
"Kami akan menjamin keselamatan mu." ucap Isabella yang kemudian memeluk wanita itu. akhirnya mereka telah menemukan titik terang di mana keberadaan suami mereka.
Akhirnya Bella dan indah begitu bahagia saat mendapatkan kabar mengenai keberadaan sang suami, hati mereka begitu bahagia.. apalagi mereka tahu kalau sang Suami benar-benar masih hidup. namun yang membuat mereka sedih adalah Di mana keberadaan sang suami, itu merupakan tanda tanya yang harus bisa diungkapkan oleh Bella dan indah.
Hari demi hari dilalui Bella dan indah untuk mencari keberadaan sang suami, terlihat Indah sedikit capek karena dia telah mengandung.
Satu minggu kemudian
Nampak Isabella kepalanya terasa pusing, wanita itu rasanya tidak bisa memikirkan sesuatu lagi. mereka tahu kalau sang Suami masih hidup, namun jalan itu terasa buntu saat mereka benar-benar tidak bisa mengetahui Di mana keberadaan sang suami.
Sesaat kemudian nampak Bella menghentak-hentakkan tangannya, sembari wanita itu membuka laptopnya dan mencetak beberapa foto mengenai kejadian itu.
"Aku harus istirahat dahulu, Kalau aku terus memaksakan keadaan ku seperti ini.. aku yakin kalau aku bakal menjadi penghuni rumah sakit." ucap Isabella yang kemudian duduk di sofa sembari selonjoran.
Hal itu membuat Isabella menghela nafasnya sangat kasar, Tak lama kemudian nampak Jimmy telah mengetuk pintu kantor Isabella.
Tok..
Tok..
"Masuk!" seru Isabella yang mempersilahkan salah satu karyawannya yang ingin menemuinya. terlihat jelas di sana Jimmy sudah masuk dengan membawa makanan ringan, dan makanan berat yang lain sembari membawa jus dan air mineral dingin.
"Temani aku makan Jimmy otakku terasa buntu." ucap Isabella kepada Jimmy. nampak Jimmy menganggukkan kepalanya,
Sesaat kemudian ponsel Jimmy nampak berdering.
"Angkatlah ponselmu Jimmy, pasti Lisa sedang menelponmu." ucap Isabella kepada Jimny. nampak wajah Jimmy langsung bersemu merah, karena Isabella tahu kalau Jimmy sedang berhubungan dengan Lisa.
"Maaf Nyonya, saya angkat teleponnya dulu." ucap Jimmy. nampak Isabella menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Jimmy untuk mengangkat telepon dari Lisa.
10 menit kemudian
__ADS_1
Jimmy memasuki ruangan tersebut, terlihat di sana Isabella telah memakan dan meminum air mineral tersebut.
"Dingin sekali otakku, Jimmy." ucap Isabella sembari menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Nyonya tidak apa-apa?" tanya Jimmy.
"Rasanya Nyawaku tinggal separuh Jimmy."ucap Isabella lagi.
"Memangnya ada apa, Nyonya?" tanya Jimmy.
"Kau tahu kan seperti apa." jawab Isabella. nampak Jimmy mengangguk-anggukan kepalanya, sesaat kemudian Jimmy melihat beberapa lembar foto di meja kerja Isabella.
"Foto Siapa nyonya?" tanya Jimmy.
"Itu foto-foto yang aku cetak dari video wanita itu." jawab Isabella.
Akhirnya Jimmy dan Isabella melanjutkan ritual makan mereka, Tak lama kemudian Isabella terduduk sembari menulis beberapa nama klien mereka.
"Jimmy, Apakah kau pernah mendengar dari Paman Ridwan mengenai para klien atau rekan bisnis suamiku dan Paman Ridwan?" tanya Isabella kepada Jimmy.
"Kalau begitu minta Jordan kemari." ucap Isabella yang kemudian meminum jus jeruk dingin, terasa wanita itu menikmati sebotol jus jeruk yang begitu membuatnya lega.
Tak lama kemudian nampak Jordan telah sampai di kantor Isabella.
"Duduklah Jordan." seru Isabella. nampak Jordan menatap sebuah meja yang dipenuhi oleh makanan, namun makanan itu sudah tersisa setengah.
"Kau mau makan, makanlah dulu." ucap Isabella. tanpa merasa malu Jordan langsung meminum air dingin dan memakan beberapa makanan masih yang masih tertutup rapat, nampak sekali Isabella menatap wajah pria itu. karena Jordan sekarang telah menggantikan semua pekerjaan Paman Ridwan, Hal itu membuat Jordan tidak punya waktu untuk mencari kesenangan.
"Apakah kau sudah kenyang, Jordan?" tanya Isabella. Jordan menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Isabella mengambil sebuah kertas dan bolpoin.
"Untuk apa, Nyonya?" tanya Jordan.
"Tulis semua rekan bisnis dan relasi bisnis suamiku dan Paman Ridwan." ucap Isabella.
__ADS_1
"Untuk apa?" tanya Jordan.
"Sudah kau tidak usah tahu, yang penting kau tulis semua nama-nama relasi bisnis dan rekan-rekan bisnis suamiku. karena aku yakin salah satu diantara mereka adalah tersangkanya." jawab Isabella.
Akhirnya Jordan menuliskan beberapa nama.
- Jhon Simson.
- Hatake nobutsu.
- Mike Lewis.
- Alamsyah Yunus
- Malik Ibrahim
Begitu banyak nama yang ditulis oleh Jordan, hingga Hal itu membuat Isabella kepalanya semakin pusing.
"Banyak sekali Jordan, ini namanya siapa saja yang kau tulis?!" seru Isabella sambil marah-marah.
"Katanya tadi Nyonya suruh menulis semua relasi bisnis dan rekan bisnis Tuan Antonio dan Tuan Ridwan." jawab Jordan.
"Tapi ini hampir 100 orang Jordan, kau ingin membunuhku!" seru Isabella. nampak Jordan hanya menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Isabella mencurigai beberapa nama yang dilingkari.
- Malik Ibrahim
- Mike Lewis
- Nike faherson
- Gunawan Syah
"Coba kau selidiki orang-orang itu, Jordan. minta para detektif Yang aku bayar untuk menyelidiki orang-orang tersebut, selain itu bawa laporan itu kemari. karena aku yakin salah satu anak buah dari pengusaha itu menculik suamiku dan Paman Ridwan."ucap Isabella.
__ADS_1
** bersambung **