AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Muncul musuh baru


__ADS_3


2 hari kemudian..


"Selamat pagi sayang!" seru Isabella yang sudah memasuki kantor Antonio. nampak sang suami menatap istrinya itu yang telah datang dengan memakai pakaian yang begitu cantik.


"Selamat pagi, sayang. dari mana saja kau baru datang ke tempatku!" tanya Antonio kepada Isabella. nampak wanita itu tersenyum sembari mengeluarkan beberapa kotak makanan.


"Aku tadi masak dulu di rumah, setelah itu aku baru kemari." jawab Isabella. Antonio tersenyum kepada istrinya itu, sesaat kemudian nampak pria itu mendekati sang istri sambil memberikan kecupan di keningnya.


"Lukamu sudah sembuh ya?" tanya Antonio. Isabella menganggukkan kepalanya,


"Lukanya tidak terlalu dalam, sayang." jawab Isabella.


"Lukanya tidak terlalu dalam, tapi aku syock saat melihat wanita itu memukulmu dengan piring keramik." jawab Antonio.


"Nampaknya aku harus selalu berhati-hati untuk membawamu keluar dari kantor ini, Lihatlah para wanita itu matanya jelalatan saat melihat mu. seorang pria tampan dengan kekayaan yang banyak, tentu saja mereka akan tergiur." ucap Isabella sambil memukul lengan sang suami dengan tutup kotak bekal yang dia bawa.


"Sudah-sudah, jangan marah seperti itu. sebaiknya kita makan dulu setelah itu kau bantu aku untuk melihat beberapa laporan." ucap Antonio kepada sang istri.


"Kau itu kalau aku ke kantor selalu saja meminta bantuan ku untuk memeriksa laporan-laporan mu, Apakah kau tidak punya sekretaris? bahkan sekretaris mu itu kau bayar namun tidak kau suruh untuk membaca laporan-laporan ini." ucap Isabella.

__ADS_1


"Maaf sayang, tidak ada wanita yang jeli dirimu, sayang. kalau aku meminta bantuannya Sama saja itu dengan kebohongan." jawab Antonio.


"Kalau kau mengatakan hal itu, Mengapa kau memperkerjakan dia?" ucap Isabella.


"Apakah sebaiknya aku pecah dia?" tanya Antonio.


"Jangan seperti itu, dosa tahu." jawab Isabella yang kemudian menarik salah satu kursi dan duduk disebelah Antonio.


Sedangkan di tempat lain, nampak seorang pria yang bernama Mike Lewis sedang melancarkan aksinya dari tempat yang jauh, Singapore.


Mike Lewis adalah seorang pria yang ingin membalaskan dendamnya kepada Antonio, karena pria itu pernah kalah tender karena Antonio memenangkan beberapa tender yang begitu dia inginkan. apalagi pria itu telah menolak cinta adiknya hingga membuat adik dari Mike Lewis mengalami depresi yang sangat berat.


"Pasti akan ku buat kau hancur sehancur hancurnya, dan akan ku buat semua perusahaan mu mengalami kebangkrutan total." ucap Mike Lewis sembari menatap foto Antonio yang sudah ditancapi dengan pisau.


Sedangkan di tempat lain lagi, nampak Aslan sudah berada di Indonesia kembali. Dia tidak tinggal di kediaman yang dulu Bella ketahui, namun terlihat Aslan membeli sebuah rumah mewah yang tidak jauh dari tempat tinggal Antonio dan Isabella. pria itu sudah bertekad akan membuat Isabella untuk menjadi miliknya.


"Hai sayang." sapa seorang perempuan yang sudah berada di dalam kantor Aslan.


"Apa yang kau lakukan di tempatku?" tanya Aslan kepada wanita itu.


"Tentu saja aku akan memberikanmu kenikmatan yang biasa kau cari dariku." jawab wanita itu. nampak sekali wanita cantik dan seksi itu langsung menghampiri Aslan, pria itu tersenyum sembari menerima semua pelayanan nakal dari sang wanita.

__ADS_1


"Apakah kau mau melakukannya disini?" tanya seorang wanita yang bernama Dona.


"Apakah kau tidak tahu malu, bahkan di kantorku ada CCTV. Apakah kau mau adegan ranjang kita itu dilihat oleh seluruh pegawai ku." ucap Aslan kepada Dona.


"Kau ini.. bahkan biasanya kau selalu melakukan dimanapun bersamaku." ucap Dona yang kemudian mulai memberikan ciuman-ciuman nakal kepada Aslan. tentu saja sebagai seorang pria Aslan nampak menerima semua ciuman-ciuman dan hasrat Dona.


🎶🎶🎶


Nampak sekali ponsel Aslan telah berdering di selah kegiatan intim yang telah dilakukan bersama dengan Dona.


"Biarkan saja, matikan saja ponsel itu." pinta Dona kepada Aslan. nampak di layar ponsel itu sudah tertera nama anak buahnya.


"Pergilah dulu, nanti aku akan menemuimu." sesaat kemudian Aslan memberikan Dona sentuhan yang begitu agresif, sehingga membuat Dona langsung meninggalkan Aslan karena wanita itu yakin, kalau Aslan akan mencarinya untuk melanjutkan adegan ranjang mereka.


"Ada apa?' tanya Aslan kepada anak buahnya.


"Bos, kelihatannya Tuan Antonio akan melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk beberapa hari." lapor salah seorang anak buah Aslan.


"Bagus kalau begitu, terus kau cari tahu mengenai pria itu. karena aku pasti akan membuat pria itu itu mati dengan keadaan yang sangat mengenaskan." ucap Aslan.


Setelah itu Aslan mematikan ponselnya, terlihat sekali senyum di wajah Aslan. karena pria itu telah merancang begitu baik rencana yang akan dilakukan.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2