
Dor..
Sebuah tembakan yang melesat menembus tubuh Arthur, pria itu tidak akan pernah mengira Kalau hari ini dia akan mendapatkan perlawanan dari seorang wanita yang dulu dia sukai.
Tatapan mata Arthur menatap seorang wanita yang telah datang bersama dengan puluhan anak buahnya, gadis cantik yang bertubuh seksi dengan gairah membara dan emosi yang begitu meluap.
"Beraninya kau menculik putriku!" seru Isabella yang telah menodongkan pistolnya dihadapan Arthur.
"Kau benar-benar wanita yang begitu menggoda." ucap Arthur kepada Isabella disela kakinya yang mengeluarkan darah begitu banyak. pria itu tidak akan pernah tahu kalau kehidupan ini terlalu Berat bagi Isabella.
"Ha-ha-ha... Dari dulu sampai sekarang Kau tetap menjadi pria busuk!' seru Isabella.
"Aku selalu menantimu kembali padaku, Bella!" ucap Arthur kepada Isabella.
"Jadi kau sudah mengetahui kalau aku adalah Bella!" seru Isabella kepada Arthur.
"Setelah kejadian kau dibunuh oleh Aslan, aku selalu mencari tahu keberadaanmu. Aku tidak pernah berhenti untuk mencari tahu kau masih hidup atau tidak." ucap Arthur.
"Aku tidak peduli dengan semua ceritamu, yang aku peduli.. berani-beraninya kau telah menculik putriku!" seru Isabella.
"Ha-ha-ha... rupanya perawat itu sudah mengatakan semuanya ya, Aku tidak akan pernah mengira kalau gadis yang begitu ku cintai ternyata sekarang telah berubah menjadi seorang penjahat wanita yang begitu mempesona!" seru Arthur.
"Aku sudah berubah, aku bukan lagi seorang wanita yang begitu lemah. wanita yang kau katakan itu sudah pergi.. Wanita itu telah meninggal!" seru Isabella.
"Aku tidak bermaksud untuk mengambil putrimu, Aku hanya ingin mengambil sesuatu yang begitu kucintai. Aku ingin merawat putrimu sebagai ganti dirimu." ucap Arthur kepada Isabella.
"Kehidupan telah memberikanku jalan yang begitu pahit, namun baru aku merasakan kebahagiaan kau telah membuatku menjadi sesuatu yang begitu menakutkan!" seru Isabella.
"Sekarang ringkus semua anak buahnya!" seru Isabella kepada anak buahnya untuk menangkap seluruh anak buah Arthur.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah salah mencintaimu." ucap Arthur.
"Kau telah salah mencintai istriku!" seru Antonio yang dari tadi diam dan mendengarkan semua ocehan Arthur. seorang pria yang dulu selalu memuja Isabella saat berada di hotel Aslander.
"Kau hanyalah pria brengsek yang telah melukai nya!" seru Arthur.
Antonio hendak menembak kepala Arthur dengan pistolnya.
"Suamiku, biarkan dia masih hidup dan aku akan menelpon kepala polisi Prancis untuk menangkapnya." ucap Isabella.
Tak lama kemudian Isabella menelpon salah satu petugas kepolisian.
"Jangan pernah membenciku, karena aku mencintaimu!" seru Arthur kepada Isabella.
"Jangan pernah berharap untuk menerima cintaku, karena seluruh cintaku tidak akan bisa kuberikan padamu." jawab Isabella.
"Aku begitu mencintaimu dengan tulus, walaupun cinta ini terkadang menyiksa hatiku!" seru Arthur.
Akhirnya Isabella mengambil seorang bayi yang berada di gendongan seorang wanita tua yang tubuhnya sudah gemetar dan pucat pasi.
"Saya hanya bekerja pada Tuan Arthur, Nyonya. saya tidak bermaksud untuk melakukan apapun." jawaban wanita tua itu.
"Aku mengerti, sekarang berikan putriku padaku!" seru Isabella.
Akhirnya Isabella mengambil putrinya, seorang putri yang dia lahirkan 2 bulan yang lalu tanpa sepengetahuannya.
"Oh sayangku, cantikku, bidadari kecilku.. Maafkan Mama jika mama tidak tahu kau telah lahir di dunia ini dari rahim Mama!" seru Isabella yang terus menatap wajah cantik bayi kecilnya itu.
"Wajahnya begitu mirip denganku, istriku!" seru Antonio yang kemudian tertawa dan memeluk kedua bayi itu.
Sepasang suami istri itu akhirnya pulang kembali ke tempat mereka, mereka tidak akan pernah mengira kehidupan ini selalu memberikan mereka jalan pahit namun masih memiliki jawaban yang menarik.
__ADS_1
Akhirnya antonio membawa istri dan putrinya kembali ke rumahnya, terlihat disana kak Indah sudah menunggu kedatangan mereka di luar kediaman mereka.
"Oh sayangku, Ternyata Kau mempunyai saudara perempuan yang begitu cantik!" seru indah yang melihat Isabella dan Antonio membawa bayi kecil mereka. Tak lama kemudian Paman Ridwan datang bersama putranya.
"Apakah pria itu sudah ditangkap, Paman?" tanya Antonio.
"Sudah, Kemungkinan dia akan dihukum dengan berat karena menculik dan merencanakan penculikan ini." jawab Paman Ridwan.
"Aku tidak peduli paman, yang penting putriku telah kembali. gadis kecilku begitu cantik, aku tidak pernah melihatnya ketika lahir.. Lihatlah Sekarang dia sudah berumur 2 bulan." ucap Isabella yang kemudian meneteskan air matanya. Wanita itu menyesal karena dia begitu bodoh tidak mengetahui kalau dirinya telah dibohongi oleh Arthur.
"Kita harus menjaga dua putri kita." ucap Antonio yang telah menatap dua anak mereka.
"Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun untuk melukai kedua anak-anak ku." ucap Isabella.
Di sebuah tempat, seorang pria begitu marah karena rencananya telah di hancurkan Aslan.
"Aaaaa!! berengsek, rencanaku telah hancur!" seru seorang pria yang bernama Mike Lewis. pria itu tidak akan pernah berhenti untuk mengusik kehidupan Antonio dan Isabella.
"Ternyata wanita itu sangat hebat, tuan!" seru anak buah Mike Lewis.
"Aku tidak akan pernah membiarkan pria itu merasakan kebahagiaan!" seru Mike Lewis.
"Apakah kita salah mencari musuh, tuan?" tanya anak buah Mike Lewis.
"Aku yakin, kita masih bisa menghancurkan pria itu." jawab Antonio.
"Aku masih menginginkan pria itu, Kak!" seru seorang wanita yang telah sembuh dari depresi nya.
"Mengapa kau masih menginginkan pria itu!" seru Mike Lewis.
"Aku tidak bisa melupakan pria itu." jawab Hana adik Mike Lewis.
__ADS_1
** bersambung **