AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Jebakan Aslan


__ADS_3


Akhirnya Isabella bersedia untuk diantar Aslan pulang ke rumahnya, walaupun hatinya tetap tidak menyukai pria itu.


Aslan begitu bahagia saat Isabella menerima ajakannya untuk mengantar Isabella pulang, pria itu tahu kalau Isabella tidak begitu menyukainya. namun yang penting wanita itu mau menerima dia untuk mengantarkannya pulang.


Entah mengapa pikiran Isabella hari ini tidak enak, apalagi saat dia berada di samping Aslan. nampak Isabella menjaga jarak dengan pria itu, Dia takut kalau Aslan telah merencanakan sesuatu.


"Aku yakin pria ini telah merencanakan sesuatu, aku tidak boleh lengah. Karena aku tahu seperti apa pria ini." ucap Isabella.


Nampak di tengah perjalanan, Isabella tiba-tiba merasa haus.. entah apa yang terjadi wanita itu merasa tenggorokannya gatal, sesaat kemudian Isabella meminta Aslan untuk menepikan mobilnya untuk mencari minimarket yang terdekat.


"Bisa tolong kau tepikan mobil ini, karena aku ingin mencari air mineral." ucap Isabella.


"Memangnya ada apa?" tanya Aslan.


"Entahlah, tiba-tiba tenggorokan ku kering." ucap Isabella.


"Baiklah kalau begitu." jawab Aslan.


Akhirnya Aslan menepikan mobilnya dan mencari minimarket terdekat, terlihat pria itu mencekal tangan Isabella saat wanita itu hendak menuju minimarket.


"Kau mau kemana?" tanya Aslan.


"Aku mau membeli air mineral." jawab Isabella.


"Kau tidak usah ke sana, biar aku yang belikan." Aslan langsung keluar dari mobilnya, tampak pria itu menuju minimarket yang tidak terlalu jauh dari tempatnya memarkir mobil.


Isabella tidak terlalu percaya dengan Aslan, wanita itu malah mengikuti Aslan yang sudah memasuki minimarket.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Aslan kepada Isabella.


"Aku ingin mencari makanan ringan." jawab Isabella yang mencari alasan.


"Memangnya kau mencari apa?" tanya Aslan.


"Aku mau cari keripik." jawab Isabella.


"Kau suka makan keripik?" tanya Aslan.


Isabella menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu langsung mengambil 2 bungkus keripik berukuran jumbo.


Isabella hendak membayar barang yang telah diambil, tampaknya Aslan langsung menyingkirkan uang Isabella.


"Jadi satu saja sama ini, biar aku bayar." ucap Aslan. Isabella mengangguk saja, toh uang hanya segitu tidak akan mungkin membuat pria kejam ini bangkrut.


"Terima kasih." ucap Isabella yang kemudian mengambil air mineral yang dibawa oleh Aslan. nampak pria itu meminum salah satu botol yang dibeli dari minimarket.


"Entahlah, tiba-tiba aku begitu kehausan." jawab Isabella sesaat kemudian nampak Isabella merasakan pening di kepalanya.


"Kenapa tiba-tiba kepalaku jadi pusing seperti ini?" ucap Isabella yang mencoba untuk memijat keningnya.


Sesaat kemudian Isabella begitu terkejut, karena dia yakin kalau Aslan telah mencampurkan sesuatu ke dalam minuman itu. Isabella melirik Aslan, nampak pria itu menatap jalan yang ditujunya.


"Aku yakin kalau pria ini telah mencampur sesuatu ke dalam minuman ku, tidak mungkin air mineral bisa membuat orang menjadi pusing seperti ini." ucap Isabella kembali sesaat kemudian Isabella menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


"Ada apa?* tanya Aslan. Isabella menggelengkan kepalanya.


"Lalu Kenapa mukamu seperti itu?" tanya Aslan kembali.

__ADS_1


"Entahlah, kepalaku jadi pusing." jawab Isabella. nampak Aslan sedikit tersenyum. karena beberapa tetes obat telah dia masukkan ke dalam air mineral yang telah dia bawa sebelum bertemu dengan Isabella.


"Apakah air mineral milikmu tidak terasa aneh?" tanya Isabella.


"Tidak, Coba saja." Jawab Aslan. nampak Isabella mengambil air minum yang ada di tangan Aslan, Isabella meminum air mineral itu. nampak rasanya sama. namun Entah mengapa Isabella merasa pusing, wanita itu tetap yakin kalau Aslan telah memasukkan sesuatu ke dalam minuman yang dimiliki oleh Isabella.


"Bisa tepikan mobilnya, tidak?" ucap Isabella yang meminta Aslan untuk menepikan mobilnya.


"Memangnya ada apa lagi?" tanya Aslan.


"Sebaiknya Aku menelpon salah satu supir yang ada di rumah ku." ucap Isabella.


"Memangnya kenapa?" tanya Aslan.


"Tidak apa-apa." jawab Isabella. nampak Isabella mencoba membuka pintu mobil Aslan seketika...


Tek..


Ternyata mobil yang dinaiki Isabella tiba-tiba terkunci dengan sendirinya, Isabella menatap Aslan. nampak jelas di sana pria itu masih fokus menatap jalan.


"Dasar pria berengsek, Apa yang hendak kau lakukan padaku!" seru Isabella.


"Aku tidak akan melakukan apapun padamu, namun aku akan membuatmu menjadi milikku." jawab Aslan yang membuat Isabela menatap pria tua itu.


"Aku tidak akan pernah membuatmu memiliki ku, bahkan antonio yang sangat kejam pun dia tidak pernah memiliki rencana untuk membunuh ku. namun kau yang selalu mengatakan cinta padaku Ternyata kau malah membiarkan aku merasakan penderitaan sebelum kematian." ucap Isabella di selah selah kepalanya yang semakin berat.


"Aku tidak peduli, namun yang jelas kau harus menjadi milikku. aku tidak bisa melihatmu bersama pria lain ataupun kau memiliki hubungan dengan pria lain." ucap Aslan. Isabella terus memegang kepalanya semakin lama semakin kepalanya terasa berat.


"Bermimpilah, karena aku tidak akan mau untuk menjadi milikmu!" seru Isabella yang kemudian mencoba membuka pintu mobil Aslan.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2