
"Cepat suruh dia turun, karena kalau tidak aku sendiri yang akan naik untuk menyeretnya." perintah Antonio kepada salah satu pelayan wanita untuk menyuruh Bella turun ke ruang makan. pelayan wanita langsung bergegas untuk ke ruangan Bella, karena dia tidak mau menjadi pelampiasan kemarahan jika tuannya tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.
Tok..
Tok..
Tok..
salah satu pembantu mengetuk pintu kamar Bella, terlihat Bella tidak mengacuhkan suara dari pintu kamarnya.
"Non Bella..non Bella!" seru salah seorang pembantunya yang bernama Bik Sri.
Pembantu wanita itu khusus dibawa oleh Antonio dan Paman Ridwan ke Paris karena dia adalah salah satu wanita tua yang berjasa telah menolong almarhum ibu Antonio.
"..." tidak ada sahutan dari dalam kamar Bella,
Tok..
Tok..
Tok..
Buk sri mengetuk pintu Bella kembali.
tak berapa lama kemudian...
Ceklek..
__ADS_1
pintu kamar Bella terbuka.
"Ada apa baik?" tanya Bella.
"Non Bella di tunggu tuan Antonio." jawab baik Sri.
"Memang nya ada apa?" tanya Bella kepada bik Sri.
"Sebaiknya kau turunan non Bella, karena tuan Antonius sedang menunggumu. Kalau tidak dia sendiri yang akan menarikmu dari kamar ini. begitu yang dia ucapkan." ucap bik Sri kepada Bella.
Saat mendengar perkataan dari wanita yang ada di hadapannya, Bella langsung bergegas menemui Antonio. karena terlihat Wanita itu sangat marah saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh bik Sri.
Brakkk..
Bella langsung menggebrak tempat meja makan yang di sana masih ada paman Ridwan dan Antonio. Antonio sangat terkejut saat dirinya hendak memasukkan makanan ke mulutnya, tiba-tiba mejanya digebrak oleh seorang wanita yang sangat marah kepadanya.
"Kau ini tidak punya sopan santun ya, ada orang yang sedang makan kau gebrak meja nya!!" seru Antonio. nampak Bella langsung melotot kepada pria itu, Sedangkan Paman Ridwan melihat Bella sudah banyak berubah tidak seperti 2 bulan yang lalu.
"Memangnya siapa yang kusuruh untuk menakutimu?" tanya Antonio kepada Bella.
"Kau jangan pura-pura ya, bik Sri kau suruh untuk ke tempatku ku hingga aku takut begitu!" seru Bella.
"Heh...mengapa kau berani sekali padaku?" tanya Antonio kepada Bella.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh berani padamu?!" tantang Bella.
"Memangnya apa yang diajarkan oleh Aslan kepadamu, hingga kau seperti seorang wanita preman sekarang ini?" tanya Antonio kepada Bella.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh seperti preman?" tanya Bella balik.
__ADS_1
"Kau ini dibilangin malah terus ngeyel." ucap Antonio yang ingin marah kepada Bella.
"Kau itu menyebalkan, bahkan lebih menyebalkan daripada preman pasar!!" seru Bella kepada Antonio.
Nampak Paman Ridwan menatap gadis yang sekarang menjadi seorang gadis yang pemarah, perdebatan kedua insan itu seperti tontonan yang menarik bagi Paman Ridwan.
"Apakah kalian ingin bertengkar seperti ini, kau kira aku ini tidak ada apa? hingga kalian berantem di depanku." ucap Paman Ridwan yang membuat Bella langsung menatap pria tua itu.
"Maaf paman, aku tadi tidak melihatmu." ucap Bella sambil tersenyum kepada pria itu.
"Bella, sebaiknya kau makan dahulu. setelah kau makan kau boleh berantem dengan pria ini. kau bebas melakukan apapun karena aku akan mendukungmu." ucap paman Ridwan yang membuat Antonio langsung melotot kepada pria tua yang ada di sebelahnya.
"Memang Paman Ridwan is the best." ucap Bella yang kemudian duduk di samping Paman Ridwan.
"Kenapa kau duduk di sana!" seru Antonio kepada Bella.
"Aku duduk di mana saja itu terserah aku, karena ini adalah sendiri tubuhku sendiri. jadi tidak usah main perintah kepadaku!" Seru Bella yang mendudukkan dirinya di samping Paman Ridwan.
Paman Ridwan tersenyum karena sifat baru dari gadis yang dulu selalu disiksa oleh Antonio.
Ritual makan malam itu menjadi ajang bertengkar Antonio dan Bella, bahkan Paman Ridwan tersenyum kepada Bella karena dia merasa Gadis itu akan membuat Antonio bahkan lebih bertekuk lutut padanya.
"Oh ya Bella, apakah kau senang bekerja dengan Aslan?" tanya Paman Ridwan kepada Bella.
"Tentu saja Paman, karena pria itu sangat baik padaku. Bahkan dia adalah pria yang terbaik yang ada di dunia ini." jawab Bella dengan wajah yang tersenyum kepada ada paman Ridwan.
Sedangkan Antonio yang mendengar hal itu, nampak matanya melengos seperti seorang pria yang kebakaran jenggot. Bahkan bukan hanya kebakaran jenggot, pria itu seperti seseorang yang mendengarkan istrinya berselingkuh di hadapannya.
** bersambung ***
__ADS_1
Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih 🤗🤗❤️❤️❤️👍👍👍👍🤗🤗