
"Ok, aku pasti akan berkerja sama dengan kalian." jawab Isabella.
Dari hari ke hari Isabella menempa dirinya menjadi sosok wanita yang sangat tangguh, dia harus bisa menyelamatkan keluarganya dari seluruh serangan mafia dan Yakuza.
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Isabella kepada kelompok Yakuza dari pimpinan para tetua.
"Kami diminta oleh para tetua untuk selalu bersama dengan anda." jawab para Yakuza.
"Apakah Jun tahu kalau kalian berada di sini?" tanya Isabella.
"Kami bekerjasama dengan anda, Kami tidak ada hubungan dengan Jun." jawab anak buah Yakuza dari kelompok para tetua.
Terlihat wanita itu sedikit bingung.
"Sama-sama Yakuza tapi jalannya berbeda." ucap Isabella yang kemudian pergi meninggalkan parah anak buah kelompok tersebut.
"Ada apa istriku?" tanya Antonio kepada Isabella.
"Itu para Yakuza itu membuatku bingung." jawab Isabella.
"Memangnya ada apa?" tanya Antonio lagi.
"Apa kau tahu dengan Jun, ternyata anak buah yang barusan datang itu tidak mau dikatakan sama dengan Jun." jawab Isabella.
Nampak Antonio mengerutkan dahinya.
"Maksudmu?" tanya Antonio.
"Entahlah, aku semakin bingung dengan kelompok Yakuza ini. banyak sekali maunya." jawab Isabella.
"Seperti para mafia, mereka juga berbeda jalan pada setiap kelompok." jawab Antonio.
Isabella menganggukkan kepalanya.
"Kau benar suamiku, namun terkadang aku bingung karena mereka selalu membuatku terjebak dalam situasi yang agak rumit. Apalagi aku tidak terlalu fasih berbahasa Jepang, yang aku bisa kan cuma bahasa Inggris terkadang mereka tidak bisa bahasa Inggris." ucap Isabella yang menggambarkan kata-katanya dengan gerakan.
"Jangan terlalu marah seperti itu, istriku. nanti wajahmu ada kerutan." ucap Antonio.
__ADS_1
Isabella langsung melotot kepada sang suami,
"Kau ini suami kurang ajar sekali, mengatakan hal itu padaku. Apakah kau mau aku mengoles wajahku dengan bedak begitu banyak hingga aku menjadi seperti seorang wanita malam." ucap Isabella.
"Jangan istriku, jangan seperti itu." jawab Antonio yang kemudian menarik tangan sang istri.
"Bahwa aku keluar ke taman, Aku ingin jalan-jalan dan mencari angin." ucap Antonio. Isabella mendorong kursi roda Antonio, nampak wanita itu tersenyum kepada sang suami. Karena Wanita itu sangat senang berada di dekat suaminya itu.
"Apakah kau suka?" tanya Isabella.
"Tentu saja aku sangat suka." jawab Antonio.
sesaat kemudian nampak Antonio tidak sengaja menatap blazer yang dipakai oleh sang istri, terlihat di sana tatapan mata Antonio menatap sebuah benda yang dahulu sering dia bawa.
"Apakah kau belajar memakai pistol?" tanya Antonio.
Isabella nampak terdiam, sesaat kemudian wanita itu tersenyum kepada sang suami sembari memegang tangannya.
"Aku hanya ingin berhati-hati, suamiku. karena kita tidak tahu para musuh kita itu seperti apa dan apa yang mereka inginkan." jawab Isabella.
"Semakin hari kau semakin kuat saja, Bahkan kekuatan Dan keberanian mu melebihi aku." ucap Antonio.
"Karena aku harus melindungimu, dahulu Kau melindungiku dengan taruhan nyawa mu saat Aslan ingin membunuhku. Sekarang aku ingin melindungimu sama seperti kau melindungi Ku." ucap Isabella yang kemudian memeluk tubuh Sang suami.
Terlihat Isabella menatap pria itu dan ternyata dia adalah tuan Carlos,
"Tuan Carlos!" seru Isabela yang melihat Tuan Carlos sudah berada di kediamannya.
"Mengapa kau begitu terkejut melihatku, Isabella. Apakah aku tidak boleh ke tempatmu?" tanya Tuan Carlos kepada Isabela.
Nampak Isabela tersenyum kepada pria itu, sesaat kemudian Isabella langsung memeluk tuan Carlos.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Isabella.
"Aku baik-baik saja, Tuan." jawab Isabella.
"Halo Tuan Carlos." sapa Antonio kepada pria tua itu.
Nampak Tuan Carlos menatap suami dari Isabella.
__ADS_1
"Halo Antonio." jawab tuan Carlos.
Tak lama kemudian nampak Isabella telah mengajak sang suami dan Tuan Carlos masuk kedalam kediamannya, terlihat wanita itu mencari keberadaan seseorang.
"Di mana Nyonya Maria?" tanya Isabella.
"Dia masih berada di Meksiko, Aku tidak mau membawanya ke tempat yang berbahaya seperti ini." jawab Tuan Carlos.
Sesaat kemudian nampak Isabella menganggukkan kepalanya, kemudian mereka bertiga pergi ke suatu tempat. ketiga orang itu berbincang santai sembari membicarakan sesuatu yang penting.
"Apakah ada sesuatu yang begitu mendesak?" tanya Isabella.
Nampak pria itu menghela nafasnya secara kasar, sesaat kemudian...
nampak tuan Carlos membicarakan sesuatu mengenai bisnisnya, sesuatu yang sangat fatal yang bisa mencelakainya.
"Lalu, bagaimana bisa aset-aset perusahaan anda sudah berpindah, Tuan?" tanya Antonio.
"Aku juga tidak tahu, sedangkan beberapa waktu yang lalu aset-aset itu masih berada di tempatku." jawab Tuan Carlos.
Nampak Isabella terdiam sembari terus mencerna semua cerita pria itu.
"Apakah salah satu pelayan setia Anda masih berada di rumah Anda?" tanya Isabella.
"Memangnya ada apa, Isabella?" tanya Tuan Carlos.
"Saya hanya bisa memikirkan 2 orang yang bisa mengambil dokumen-dokumen perusahaan anda." jawab Isabella.
"Apa maksudmu, Isabella?" tanya Tuan Carlos yang sedikit kebingungan dengan kata-kata Isabella.
"1. salah satu orang kepercayaan Anda yang menghianati Anda, 2. Maafkan aku Tuan Carlos, pasti ada seseorang yang mengancam Nyonya Maria hingga membuat istri anda itu mengambil seluruh aset perusahaan anda." jawab Isabella.
Nampak tuan Carlos sangat terkejut dengan kata-kata Isabella.
"Tidak mungkin istriku akan melakukan hal itu." Jawab Tuhn Carlos.
"Anda Tenanglah dulu, saya akan mengatakan sesuatu yang sedikit mencurigakan dari semua cerita Anda." jawab Isabella.
Nampak Tuan Carlos terdiam, pria itu ingin mendengar kata-kata mengenai sang istri yang dituduh Isabella sebagai seorang pengkhianat.
__ADS_1
** bersambung **
Marhaban Ya Ramadan, saya selaku autor novel aku mencintai istri kontrakku mengucapkan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin.