
Saat mendengar perkataan dari Antonio, Gadis itu langsung ketakutan dia memilih untuk tidak mengatakan apapun, segera dia pergi meninggalkan Antonio yang sedang marah.
"Ada apa denganmu, Anton?" tanya Paman Ridwan kepada Antonio.
"Segera paman siapkan kepergianku, untuk melihat proyek baru kita!" seru Antonio.
"Apakah kau melukai Bella lagi?" tanya Paman Ridwan.
"Apa maksudmu, Paman?" tanya Antonio.
"Ingat Antonio, Bella baru sembuh dari luka di kepalanya. Jadi jangan pernah kau memberikan luka lagi kepada Gadis itu. Karena aku takut Gadis itu akan tiba-tiba pergi tanpa berpamitan kepada kita," ucap Paman Ridwan sambil menatap Antonio.
"Kalau dia berani pergi, maka Gadis itu akan ku penjarakan." seru Antonio.
"Apakah kau yakin?" tanya Paman Ridwan.
"Tentu,'' jawab Antonio dengan sangat percaya diri.
"Aku berdoa kepada Tuhan, semoga Bella mendapatkan pria yang lebih baik darimu. Yang lebih kaya, dan lebih dan lebih ber wibawah. Karena dengan begitu, pria itu akan bisa membawa Bella pergi darimu," ucap Paman Ridwan.Saat mendengar perkataan Pria tua yang sedarah dengannya, nampak Antonio sedikit kesal. karena dia tidak akan mungkin untuk melepaskan Bella begitu saja.
"Kenapa wajahmu?" sindir Paman Ridwan.
"Sudahlah Paman, tidak usah membahas gadis itu. Hal itu membuat aku semakin kesal," jawab Antonio.
__ADS_1
"Kau kesal, atau kau takut dia pergi darimu?" tanya Paman Ridwan.
"Aku tidak peduli, walaupun dia akan pergi," jawab Antonio.
"Apakah kau yakin?"
Paman Ridwan yang mencoba memancing perasaan Antonio.
"Itu bukan urusanku, namun sebelum dia pergi.. dia harus melunasi hutang hutangnya terlebih dahulu,'' jawab Antonio.
Saat mendengar perkataan Antonio, Paman Ridwan langsung bergegas untuk pergi mencari tempat yang diminta Antonio.
Memang Paman Ridwan adalah orang kepercayaan Antonio. Karena dia tidak pernah percaya dengan orang lain, hal itu membuat Paman Ridwan berusaha memajukan perusahaan yang diwariskan sang kakak kepada putranya.
Setelah kejadian itu, Paman Ridwan tidak pernah menikah lagi. Karena baginya.. istrinya cuma satu dan cintanya cuma satu. Dia tidak akan pernah mengulangi kehidupan bahagianya, yang telah dilalui bersama keluarganya.
Paman Ridwan lebih berfokus untuk membantu Antonio, dia sudah menganggap Antonio sebagai putranya sendiri. Tidak pernah terlintas di pikiran Paman Ridwan, untuk menguasai harta sang kakak. karena Paman Ridwan sendiri mempunyai harta yang berlimpah.
Terlihat Antonio dan Paman Ridwan sudah pergi menuju tempat yang mereka cari, saat ada di dalam mobil. Nampak Paman Antonio mulai melakukan sedikit kejahilan kepada Antonio.
"Oh ya Anton, aku dengar Bella adalah wanita yang paling tenar di bagian OB," ucap Paman Ridwan kepada Antonio.
"Maksud Paman apa?" tanya Antonio yang menelisik.
__ADS_1
"Yang aku dengar, Bella adalah bidadari di bagian bersih-bersih. Bahkan Bella selalu mendapatkan surat dari penggemar rahasia nya," jawab Paman Ridwan.
Saat mendengar hal itu, nampak Antonio begitu terkejut, matanya melotot seolah dia habis mendapatkan kabar yang sangat buruk.
"Kenapa kau melotot seperti itu?" tanya Paman Ridwan kepada Antonio.
"Lalu, Memangnya kenapa aku melotot tidak boleh Paman?" canda Antonio kepada Paman Ridwan.
"Boleh-boleh saja, kalau ada sesuatu yang lucu untuk kau tertawakan," ucap Paman Ridwan.
Akhirnya Antonio dan paman Ridwan, mereka berdua pergi meninggalkan perusahaan. Namun terlihat Antonio tidak fokus dengan semua pembicaraan yang keluar dari Paman Ridwan. Sedangkan Paman Ridwan nampak tersenyum, karena Antonio terlihat gusar karena kabar yang dia berikan.
"Kau akan merasakan bagaimana rasanya sakit hati, kecewa dan terluka. Apalagi jika kau tahu bahwa kau memiliki saingan yang cukup berat bagimu. Aslan.. seorang pembisnis paling hebat di kalangan Asia. Aku mau tahu bagaimana kau akan memperebutkan cinta Bella dengan dia." guman Paman Ridwan.
"Mengapa Paman harus mengatakan itu. Hal itu membuat aku tidak bisa berpikir dengan jernih. Kalau memang benar Bella berani berbuat macam-macam di belakangku, maka dia akan menanggung akibatnya," guman Antonio dalam hati.
Terlihat Antonio sangat kesal, karena pria itu memikirkan Bella bersama pria lain.
"Ada apa Anton?" tanya Paman Ridwan kepada Antonio.
"Tidak apa-apa Paman," jawab Antonio.
Nampak senyum Paman Ridwan kembali terukir.
__ADS_1
"Lihat saja, kau pasti akan murka. saat kau tahu Aslan telah mengambil Bella darimu," guman Paman Ridwan dalam hati.