AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Aku ingin bahagia


__ADS_3


Setelah beberapa hari yang lalu para Yakuza yang telah datang bertemu dengan Isabella dikediamannya, nampak sekali kehidupan Isabella semakin lama semakin membingungkan. semuanya terasa seperti dunia khayalan, seorang gadis yang begitu lugu sekarang tiba-tiba menjadi Nyonya mafia.


"Apa yang sedang kau pikirkan, istriku?" tanya Antonio yang telah menghampiri sang istri. terlihat pria itu sudah bisa berjalan dengan menggunakan alat penopang kaki.


"Suamiku." ucap Isabella yang menoleh kepada sang suami.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Antonio.


"Entahlah." jawab Isabella sembari menghela nafasnya begitu dalam. terlihat wanita itu begitu kesulitan untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada di fikirannya.


"Mengapa kau begitu terbebani oleh sesuatu, istri ku?" tanya Antonio Isabella menatap sang suami sembari tersenyum kepadanya. Isabella tidak ingin membebani semua perihal masalah yang sekarang dia tanggung.


"Apakah kau sedang memikirkan masalah para Yakuza itu?" tanya Antonio. Isabella menganggukkan kepalanya.


"Aku yakin semuanya akan baik-baik saja." Jawab Antonio.


"Entahlah suamiku, semakin hari kehidupan kita semakin terbelenggu oleh dunia kegelapan ini." jawab Isabella.


"Kau harus menjalani semua takdir Ini, istriku. karena gara-gara diriku kau harus terjerumus di dunia mafia." ucap Antonio. Isabella menatap sang suami.


"Kau tidak boleh menyalahkan dirimu seperti itu, suamiku. Mungkin takdir kita harus seperti ini, berjalan pada kegelapan hingga kita menemukan titik cahaya yang akan menuntun kita." jawab Isabella.


"Apakah kau menyesal telah menikahi ku?" tanya Antonio.


Nampak Isabella menggelengkan kepalanya sembari menatap sang suami, sesaat kemudian Isabella langsung memeluk sang suami yang berdiri sembari membawa 2 alat penyangga tubuhnya.


"Aku tidak pernah menyesal telah menikahimu, dan aku tidak pernah menyesal dengan kehidupan ini." jawab Isabella.


Nampak Antonio menatap wajah sang istri, pria itu memberikan sebuah kecupan sembari memberi belaian di kepala sang istri.

__ADS_1


"Maafkan aku jika selama ini aku telah membuatmu menjadi seperti ini." ucap Antonio. Isabella tersenyum kembali kepada sang suami.


"Mungkin Tuhan menciptakan semua permasalahan ini agar aku menjadi wanita yang kuat." jawab Isabella.


"Maafkan aku." ucap Antonio. sesaat kemudian nampak indah keluar bersama paman Ridwan yang sedang berada di kursi roda.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Paman Ridwan.


"Tidak apa-apa, Paman." jawab Antonio.


"Rupanya kau sudah bisa berdiri, Anton!" seru Paman Ridwan.


Antonio menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada pria tua itu.


"Aku tidak ingin istriku menghadapi kesulitan ini sendiri, paman. aku akan berjuang agar aku cepat sembuh dan menemani istriku." jawab Antonio.


Nampak Paman Ridwan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada pria itu.


"Ada apa kak Indah?!" seru Isabella.


"Perutku sakit, Bella." jawab indah.


Nampak Antonio dan Paman Ridwan sangat terkejut sekaligus panik.


"Jimmy, Jimmy!" seru Isabella yang memanggil Jimmy. Tak lama kemudian Jimmy datang.


"Ada apa Nyonya?" tanya Jimmy.


"Segera bawa kak Indah ke rumah sakit, dia akan melahirkan!" seru Isabella. Antonio dan Paman Ridwan sangat terkejut karena dia tidak menyangka kalau sang istri akan melahirkan hari ini.


"Cepat Bella, bawa istriku ke rumah sakit!" seru Paman Ridwan. Isabella menganggukkan kepalanya dan kemudian membawa Indah ke dalam mobil. nampak di sana kedua pria itu menyusul istri mereka dan memasuki mobil yang lainnya.

__ADS_1


Nampak di tempat lain seorang pria begitu frustasi karena beberapa perusahaannya telah mengalami kehancuran, gara-gara beberapa pihak polisi menyelidiki perusahaan dan diskotik milik Aslan.


"Mengapa apa semua menjadi seperti ini, harusnya para polisi itu tidak tahu kalau aku melakukan trafficking!" seru Aslan.


"Bau busuk tidak akan mungkin tidak tercium jika kau terus melakukan kebusukan itu!" seru Tuan Carlos yang sudah berada ada di salah satu klub milik Aslan.


Terlihat pria itu begitu marah saat melihat Pria tua yang ada di hadapannya itu sudah berada di depannya.


"Apakah kau yang telah membuat semua ini terjadi!" seru Aslan.


"Mengapa kau bicara seperti itu, Sedangkan aku tidak tahu mengenai seluruh bisnismu. Bahkan aku baru tahu dari berita mengenai tangkapnya beberapa anak buahmu yang telah melakukan trafficking." jawab Tuan Carlos. nampak pria itu ingin tertawa di hadapan Aslan, namun dia tidak ingin semua rencana Isabella untuk menghancurkan Aslan terbongkar di hadapan pria itu.


"Tidak mungkin kau tidak tahu mengenai seluruh bisnisku!" seru Aslan.


"Walaupun aku tahu, Memangnya apa yang akan aku lakukan. lagi pula kau adalah pria licik yang selalu menggunakan tangan orang lain untuk menutupi seluruh bisnismu." jawab Tuan Carlos.


Sesaat kemudian nampak Aslan terus menatap pria itu.


"Lalu apa yang kau lakukan di club milikku?!" seru Aslan.


"Aku mendengar kabar Kalau kau mempunyai beberapa klub dan beberapa bisnis yang begitu besar. Aku ingin tahu seberapa hebatnya bekas anak buahku yang telah menusukku dari belakang." jawab Tuan Carlos.


"Aku yakin kalau kau adalah dalang dibalik beberapa kehancuran bisnisku!" seru Aslan.


"Jika kau merasa seperti itu, lalu apa buktinya?" tanya Tuan Carlos.


Nampak Aslan terdiam tidak bisa menjawab perkataan Tuan Carlos, karena benar yang dikatakan oleh pria itu. Aslan harus bisa membuktikan kalau Tuan Carlos adalah pria di balik semua kehancuran yang dia rasakan.


"Aku pasti tidak akan melepaskanmu dan aku yakin aku akan membuatmu membayar semua yang telah kau lakukan!" seru Tuan Carlos.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2