AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Sifat pemarah Antonio


__ADS_3

1 Bulan kemudian


1 bulan sudah Bella merawat Antonio, gadis itu dengan telaten merawat pria lumpuh itu.


Bella sudah terbiasa dengan sikap keras angkuh dan kasar Antonio, namun Bella tetap tidak pernah mengeluh sama sekali. entah karena sudah capek atau sudah terbiasa, namun gadis itu tidak pernah sama sekali menolak perkataan Antonio saat ini.


Bella..


Bella..


Bella..


Nampak gadis itu telah datang dari kamarnya setelah mendengarkan teriakan Antonio.


Ceklek


Pintu kamar Antonio yang dibuka oleh Bella.


"Ada apa Antonio." tanya Bella kepada pria itu. Bella melihat Antonio berusaha menggerakkan kakinya.


"Cepatlah kemari! aku mau jatuh." seru Antonio kepada Bella.


"Memangnya Apa yang telah kau lakukan? hingga kau mau terjatuh dari ranjangmu." tanya Bella sambil mengerutkan dahinya.


Bella nampak meliha tubuh Antonio sudah berada di tepi ranjang.


"Cepat aku akan jatuh." bentak Antonio kepada Bella.


"Iya sebentar kali." jawab Bella yang kemudian mendekati tubuh Antonio.


"Kau diam! jangan banyak bergerak." perintah Bella yang kemudian naik ke ranjang Antonio.


"Apa yang akan kau lakukan." teriak Antonio yang melihat bela menaiki ranjangnya.


"Kalau aku tidak menaiki ranjangmu dan menarikmu dari atas sini, apa aku harus menggulingkan mu dari tepian ranjang! hingga ke tengah ranjang." tanya Bella kepada pria itu.


Nampak Antonio bingung dengan jawaban Bella.


"Terserah pokoknya cepat." seru Antonio kembali.


Akhirnya Bella menaiki ranjang Antonio dan dia menarik tubuh Antonio, posisi mereka berdua sangat intim. hingga kalau ada yang melihat dikira Bella sedang menindih tubuh Antonio.


"Apa yang kau lakukan." seru Bella ketika merasakan pergerakan tangan Antonio yang mencengkram tangannya.


"Kenapa kok lama sekali." seru Antonio yang kemudian berusaha menggerakkan tubuhnya.


"Kalau kau terus bergerak! nanti aku akan jatuh." jawab Bella.


Sesaat kemudian, perkataan Bella benar terjadi. wanita itu langsung terjatuh karena Antonio terus bergerak dan membuat keseimbangan tubuh Bella menjadi goyah.


"Aaaaa."


"Bruukk."


Bella yang terjatuh di atas tubuh Antonio, nampak pemandangan itu sangat romantis dengan Bella berada di tubuh pria itu.


Pandangan kedua mata mereka saling menatap, hembusan nafas Bella menyentuh wajah Antonio. hingga membuat pria itu merasakan debaran aneh di dadanya.


Nampak sesaat kemudian Bella yang menyadari hal itu dia langsung berdiri karena tidak ingin telinganya rusak karena teriakan Antonio.


"Kenapa kau bisa lancang begitu padaku." seru Antonio yang keras kepada Bella.


"Aku tidak sengaja tahu lagi pula mana mungkin aku mau melakukannya." jawab Bella sambil memicingkan bibir atasnya.

__ADS_1


Nampak Antonio seperti seorang pria yang kehilangan nafasnya, nafas pria itu seperti memburu debaran hatinya berdetak semakin tidak karuan. wajahnya seolah memanas seperti kena air panas.


"Ambilkan aku air." perintah Antonio kepada Bella, karena tubuhnya Tidak seperti biasanya.


"Ya bentar, tubuhmu kan sudah berada ditengah." jawab Bella yang kemudian turun dari ranjang itu.


Nampak Bella berjalan keluar kamar Antonio, berbeda dengan Bella yang bersikap normal-normal saja tidak seperti Antonio.


"Bella." seru paman Ridwan dari luar dapur antonio.


"Paman." jawab Bella.


"Ada apa." jawab Bella lagi.


"Oh ya tadi aku bertemu dengan temanmu, katanya dia ingin menemuimu." jawab Paman Ridwan yang kemudian mendekati Bella.


"Paman kan sudah aku minta membelikan aku ponsel, namun paman tidak membelikan hingga sekarang." cibibir Bella kepada pria setengah baya itu.


"Yah aku lupa." jawab Paman Ridwan sambil cengar-cengir kuda.


"Lalu aku diperbolehkan keluar gitu." tanya Bella kepada paman Ridwan sambil berharap.


Dia akan diperbolehkan untuk keluar dari rumah Antonio.


"Kau tidak akan boleh keluar dari sini, kalau keluar bisa-bisa Antonio marah-marah tidak terkendali." jawab paman Ridwan.


"Lalu aku harus bagaimana." tanya Bella.


"Aku sudah menyuruh temanmu untuk kemari." jawab Paman Ridwan.


"Benarkah." seru Bella yang merasa senang karena karena temannya akan mengunjunginya.


Sesaat kemudian


Benar yang dikatakan oleh Paman Ridwan, Antonio sudah berteriak-teriak seperti orang kesetanan.


"Minta air paman, itu majikan paman seperti orang yang tidak pernah kehilangan suaranya!selalu teriak-teriak saja sampai telinga ku panas mendengarkan teriakannya setiap hari." jawab Bella yang kemudian bergegas ke tempat Antonio.


Nampak pria setengah baya itu menatap punggung Bella yang sudah meninggalkannya.


"Apakah jika Antonio sudah sembuh, bisakah dia melepaskan wanita ini. terlihat dia begitu ketergantungan kepada wanita ini.. tidak melihatnya 5 menit saja dia seperti orang gila yang teriak-teriak tidak karuan." guman Paman Ridwan dalam hati.


Sesaat kemudian nampak Bella membuka pintu kamar Antonio.


Ceklek..


baru sampai di kamar Antonio, Antonio yang sudah melihat kepala Bella baru masuk ke dalam kamarnya. dia langsung berseru keras.


"Ke mana saja kau lama sekali." teriak Antonio kepada Bella.


"Tadi kau minta air, ya aku ambilkan air." Jawab Bella.


"Lalu Mengapa kau lama sekali." tanya Antonio.


"Tadi berbicara sebentar sama paman Ridwan." jawab Bella.


"Mana airnya." seru Antonio.


"Nih." Bella yang memberikan segelas air kepada Antonio.


"Pijat kakiku." perintahan Antonio kepada Bella.


"Iya." jawab Bella.

__ADS_1


" Ada apa." tanya Antonio yang melihat wajah Bella ingin bertanya.


"Kata paman, bulan depan akan ada dokter baru yang akan memeriksa mu." tanya Bella kepada Antonio.


"Iya, kata paman bulan depan akan ada dokter dari luar negeri yang akan memeriksa aku." jawab Antonio setelah meminum air dari Bella.


"Apakah kau sudah merasakan sentuhan." tanya bela kepada Antonio, yang membuat Antonio langsung menoleh kepada Bella.


"Apakah kau berharap secepat mungkin untuk pergi dariku." seru Antonio kepada Bella.


"Ya tidak seperti itu! Aku kan bertanya sudah satu bulan aku merawatmu masa tidak ada kemajuan sama sekali pada tubuhmu." seru Bella kepada Antonio.


"Satu tanganku sudah bisa merasakan kan sentuhan." jawab Antonio kepada Bella.


"Benarkah." jawab Bella yang merasa senang.


Tanpa disadari.. spontan Bella langsung memeluk tubuh Antonio, gadis itu tidak menyangka kalau kabar seperti itu akan membuat Dia sangat bahagia.


Isteri yang berstatus kontrak tidak pernah dibicarakan oleh Bella, Bella melakukan pekerjaannya sesuai dengan perjanjian itu. Bella tidak pernah berharap Antonio akan mengakuinya sebagai seorang istri, karena Bella tahu bagaimana watak pria angkuh yang dirawat.


"Kalau kau terus-terusan memelukku! Kau pasti akan ku lempar." seru Antonio kepada Bella.


Hal itu membuat Bella reflek melepaskan tubuh Antonio.


"Maaf tidak sengaja, aku senang karena kau sudah ada kemajuan." jawab Bella yang kemudian melepas pelukannya.


Sesaat kemudian Bella langsung naik ke ranjang Antonio dan memijat kakinya.


"Apa yang kau bicarakan dengan paman Ridwan." tanya Antonio kepadamu Bella.


"Tadi Paman bilang temanku akan datang kemari." jawab Bella sambil memijat kaki Antonio.


"Kenapa temanmu harus kemari." tanya Anthony kepada Bella.


"Katanya Paman Ridwan..aku tidak boleh keluar dari tempat ini, jadi dia lebih memilih untuk memperbolehkan temanku untuk kemari." jawab Bella yang membuat Antonio menghela nafasnya.


"Jadi Paman Ridwan sudah tahu kalau aku begitu tergantung pada wanita ini." guman Antonio dalam hati.


"Apakah boleh temanku kemari, kalau tidak boleh aku mau izin keluar." tanya Bella kepada Antonio.


"Kau temui saja temanmu disini! kau tidak boleh keluar." jawab Antonio sambil memalingkan wajahnya.


"Aku tidak ingin wanita ini sampai tahu aku begitu tergantung padanya, Kalau tidak dia pasti akan memanfaatkan diriku." guman Antonio dalam hati sambil melirik wajah Bella.


"Terima kasih." jawab Bella yang kemudian tersenyum kepada Antonio.


Hal itu membuat Antonio dadanya berdebar tak karuan.


"Lebih baik temanmu yang kemari, dari pada kau harus menambah jumlah hutangmu karena kau teledor meninggalkanku.'' jawab Antonio yang memalingkan wajahnya.


"Jangan gitu kali, masa aku keluar sehari jumlah hutang akan ditambah." cibir Bella sambil tangannya meremas kaki Antonio.


"Apakah kau ingin mematahkan kaki ku." seru Antonio pada Bella.


Nampak Bella terkaget dengan perkataan Antonio.


"Apakah kau rasakan kakimu tidak mati rasa lagi." tanya Bella kepada Antonio.


Nampak Antonio terkaget karena ucapannya.


"Aku masih belum merasakan aktivitas di kakiku, namun saat melihat ekspresi wajahmu aku tahu kau memijat kakiku dengan keras." jawab Antonio sambil mengelak.


Sebenarnya dokter selalu meminta Bella untuk memberikan sentuhan-sentuhan kepada tubuh Antonio, dan memijatnya di pada titik-titik syaraf tertentu. agar pemulihan pada tubuh Antonio bisa berjalan dengan cepat.

__ADS_1


Saat sore tiba.. vanila telah berada di rumah Antonio, nampak kedua sahabat itu saling melepas rindu, sudah 1 bulan Bella tidak pernah memberikan kabar kepada Vanila. hal itu membuat Vanila kebingungan, apalagi vanilla tidak pernah mengetahui keberadaan tempat Bella bekerja.


Suara canda tawa menggelegar di rumah itu, nampak Antonio mengecek CCTV yang ada di ruang tamu. dia selalu menatap wajah Bella yang tersenyum saat bertemu sahabatnya.


__ADS_2