnya?" tanya Antonio kepada sang istri.


"Buat apa?" tanya Isabella balik.


"Lah.. kalau dia mengalami depresi Bagaimana? sedangkan dia itu kan mengasuh anak-anak kita." ucap Antonio yang menatap sang istri.


"Biarkan saja, kemungkinan dia takut dengan sesuatu." jawab Isabella.


Antonio menganggukkan kepalanya, dia tidak ingin bertengkar akan sesuatu, apalagi karena satu perkataan Isabella tidak akan mampu membuat Antonio berkutik.


Terlihat Antonio menatap sang istri, sebuah senyum telah mengukir disana. sesaat kemudian Antonio mulai sadar kalau ada sesuatu itu yang telah membuat istrinya itu mulai jahil.


"Apakah ada sesuatu?" tanya Isabella kepada suaminya


"Seharusnya aku yang bertanya, sayang. Apakah ada sesuatu hingga membuatmu tersenyum?" tanya Antonio balik


Isabella hanya tersenyumz sesaat kemudian wanita itu mencubit pipi sang suami.


"Jangan banyak bicara nanti malam akan kuberi kau olahraga malam sampai kau puas." ucap Isabella yang membuat wajah Antonio langsung bahagia, seolah dia mendapatkan jackpot.


"Kenapa tidak?" jawab Isabella yang membuat Antonio langsung mencium pipisan istri dan merambat kemana-mana.


"Kalau anak-anak datang kau harus tanggung akibatnya sendiri." ucap Isabella yang membuat Antonio langsung menghentikan kelakuannya.


Tak lama kemudian ternyata Aska dan Aselia sudah datang ke meja makan tempat kedua orang tuanya.


"Hai sayang!" seru Isabella.


"Hai Mama, Hai Papa." jawab Aselia dan Aska.


"Kalian dari mana?" tanya Antonio.

__ADS_1


"Habis main-main Pa." jawab Aselia.


"Main ke mana?" tanya Antonio kembali.


"Rahasia dong Pa.." jawab Aselia yang kemudian tersenyum kepada Mamanya. terlihat Antonio tahu isyarat senyum kedua wanita itu.


"Aska dari mana?" tanya Antonio kepada putranya.


"Habis main Pa." jawab Aska.


"Main kemana?" tanya Antonio kembali.


"Papa kenapa tanya terus sih, aku ini habis main main sama Aselia sekarang Aku lapar." jawab Aska yang kemudian mengambil makanan. Isabella tersenyum kepada kedua anaknya itu.


"Apakah Papa ketinggalan sesuatu?" tanya Antonio kepada anak-anaknya.


"Papa selalu ketinggalan sesuatu, Aselia sebel sama Papa." jawab Aselia yang membuat Antonio malah kebingungan.


"Memangnya papa habis melakukan apa?" tanya Antonio kepada putri kecilnya itu.


"Papa jahat, papa mau cari pacar lagi ya!" seru Aselia yang membuat Isabella langsung tersedak. Bagaimana tidak kata-kata yang dikeluarkan oleh bocah kecil itu malah seperti duri yang akan menusuk leher.


"Memangnya kenapa Papa harus cari kekasih?" tanya Antonio kepada putri kecilnya.


"Masa ada wanita yang suka sama Papa, Papa diam aja sih!" seru Aselia yang marah sambil menunjuk Papanya dengan sendok yang ada di tangannya. Antonio sangat terkejut, sesaat kemudian pria itu menatap sang istri yang membuat Isabella hanya mengangkat kedua tangannya.


"Papa, sebaiknya Papa diam aja ya. Aselia itu lagi marah sama papa, kalau Papa banyak bicara malah dia semakin marah sama papa." ucap Aska yang membuat Antonio langsung menganggukkan kepalanya.


Sudah terlihat jelas kalau gadis kecilnya itu sedang marah padanya, entah apa yang membuat gadis kecil itu marah kepada Antonio.


"Aselia, memangnya papa melakukan kesalahan apa?" tanya Antonio kepada putri kecilnya.

__ADS_1


"Aska mau mengerjakan PR dulu, kalau pr-nya sudah selesai nanti Aselia sama Aska kasih tahu Papa!" seru Aselia yang kemudian melanjutkan makannya. terlihat kalau gadis kecil itu benar-benar tidak ingin mengatakan sesuatu kepada Antonio.


** bersambung **


__ADS_2