
"Dia di sini!!" seru para penjahat.
Bella sangat terkejut ketika dirinya sudah ditemukan oleh para penjahat itu lebih baik mempertahankan diri daripada menyerah dihadapan para orang brengsek ini." guman Bella dalam hati saat dirinya sudah ditemukan oleh para penjahat.
"Siapa Kalian, Mengapa Kalian terus mengejarku!" seru Bella saat dirinya sudah ditemukan oleh para penjahat.
"Kau tidak usah tahu siapa kami, tapi kami disuruh untuk membunuhmu dan menyingkirkan mu dari dunia ini!" seru para penjahat.
Nampak Bella sangat terkejut dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh para penjahat, siapa kiranya yang mempunyai dendam dengannya. karena Bella tidak pernah merasa mempunyai musuh sama sekali.
"Mengapa dia menyuruhmu untuk membunuhku, Aku tidak pernah punya salah kepadanya. Sebenarnya kalian ini suruhan Siapa!" seru Bella.
"Kau tidak perlu tahu siapa yang menyuruh kami, yang kau harus tahu adalah kami akan segera menyingkirkan mu dari dunia ini!" seru para penjahat.
Bella mengikat rambutnya menyingsingkan kedua lengan bajunya, wanita itu mulai mempertahankan dirinya. nampak sekali kelima penjahat itu ingin menyerang Bella, dengan sigap wanita itu langsung mempertahankan dirinya.
"Jangan kira kalian bisa membunuhku, karena aku mau masih mau hidup lama!" seru Bella.
Akhirnya Bella menggunakan ilmu bela dirinya untuk menyerang para penjahat itu, beruntung sekali karena para penjahat mengira kalau Bella adalah wanita lemah yang hanya 1 kali pukulan akan tumbang seketika.
"Maju, aku akan memberikan kalian tendangan yang mematikan!" seru Bella.
__ADS_1
Akhirnya beberapa penjahat itu hendak memberikan pukulan kepada Bella, Namun sayang sekali karena wanita itu bisa mempertahankan diri. tendangan melayang ke wajah salah satu penjahat, pukulan tertuju pada wajah salah satu penjahat. kemudian kaki Bella berputar kepada salah satu penjahat yang lain.
Bugg..
Bugg..
Brakkk..
3 orang dari 5 penjahat itu telah tumbang,
"Ternyata wanita ini bisa ilmu beladiri!" seru para penjahat.
"Kita tidak usah pedulikan itu, kita Serang dia!" seru salah satu penjahat yang masih bisa berdiri. Akhirnya mereka terus menyerang Bella dari arah depan dan belakang, nampak sekali Bella tidak terlalu kewalahan dengan kekuatan para penjahat.
"Mengapa mereka membawa pisau, benar-benar para pria brengsek ini ingin membunuhku!" guman Bella.
"Kita bunuh saja wanita ini, kita tidak usah memberi dia ampun!" seru para penjahat. sebuah tongkat kayu nampak di tatapan mata Bella. wanita itu langsung berlari dari sela-sela para penjahat, dia membungkukkan badannya sembari berlari dan menuju balok kayu yang ada di sana.
"Kalian kira nyawaku ini murah, hingga kalian ingin membunuhku!" seru Bella. wanita itu langsung mengambil banyak balok kayu itu dan mengarahkan para kepada para penjahat.
Bukk...
Dukk...
__ADS_1
bukkk..
Kayu yang dipegang Bella langsung melayang kepada para penjahat itu,
"Nona Wina tidak mengatakan kalau wanita ini bisa melakukan ilmu beladiri!" seru para penjahat.
"Seharusnya kita membawa pisau ataupun pistol!" seru para jahat yang lain. nampak sekali Bella sangat terkejut dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh para penjahat itu.
"Pistol." guman Bella dalam hati saat mendengar nama itu. "kalau mereka membawa pistol benar-benar hilang nyawa gua." guman Bella dalam hati saat mereka dia mendengar perkataan mereka. untung sekali para penjahat itu hanya membawa pisau tidak membawa pistol kalau mereka membawa pistol benar-benar nyawa bela akan melayang seketika.
"Kalian ini dasar para penjahat brengsek, beraninya kalian ingin membunuhku!" seru Bella yang kemudian melayangkan pukulan demi pukulan. entah seketika pikiran dalam melayang pada kekejaman yang pernah dilakukan oleh seseorang dari keluarga Bella sendiri, Amara bela muncul dibawa alam bawah sadarnya. wanita itu terus melakukan perlawanan hingga para penjahat itu nampak tumbang di jalanan.
"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mau menjadi korban kekejaman orang lain!" seru Bella saat melihat para penjahat itu telah tumbang di jalanan.
"Kalau aku membawa pistol, pasti akan ku bunuh kalian dan ku kirimkan mayat kalian kepada wanita yang menyuruh kalian membunuhku!" seru Bella.
Tak lama kemudian nampak tangan Bella mengeluarkan darah karena ternyata salah satu dari penjahat itu yang membawa pisau mengenai tangan Bella.
Bella segera berlari dari tempat itu mencari klinik untuk menjahit tangan yang terluka, terlihat tangan Bella yang terkena sabetan pisau itu lumayan dalam.
Wanita itu terus memikirkan sesuatu, nampak sesaat kemudian tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ternyata nama yang tertera di sana adalah Antonio.
*** bersambung ***
__ADS_1