AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Terluka


__ADS_3


"Kau Jangan melakukan hal itu, kalau kau terus mencubit ku bisa-bisa pipiku hilang separuh." jawab Bella yang terlihat tiba-tiba jantungnya berdebar tidak karuan.


Tak lama kemudian nampak di sela-sela perbincangan Antonio dan Bella, ponsel yang berada di saku Bella berdering. nampak Gadis itu mengangkat ponselnya dan melihat siapa penelpon yang sedang menghubunginya.


🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢


bunyi ponsel Bella yang terus bergetar saat wanita itu berusaha untuk tidak melihatnya. Tak lama kemudian nampak Bella mengangkat ponsel tersebut, terpampang jelas di ponsel itu seorang pria bernama Aslan.


"Ada apa?" tanya Antonio kepada Bella.


"Kau jangan berbicara, diam sebentar." ucap Bella yang meminta Antonio untuk tidak bersuara sama sekali. nampak pria itu menganggukkan kepalanya, karena dia tahu kemungkinan besar seseorang yang menelpon Bella adalah Aslan.


"Kau ada dimana?!" seru Aslan yang ada di seberang tempat. nampak bela menutup salah satu telinganya karena suara Aslan begitu keras.


"Tidak bisakah kau menurunkan suaramu itu, karena aku masih bisa mendengarmu dengan jelas!" seru Bella kepada Aslan.


"Kau sedang berada di mana?!" seru Aslan kembali dari seberang tempat.


Nampak Bella menghela nafasnya kemudian menatap Antonio, pria itu mengangkat kedua pundaknya menandakan kalau dia tidak tahu.


"Kau jangan keras-keras, Aku ini masih berobat tahu!" seru Bella kepada Aslan. sedangkan Aslan yang berada di sana nampak pria itu sedikit tersentak.


"Berobat, Mengapa kau berobat. apa yang terjadi denganmu?!" seru Aslan kepada Bella. Bella kemudian keluar dari mobil Antonio dan meminta Aslan untuk menelponnya kembali beberapa saat.

__ADS_1


"Tutup sebentar teleponnya, karena aku harus merawat lukaku. nanti kalau selesai akan ku telepon kembali!" seru Bella yang kemudian langsung menutup teleponnya.


"Ada apa?" tanya Antonio kepada Bella.


"Sebaiknya kau antarkan aku kembali ke jalan yang tidak jauh dari rumah.. Oh tidak.. tidak, sebaiknya kau antarkan aku ke jalan yang ada di dekat klinik." jawab Bella yang kebingungan.


"Memangnya ada apa?" tanda tanya Antonio yang ikut kebingungan.


"Kelihatannya Aslan sudah berada di rumah, pria itu terlihat sangat marah kepada kak Indah." jawab Bella. nampak Antonio langsung mengendarai mobilnya dan melaju ke jalan raya untuk mengantarkan Bella. Tak lama kemudian nampak pria itu menghentikan mobilnya.


"Sebaiknya aku turunkan kau di sini saja, nanti kalau ada apa-apa telepon aku dengan ponsel yang aku berikan padamu. kau mengerti?" ucap Antonio kepada Bella. nampak Bella menganggukkan kepalanya kemudian dia keluar dari mobil Aslan.


Sebelum Bella sempat membuka pintu mobil, asli nampak pria itu langsung menarik salah satu tangan Bella dan memberikan kecupan di keningnya.


Seketika Bella sangat terkejut dengan semua perlakuan Antonio, Karena jarang sekali pria itu memberikan perhatian kepada orang lain. Bella menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Antonio.


"Kau juga harus berhati-hati, jangan sampai orang-orang itu mengetahui keberadaan mu." ucap Bella yang kemudian turun dari mobil. Tak lama kemudian Bella berjalan di dekat halte yang ada di klinik-klinik tempat dia berobat.


Setelah menelepon Aslan kembali memberitahukan kalau dilihat berada di halte dekat klinik.


20 menit kemudian nampak Aslan sudah berada di dekat halte yang ada di klinik seperti yang di dikatakan oleh Bella, pria itu keluar dari mobil dan berlari ke arah Bella.


"Ada apa denganmu, apa yang terjadi?! seru Aslan kepada Bella. nampak Bella hanya menghela nafasnya secara kasar, sedangkan Aslam nampak tatapan pria itu menatap pada salah satu tangan bola yang terluka.


"Ada apa denganmu?!" seru Aslan yang menarik salah satu tangan Bella yang terluka.

__ADS_1


"Kau kasar sekali, kau tidak tahu apa kalau aku ini sedang terluka!" seru Bella kepada Aslan.


"Memangnya apa yang terjadi hingga kau terluka seperti ini?" tanya Aslan.


"Mengapa kau harus bertanya kepadaku seperti itu, harusnya aku yang bertanya kepadamu. Mengapa kekasihmu ingin melukai Ku?" ucap Bella kepada Aslan.


Seketika Aslan terdiam, menatapnya menatap Bella dengan tatapan yang sangat tajam.


"Apa maksudmu, Siapa kekasih ku?" tanya Aslan kepada Bella.


"Sudahlah Tuan Aslan, sebaiknya kau dak usah berpura-pura kepadaku. kekasihmu itu sedang cemburu padaku karena aku terlalu dekat kepadamu." ucap Bella kepada Aslan.


"Apa maksudmu?!" seru Aslan sambil menarik tubuh Bella.


"Apakah kau tidak mengenal seorang wanita yang bernama Wina, W-i-n-a." ucap Bella. seketika tatapan mata Aslan langsung menyorot pada wajah Bella.


"Dari mana kau tahu nama Wina?" tanya Aslan kepada Bella.


"Tentu saja aku tahu nama itu dari para penjahat yang ingin melukai ku." jawab Bella sambil menunjuk-nunjuk dada Aslan.


Entah apa lagi yang disembunyikan Aslan, namun pria itu sungguh misterius bahkan lebih misterius daripada Antonio yang terkenal egois dan arogan.


** bersambung **


Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terima kasih πŸ€—πŸ‘πŸ‘πŸ‘β€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ˜ŠπŸŽΆ

__ADS_1


__ADS_2