AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Aku bukan janda


__ADS_3


Serasa hidup Isabella dan indah bagaikan di dalam neraka, setiap hari Isabella berharap mendapat telepon dari sang suami. sedangkan indah wanita itu terus menjaga amanah dari sang suami mengenai kandungannya.


Seorang pria telah datang ke rumah Isabella, yang terlihat Aslan mencoba mendapatkan hati Isabella dengan cara memberikan simpati kepada wanita itu. beberapa pengusaha berdatangan ke rumah Isabella dan Indah, terlihat jelas di wajah mereka rasa duka dan bahagia karena dua pembisnis handal itu telah tiada.


Sudah 2 hari Antonio dan Paman Ridwan meninggalkan istri mereka, rumah mereka telah dipenuhi rangkaian bunga yang bertuliskan ikut berduka cita. namun Isabella selalu menolak dirinya disebut janda Antonio.


Hingga 1 minggu telah berlalu, namun Isabella yakin kalau suaminya itu masih hidup entah dimana keberadaannya.


"Nyonya!" seru seorang pria yang ternyata dia adalah Jimmy, Bobby dan Jordan. ketiga pria yang tinggal di Korea itu telah datang ke tempat Isabella berada.


"Kalian?" ucap Isabella yang begitu terkejut saat melihat kedatangan ketiga karyawan mereka.


"Maafkan kami Nyonya, karena kami baru datang ke tempat Nyonya. kami harus mengurus Semua perusahaan yang dikelola oleh Tuan Antonio dan Tuan Ridwan." jawab ketiga orang tersebut. nampak Isabella menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Isabella mengajak duduk Jimmy, Jordan dan Bobby.


"Kami turut berduka cita, Nyonya." ucap Jimmy. nampak Isabella menggelengkan kepalanya Sambil mengibas-ngibaskan salah satu tangannya.


"Dengarkan Aku, suamiku masih belum meninggal. jangan sampai kalian mengucapkan kata berduka kepadaku." ucap Isabella.


Nampak Jimmy, Bobby dan Jordan mengetahui bagaimana kondisi dari istri majikannya itu.


Hari berjalan hingga telah berganti minggu. aslan begitu bahagia, semua jalan terasa begitu mudah baginya. dia akan memulai untuk mendekati Isabella dengan semua yang telah direncanakan.


"Kau mau ke mana sayang?" tanya salah satu wanita yang sedang bersama Aslan.


"Aku akan ke tempat calon istriku, karena aku akan membuat dia bertekuk lutut padaku dan aku akan segera menikahinya." jawab Aslan yang kemudian memakai pakaiannya dan segera pergi meninggalkan Dona.

__ADS_1


"Dasar pria brengsek, enak sekali habis bercinta denganku lalu pergi dengan seenak jidatnya." gerutu Dona yang melihat Aslan telah pergi dari kamarnya.


Sudah terpampang jelas senyum yang begitu mengembang di bibir Aslan, sudah 1 bulan kematian Antonio. bahkan Isabella sudah pergi ke perusahaan karena kabar perusahaan yang akan mengalami koleg karena kematian Antonio.


"Jimmy beritahu Jordan untuk memegang perusahaan Paman Ridwan, karena Kak Indah tidak begitu mengetahui perusahaan Itu. Jordan pegang perusahaan Isabela army, sedangkan aku dan Jimmy akan memegang induk dari semua perusahaan ini." ucap Isabella yang memberikan perintah kepada 3 pria itu. nampak mereka langsung menganggukkan kepalanya dan pergi ke tempat mereka masing-masing.


"Ada apa Nyonya?" tanya Jimmy kepada Isabella.


"Kelihatannya pria brengsek itu telah memulai rencananya." ucap Isabella.


Belum lama Isabella membicarakan pria itu nampak Aslan sudah berada di luar kantor Isabella.


Tok..


Tok..


Tok..


"Masuk!" seru Isabella.


Akhirnya sekretaris itu masuk.


"Ada apa?" tanya Isabella.


"Nyonya, Maaf di luar ada Tuan Aslan yang ingin bertemu." jawab sekretaris.


Isabella menghela nafasnya secara kasar, sesaat kemudian wanita itu melirik Jimmy yang berada di sampingnya.

__ADS_1


"Kau jangan ke mana-mana, Jimmy. karena pria brengsek itu telah menunjukkan dirinya." ucap Isabella.


Sesaat kemudian Aslan telah memasuki kantor Isabella.


"Selamat pagi, Nyonya Isabella!" seru Aslan kepada Isabella. nampak Isabella tidak menghiraukan sapaan pria itu.


"Apa yang membuat Anda kemari, Tuan Aslan?" tanya Isabella.


"Aku kemari karena ingin menyodorkan beberapa kerjasama dengan perusahaan ini." ucap Aslan. nampak Isabella hanya menyunggingkan bibirnya.


"Mengapa kau tiba-tiba ingin membuat kerjasama dengan perusahaan ini, Bukankah perusahaanmu adalah perusahaan raksasa yang begitu besar?" tanya Isabella kepada Aslan. Aslan tersenyum menatap wanita yang begitu membuat hatinya berdebar itu.


"Aku akan membantumu untuk keluar dari krisis yang dialami oleh perusahaan ini." ucap Aslan kepada Isabella.


"Apakah kau mau bermain-main dengan ku?" tanya Isabella.


"Aku memberikan penawaran padamu, tentu saja dengan beberapa imbalan yang menguntungkanmu dan aku." ucap Aslan.


Nampak Isabella tersenyum, sesaat kemudian wanita itu berdiri hendak meninggalkan Aslan.


"Jimmy kau berdiskusilah dengan pria ini, karena aku harus mendatangi beberapa rapat yang sangat penting." ucap Isabella yang kemudian memakai kacamatanya dan pergi meninggalkan Aslan. nampak sekali pria itu sangat terkejut karena dia langsung ditinggalkan oleh Isabella.


"Silakan Tuan, Saya akan mengurus beberapa perusahaan sebagai pengganti Nyonya Isabella." ucap Jimmy yang kemudian meminta Aslan untuk duduk di kantor Isabella. nampak sekali pria itu tersinggung dengan semua perlakuan Isabella.


"Tidak usah, aku tidak butuh denganmu. yang aku butuh adalah berbicara dengan bosmu!" seru Aslan yang kemudian meninggalkan Jimmy.


** bersambung **

__ADS_1


mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak, Terima kasih telah memberikan dukungannya.πŸ˜ŠπŸ‘πŸ‘πŸ‘β€οΈβ€οΈβ€οΈπŸŽΆπŸ˜Š


__ADS_2