
Aslan membawa Bella dan Lila ke rumah Neneknya, karena tidak mungkin bagi Aslan untuk membawa kedua Gadis itu ke rumahnya. Karena Aslan tidak ingin merusak nama baik kedua Gadis itu.
Saat mereka berada di dalam rumah sederhana itu, nampak Nenek tua memberikan Bella minuman. Agar Gadis itu lebih tenang, wajah Bella yang sangat muram, yang membuat Nenek tua itu merasa kasihan.
Saat Bella sudah merasa tenang, akhirnya Aslan mengajak Bella berbicara dihadapan Lila. Sedangkan Nenek tua itu membiarkan ketiga orang itu berbicara, karena dia tidak ingin in sesuatu yang jelek terjadi pada Bella.
"Apakah kau sudah merasa baikan, Bella?" tanya Aslan kepada Bella.
"Iya, pak," jawab Bella.
"Bella, apakah..aku bisa menolongmu?" tanya Aslan.
Bella tidak berbicara, namun dia menganggukkan kepalanya.
"Tolong kau ceritakan semuanya padaku," ucap Aslan.
Akhirnya Bella menganggukkan kepala nya.
Sesaat kemudian.
Nampak Bella menceritakan semua yang terjadi, dari awall pertemuannya dengan Antonio, awal kehidupan yang membuatnya menandatangani kontrak kejam itu. awal penderitaan yang membuatnya harus menanggung hutang-hutang orang tuanya.
Setelah mendengar cerita Bella, nampak Aslan dan Lila sangat terkejut. Bahkan Lila yang mendengar cerita Bella, bahkan gadis itu itu hampir terjatuh dari kursi yang dia duduki. mereka tidak menyangka kalau Bella sebenarnya adalah istri kontrak dari Antonio.
Memang sungguh kejam kehidupan ini, namun seharusnya Antonio memperlakukan Bella dengan sewajarnya.
"Apakah kamu mencintai Antonio, Bella?" tanya Aslan kepada Bella. Bella nampak terdiam, lalu dia dia menggerakkan kepalanya. tanda kalau Gadis itu tidak mencintai Antonio.
"Saya hanya ingin melunasi hutang saya, pak," jawab Bella.
__ADS_1
"Apakah kau yakin?" tanya Antonio kepada Bella.
"Tentu pak, tidak mungkin saya mencintai pria seperti dia, dan tidak mungkin juga pria itu mencintai saya." jawab Bella.
Saat mendengar perkataan dari Bella, nampak Aslan sedikit lega. Karena dia ingin mengejar cinta seorang gadis yang sangat ia harapkan, pertemuan pertama mereka membuat Aslan sudah jatuh cinta kepada Bella.
"Mulai sekarang kau tinggal bersama, Nenekku. ada pembantu di sini, Jadi kau tidak usah khawatir," ucapan Aslan kepada Bella.
"Tidak pak, saya harus kembali ke rumah itu. Kalau tidak.. dia akan memenjarakan saya, karena saya tidak membayar hutang-hutang saya," jawab Bella.
"Kalau masalah hutang-hutangmu, aku akan melunasinya. jadi kau tidak perlu khawatir," jawab Antonio.
"Tapi pak, saya tidak mempunyai uang untuk membayar hutang-hutang saya," ucap Bella. sambil menundukkan kepalanya dan meremas kedua tangannya.
"Kau tidak usah khawatir, kau bekerja lah denganku yang rajin. kalau masalah hutang.. kita bahas nanti saja. Sekarang, yang penting kau terlepas dari cengkraman Antonio terlebih dahulu," ucap Aslan.
"Tapi bagaimana kalau pria itu akan memenjarakan saya, pak?" tanya Bella kembali.
Sedangkan Lila yang mendengar percakapan 2 manusia itu, dirinya sangat kebingungan. Dia mengira kalau hidupnya sudah menderita, namun seorang temannya bahkan lebih menderita darinya. Lyla bersyukur karena dia masih merasakan kehidupan sederhana namun penuh arti. sedangkan sahabat yang ada di depannya itu, hidupnya penuh penderitaan yang harus ditanggung karena kesalahan kedua orang tuanya.
"Kenapa kau sangat tegar Bella," tanya Lila kepada Bella.
Saat mendengar perkataan temannya itu, nampak Bella langsung menoleh kepada temannya nya. bibir Bella tersenyum karena Gadis itu tidak ingin terlihat menyedihkan di hadapan orang lain.
"Dengarlah, bel. kita sudah mengatakan kalau kita akan berjuang bersama, Jadi kau tidak perlu khawatir. Mulai sekarang kita ada di bawah perlindungan Tuan Aslan. jadi kita harus berjuang bersama, oke!" seru yang memberi semangat kepada Bella.
Saat mendengar perkataan gadis yang ada di depannya, nampak Aslan tersenyum. dia yakin Lila akan menjadi sahabat terbaik yang dimiliki oleh Bella.
"Terima kasih," ucap Bella.
__ADS_1
Kemudian Gadis itu tersenyum dan memeluk sahabatnya.
"Oya, Kalau kau mau istirahat di sini, sebaiknya kaos istirahat juga Lila, karena sekarang sudah sore. Tapi, kalau kau mau pulang.. maka sopir di tempat ini akan mengantarmu," ucap Aslan kepada Lila.
"Memangnya saya boleh menginap di tempat ini, Tuan?" tanya Lila kepada Aslan.
"Tentu saja, lagi pula Nenek juga kesepian di sini. Tidak ada orang kecuali para pekerja yang ada di rumah ini," jawab Aslan.
Sesaat kemudian.. Nenek Rita yang mendengar perbincangan ketiga orang itu, nampak hatinya sangat terenyuh, saat mendengar cerita dari Bella. Wanita tua itu sangat kasihan kepada gadis yang ada di depannya.
Seorang gadis yang berdiri dengan ketegaran hati yang sangat besar. Kalau kau mau tinggal di sini juga.
"Tidak apa-apa!" seru Nenek Rita kepada Lila.
Sesaat kemudian..
Nenek Rita menghampiri Bella dan mengajaknya ke kamar yang akan ditempati.
"Ayo Bella, ikutlah dengan Nenek. Karena Nenek akan menunjukkan kamar yang cocok untukmu," ucap Nenek Rita. yang kemudian mengajak Bella ke kamar yang telah dia pilihkan.
Ternyata Nenek Rita sudah mempersiapkan sebuah kamar yang akan dihuni oleh Bella. Namun, saat dia telah selesai.. Nenek Rita tidak sengaja mendengar percakapan antara cucunya dengan 2 gadis yang ada di bersamanya.
"Maaf Nek, jika merepotkan Nenek," ucap Bella kepada Nenek Rita.
"Tidak perlu khawatir, lagi pula aku senang kalau ada orang yang yang mau tinggal bersamaku," jawab Nenek Rita.
Entah apa yang yang terjadi, seolah bela mendapatkan sosok orang tua yang selama ini diharapkan. tiba-tiba Bella memeluk tubuh Nenek Rita dengan sangat erat.
"Terima kasih, Nek." ucap Bella kepada Nenek Rita. Sedangkan Lila yang melihat hal itu, sepontan air matanya keluar.
__ADS_1
"Kenapa kalian membuat adegan seperti ini sih. Aku jadi ingin menangis," ucap Lila yang kemudian ikut memeluk Nenek Rita. karena Gadis itu juga tidak mempunyai orang tua.