
Dua anak Isabella dan Jonathan memang benar-benar sangat usil. apalagi jika mereka sudah mendapatkan keinginan mereka sendiri-sendiri, Jangan tanya apa yang akan mereka lakukan. tentu saja mereka akan membuat orang-orang di sekitar mereka kelabakan dengan seluruh kekonyolan dua anak Isabella.
Akhirnya Antonio memutuskan untuk memberhentikan Lesti dari pekerjaannya. karena dia tidak ingin bermasalah dengan sang istri, apalagi kedua anaknya itu selalu membuat Lesti seperti sebuah mainan yang terus mereka kerjai. akhirnya Antonio memutuskan memecat Lesti dan memberikan dia uang pesangon yang lumayan besar.
Hari ini Antonio mengajak kedua anaknya itu ke perusahaan, terlihat sekali kalau Isabella tidak berada di perusahaan sang suami. karena dia harus mengurus perusahaan kosmetik yang telah didirikan ini menjadi sangat besar. tatapan mata kedua anak Isabella menatap salah seorang wanita yang memasuki kantor Papa mereka.
"Selia, selia. Lihatlah wanita itu senyum-senyum sendiri Saat memasuki kantor Papa." ucap Azka kepada adiknya.
Tatapan mata Aselia menatap seorang wanita yang memakai pakaian begitu minim.
"Lihatlah Aska, Dia itu pasti orang miskin. pasti dia sangat miskin sekali." ucap Aselia.
"Memangnya ada apa?" tanya Aska.
"Lihatlah pakaiannya saja sangat kecil seperti itu, pasti dia tidak punya uang untuk membeli pakaian yang besar." jawab Aselia.
"Kau benar, pasti dia itu wanita miskin yang tidak bisa membeli pakaian. lihat saja pakaiannya saja cuma menutupi pantatnya." ucap Aska yang membuat Aselia menganggukkan kepalanya.
"Pasti wanita itu mau menggoda Papa deh!" ucap Aselia.
"Kau benar." jawab Aska.
"Mau ngerjain dia nggak?" tanya Aselia. Aska menganggukkan kepalanya, karena bocah itu telah menunggu hadiah yang telah dijanjikan oleh Mamanya. sebuah kartu platinum, tentu saja jika kartu platinum itu nominalnya sangat besar.
__ADS_1
"Kau mau apa?" tanya Aska kepada saudari kembarnya itu.
"Aku tadi membawa tiup balon." jawab Aselia.
"Ada sabunnya nggak?" tanya Aska.
Aselia menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian gadis kecil itu dengan sengaja menumpahkan sabun yang ada di botol kecil itu di depan pintu ruangan Papanya.
Benar apa yang terjadi, ternyata seorang wanita yang memakai pakaian minim itu memasuki kantor Antonio dan sesaat kemudian....
Bug..
Wanita itu langsung terjungkal karena menginjak sabun yang ditumpahkan oleh Aselia, kedua bocah itu ingin tertawa namun mereka harus berpura-pura terkejut karena mereka tidak ingin diketahui oleh wanita itu.
"Kakak, kenapa, Kakak terjatuh!" seru Aska dan Aselia yang kemudian turun dari sofa yang ada di kantor Papanya.
"Siapa Kalian?" tanya wanita itu.
"Kakak siapa, Kenapa Kakak ada di kantor papa kami?" tanya Aska.
"Papa?" ucap Anita itu.
"Iya, ini kan kantor papa kami." jawab Aselia. terlihat wanita itu menghela nafasnya, sesaat kemudian menatap dua bocah yang ada di depannya.
__ADS_1
"Kakak mau ngajak Papa kalian keluar, karena ada urusan yang mau kakak bicarakan sama papa kalian." ucap wanita yang berpakaian minim itu.
"Kakak mau menggoda Papa kami ya?" tanya Aselia dengan senyum yang ditunjukkan kepada wanita itu.
Tentu saja wanita itu langsung terkejut, dia pura-pura tidak mengerti arah pembicaraan Aselia.
"Kalian bicara apa sih, tentu saja Kakak Tidak mungkin untuk menggoda Papa kalian." jawab wanita itu pasti Kakak menggoda Papa kami.
"Lihatlah, kalau wanita baik-baik tidak akan memakai pakaian yang hanya menutup pantatnya saja!" seru Aska yang membuat wanita itu wajahnya langsung memerah karena kata-kata yang diucapkan Aska.
"Kalian ini lucu banget..." ucap wanita itu sambil mencubit pipi Aselia. saat 2 bocah itu melihat Papanya hendak memasuki kamar dengan sengaja mereka saling melirik satu sama lain dan kemudian....
"Aaaaa...sakit..Hua..."
Terlihat kedua bocah itu langsung berakting menangis saat Papanya memasuki kantor.
"Ada apa dengan kalian?!" seru Antonio yang melihat kedua anaknya menangis dengan seorang wanita yang memegang kedua pipi Aselia. tentu saja pria itu langsung mendorong tubuh seorang wanita yang yang hendak mengerjai kedua anak Antonio itu.
"Papa, papa kakak ini jahat. dia terus mencubit ku!" seru Aselia yang kemudian memulai aktingnya bersama Aska. tentu saja bocah pria itu langsung berakting mengikuti alur cerita saudari.
"Tante ini jahat, Tante ini jahat. Lihatlah dia mencubit pipi Azalia dengan sangat keras!" seru Aska yang membuat Antonio langsung melotot sangat marah. saat melihat pipi putrinya itu telah memerah karena ulah seorang wanita yang dia kenal sebagai sekretaris salah satu rekan bisnisnya.
"Cepat keluar dari sini, kalau tidak...akan kuseret kau hingga kau terjungkal!" seru Antonio yang kemudian menarik wanita itu hingga membuat si wanita langsung tersungkur di depan lantai kantor Antonio. sedangkan Aselia dan Aska langsung tos karena rencana mereka berjalan mulus kembali.
__ADS_1
"Ye...Siapa suruh kau menggoda Papa kami!" seru Aska dan Aselia. tentu saja jika Isabella tahu, wanita itu akan tertawa terbahak-bahak saat melihat kedua anaknya itu terus mengerjai para wanita yang ingin mendekati Antonio.
** bersambung **