
"Aku baik-baik saja." Bella yang terduduk sambil menatap Antonio.
"Kenapa kau sampai berada bersama pria itu?" tanya Antonio.
"Pria brengsek seperti dia harus diberi pelajaran, mereka kira wanita itu adalah bahan pemuas nafsu mereka saja. Bahkan pria tua itu dengan sengaja selalu mengganggu para karyawan yang ada di hotel ini
" jawab Bella.
"Lalu Mengapa kau harus melakukan hal itu, apa kau tidak takut sesuatu akan terjadi padamu?" tanya Antonio kepada Bella.
"Aku sudah mengalami perjalanan pahit dalam hidupku, apalagi yang harus aku takutkan?" tanya Bella sambil menatap Antonio. Antonio tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh Bella, memang dahulu pria itu selalu bersikap kasar bahkan sering sekali menghina Bella. namun sekarang dia seperti kucing jinak yang selalu bersikap lembut kepada ada istri kontraknya itu.
"Maafkan aku jika selama ini aku telah membuatmu terluka, Maafkan aku jika selama ini aku hanya bisa membuatmu merana." ucap Antonio di hadapan begitu banyak karyawan perusahaan Aslan.
Nampak sekali Bella sangat terkejut dengan kata-kata yang diucapkan Antonio, karena bagi Bella tidak mungkin Antonio mengatakan hal itu di depan begitu banyak orang. Namun saat ini dengan sangat santainya pria itu mengatakan semua kata-kata Maaf di depan begitu banyak orang.
"Mengapa kau harus mengatakan hal itu?" tanya Bella kepada Antonio.
"Karena yang kau ucapkan tadi adalah kebenaran dari setiap sesuatu yang aku lakukan padamu." jawab Antonia.
__ADS_1
Nampak Bella hanya menatap Antonio dengan tatapan yang sedikit terkejut, karena tidak ada sesuatu yang membuat Antonio merasa seperti seorang pria gila. namun sekarang bahkan dengan terang-terangan pria itu selalu mengatakan sesuatu yang tidak pernah dia katakan dahulu.
"Baiklah, sekarang kau harus pulang, karena aku harus bekerja.'' ucap Bella kepada Antonio.
"Tidak bolehkan aku berada disini?" tanya Antonio balik.
"Tentu saja tidak boleh, karena ini Hotel bukan rumahmu." jawab Bella yang kemudian meninggalkan Antonio. orang-orang yang berada di luar hotel begitu banyak hingga mereka berkerumun seperti para orang-orang yang melihat tontonan saja.
Saat siang menjelang sore, nampak Aslan telah kembali dari perjalanan bisnisnya, pria itu dengan tergesa-gesa mencari keberadaan Bella.
"Di mana Nona Bella?" tanya Aslan kepada para anak buahnya.
"Nona Bella sedang berbicara dengan salah satu pelanggan, tuan." jawab Salah satu pekerja Aslan.
"Nona..nona bela berada di ruang terbuka yang ada di pusat hotel ini, Tuan." jawab pekerja lagi.
Akhirnya Aslan langsung menuju tempat yang dikatakan oleh para pekerjanya, tatapan mata Aslan tertuju pada seorang wanita yang sangat tangguh dalam menjalani hidupnya. terlihat disana seorang gadis muda sedang tertawa dengan salah satu itu tamu hotel.
"Anda begitu hebat Nona, Bella." ucap seorang wanita tua kepada Bella.
"Tidak Bu, itu biasa saja. karena saya tidak ingin selalu disakiti orang lain, dan orang lain tidak boleh merasakan bagaimana rasa sakit itu." jawab Bella sambil menatap wanita tua itu.
__ADS_1
"Ya Tuhan.. gadis ini memang benar-benar sangat sempurna, cocok sekali dia dijadikan istri dari Putraku." ucap wanita tua itu dalam hati.
"Oh ya nona Bella, apakah nona Bella mempunyai kekasih?" tanya wanita tua itu kepada Bella. Nampak Bella tersenyum kepada wanita tua itu.
"Belum Bu saya belum mempunyai kekasih." jawab Bella. karena benar apa yang dikatakan Bella, toh selama ini Aslan tidak pernah mengatakan cinta padanya. Antonio selalu mengejar dia namun dia seperti seorang pria yang yang hanya terobsesi saja, sedangkan Arthur pria itu hanya selalu genit kepada Bella namun tidak pernah mengatakan perasaannya.
"Wah... kalau begitu beruntung sekali pria yang mendapatkanmu." ucap wanita tua itu kepada Bella. hanya senyum yang bisa ditampakkan oleh Bella, Tak lama kemudian Aslan mendatangi bela.
"Bella!" seru Aslan.
Bella menoleh cepat ke tempat asal suara itu.
"Pak Aslan." ucap Bella sambil menatap Aslan.
"Tuan Aslan." ucap wanita tu itu yang melihat pemilik dari hotel Aslander.
"Maaf bu, saya harus membawa salah satu karyawan saya. karena saya ingin mengatakan sesuatu." ucap Aslan kepada wanita tua.
"Tentu saja tuan Aslan, kalau begitu saya harus pergi dulu. Nona bela nanti kalau ada waktu aku ingin berbincang-bincang denganmu." ucap wanita tua kepada Bella.
"Tentu saja Nyonya." jawab Bella yang tersenyum kepada wanita tua itu.
__ADS_1
** bersambung ***