AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Antonio yang menolong


__ADS_3


Tak lama kemudian, seorang pria langsung memasuki tempat Bella. yang ternyata pria itu adalah Antonio, Yang ditelepon oleh anak buah yang disuruh untuk membuntuti Bella.


"Antonio!" seru Bella.


"Kau baik-baik saja?" tanya Antonio kepada Bella.


"Aku baik-baik saja." Jawab Bella.


"Syukurlah kalau begitu." ucap Antonio sambil menghela napasnya.


"Bagaimana kau tahu kalau aku dalam bahaya?" tanya Bella. nampak Antonio gelagapan saat Bella bertanya seperti itu.


"Kau menguntit aku ya!" seru Bella yang membuat Antonio tidak bisa berkata apapun.


"Aku tidak bermaksud untuk menguntit mu, namun aku takut kalau terjadi sesuatu padamu." jawab Antonio.


"Kita harus melapor kepada polisi!" seru Bella.


"Jangan, kita tidak boleh melapor pada polisi. karena jika kita melapor kita akan dalam masalah." jawab Antonio.


"Memangnya ada apa?" tanya Bella.


"Sebaiknya kita tidak membicarakan hal itu di sini, aku akan menelepon anak buahku untuk membawa ketiga penjahat ini." ucap Antonio.


"Memangnya ada apa?" tanya Bella lagi.


"Aku akan datang kapan hari lagi, nanti akan ku ceritakan. kau harus berjaga-jaga, tutup pintu ini dengan rapat-rapat. kau kau mengerti." ucap Antonio. nampak Bella menganggukkan kepalanya.


"Ingat kunci rapat-rapat pintu ini dan kunci semua jendela." perintah Antonio.


"Kau juga harus berhati-hati, telepon aku jika kau sudah berada di rumah." ucap Bella kepada Antonio. nampak sekali Antonius sangat terkejut dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Bella. begitu senang Hatinya yang membuat Antonio tersenyum kepada Bella.

__ADS_1


"Aku pergi." ucap Antonio yang kemudian didatangi oleh para anak buahnya. Antonio dan anak buahnya membawa ketiga penjahat itu pergi dari rumah Bella


Nampak sekali pria itu sangat senang ketika Bella menyuruhnya berhati-hati, meminta dirinya menelepon jika sudah sampai di rumah. saat berada di mobil pria itu tersenyum sendiri seperti seorang pria gila


"Kita akan membawanya ke mana Bos?" tanya anak buah Antonio.


"Kirim mereka ke penjara bawah tanah. jangan sampai lepas." jawab Antonio.


"Baik bos." jawab para anak buah Antonio.


Akhirnya ketiga penjahat itu dibawa Antonio ke sebuah markas yang berada jauh dari kota Paris. Antonio yakin kalau ketiga penjahat itu adalah suruhan dari salah satu rekan bisnis Aslan.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kau menyakiti Bella." ucap Antonio saat berada dalam mobil. Antonio melajukan mobilnya dengan sangat cepat, laju mobil itu seperti laju setan yang begitu cepatnya


"Bagaimana?" tanya Paman Ridwan kepada Antonio.


"Semuanya baik-baik saja Paman." jawab Antonio.


"Kelihatannya para gangster itu mengincar Bella." jawab Antonio.


"Mengapa kau tidak membawanya kemari!" seru paman Ridwan sambil memukul punggung Antonio.


"Jika aku melakukan hal itu maka akan sangat membahayakan Bella." jawab Antonio lagi.


Nampak Paman Ridwan menganggukkan kepalanya.


"Kita harus mencari cara agar kita bisa membawa Bella pergi jauh dari jangkauan Aslan." ucap paman Ridwan.


"Aku akan melakukan apapun untuk menjauhkan Bella dari Aslan, Paman. karena pria itu sangat berbahaya." jawab Antonio yang kemudian masuk ke Ke kamar tidurnya


Tak lama kemudian nampak Antonio menatap ponselnya, pria itu teringat dengan kata-kata yang diucapkan oleh Bella. Gadis itu memintanya untuk menelpon jika telah sampai di rumah


"Halo!" seru Bella dari seberang tempat.

__ADS_1


"Aku sudah sampai di rumah, aku baik-baik saja." ucap Antonio kepada Bella.


"Syukurlah." jawab Bella. nampak wanita itu menghela nafasnya, karena terdengar jelas Antonio mendengar suara nafas Bella


"Apakah kau sudah mengunci seluruh rumahmu?" tanya Antonio kepada Bella.


"Sudah." jawab Bella.


"Apakah temanmu baik-baik saja?" tanya Antonio.


"Dia baik-baik saja." Jawab Bella.


"Lebih baik kau mengganti kunci rumahmu itu, karena aku takut jika mereka mengetahui kunci yang kau pegang." ucap Antonio kepada Bella.


"Kau benar, karena rumah ini adalah rumah milik Aslan dan beberapa temannya." jawab Bella.


"Segeralah kau istirahat dan bersikaplah sewajarnya mungkin, karena aku yakin orang-orang itu akan mengejarmu kembali." ucap Antonio kepada Bella.


"Iya." jawab Bella yang kemudian mengakhiri teleponnya.


Entah mengapa Bella sedikit takut dengan semua dua kata-kata yang diucapkan oleh Antonio, memang terbesit di pikiran Bella kalau ada sesuatu yang disembunyikan oleh Aslan. begitu misterius itu adalah satu gambaran yang ada di pikiran Bella


"Apakah pria itu sudah sampai di rumahnya?" tanya Indah kepada Bella. Bella menganggukkan kepalanya.


"Dia baik-baik saja." Jawab Bella.


"Syukurlah." jawab indah yang kemudian mengajak Bella untuk mencari makan di dapur.


"Apakah kita tidak sebaiknya pergi dari rumah ini Bella." ucap Indah kepada Bella.


"Antonio berpesan kita harus bersikap normal dan tidak mencurigakan, karena dia yakin kalau beberapa penjahat itu akan mengincar kita." jawab Bella. Indah menghela nafasnya Karena Wanita itu sangat takut.


*** bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2