
Plakk..
Sebuah tamparan yang sangat indah, dengan bunyi yang mengalun di seluruh restoran tempat Isabella dan Antonio singgah.
Nampak Amelia memegang salah satu pipinya yang telah ditampar oleh Isabella, nampak wanita itu begitu marah.. matanya sudah mulai berair dan menampakan bola mata yang sedikit merah.
"Beraninya kau menamparku!" seru Amelia kepada Isabella. dengan tenang Isabella menatap wanita itu sembari menunjuk dahi Amelia.
"Kalau kau seorang wanita yang baik-baik, dan kau bukan seorang wanita jalang.. maka kau tidak akan pernah mencoba untuk merayu suami Ku." ucap Isabella sebuah kata yang mengalun hingga membuat orang-orang yang ada di restoran itu nampak terkejut.
Namun beberapa wanita bertepuk tangan untuk Isabella yang dengan berani mempertahankan dirinya sebagai seorang istri.
"Apa, kamu apalagi." ucap Isabella sambil menatap wajah Amelia. tentu saja wajah Amelia sangat malu saat Beberapa pelanggan yang ada di tempatnya menyoraki dirinya.
"Dasar wanita tidak tahu diri, meskipun Kau pemilik restoran ini. namun tingkahmu sangat menjijikkan!" seru para wanita yang ada di restorannya. sedangkan perwakilan dari restoran tersebut nampak pria itu tertunduk malu karena kelakuan dari Putri bosnya.
"Akan kupastikan kalau kau mendapatkan sesuatu yang sangat kau sesali!" seru Amelia.
"Tentu, kita lihat saja... Bahkan aku bisa membuat perusahaan mu dan restoran ini gulung tikar hanya dengan sekali jentikan jariku saja." ucap Isabella yang kemudian mengajak sang Suami pergi dari restoran tersebut.
Sedangkan Amelia yang sudah terlalu malu, nampak wanita itu mencoba menyerang Isabella.
__ADS_1
Sebuah piring keramik nampak langsung dihempaskan Amelia ke kepala Isabella, Hal itu membuat Isabella langsung menoleh kepada wanita itu sembari memberikan sebuah tendangan ke perut Amelia.
Bukk..
Amelia langsung terjatuh karena Isabella langsung menendang tubuh wanita itu, yang jelas Amelia terjungkal di dalam restorannya sendiri. nampak Antonio menatap sang istri yang kepalanya sudah mengeluarkan cairan merah. "panik" itu adalah 1 kata yang langsung keluar dari wajah Antonio.
Nampak pria itu langsung memanggil petugas keamanan dan membawa sang istri keluar dari restoran itu.
"Apa yang anda lakukan Nona!" seru penanggung jawab restoran.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh melakukan hal itu?!" seru Amelia kepada salah satu anak buahnya.
"Yang jelas pasti kita akan mendapatkan sesuatu yang sangat menakutkan, karena tuan Antonio adalah pria yang sangat dingin!" seru penanggung jawab restoran.
"Bagaimana keadaan istriku, dokter?!" seru Antonio.
"Kelihatannya istrimu tidak apa-apa hanya terkena hantaman keramik tadi." jawab sang dokter.
"Bagaimana mungkin kau bilang tidak apa-apa, Lihatlah kepalanya sampai berdarah seperti itu!' seru Antonio.
"Sudahlah sayang, kau jangan membuat kehebohan seperti ini.. kau selalu membuatku malu!" seru Isabella. namun dalam hati wanita itu, dia tahu kalau sang suami begitu mengkhawatirkannya.
Setelah kejadian itu, nampak Antonio telah membawa beberapa petugas polisi untuk menyita restoran dari rekan bisnisnya itu. sedangkan Amelia nampak Wanita itu sangat terkejut saat melihat para petugas kepolisian sudah berada di dalam restorannya.
__ADS_1
"Ada apa ini!" seru Amelia kepada para petugas kepolisian.
"Apakah anda yang namanya Nona Amelia?!" seru para polisi.
"Memangnya kenapa?" tanya Amelia dengan suara yang begitu keras.
"Segera ikut kami ke kantor polisi, karena anda telah melakukan kekerasan pada seorang wanita yang bernama Isabella Yusuf." jawab Salah satu polisi.
Amelia begitu terkejut dan wanita itu tidak percaya kalau dirinya akan di dilaporkan ke polisi oleh Anton Yusuf.
"Dia bohong, pria itu berbohong. Memangnya apa yang telah aku lakukan!" seru Amelia.
"Kami telah mendapatkan beberapa bukti terkait Anda menyerang Nyonya Isabella Yusuf, hingga membuat wanita itu masuk ke rumah sakit." jawab Salah satu polisi.
Nampak Amelia begitu ketakutan saat dirinya akan ditangkap oleh polisi, wanita itu langsung menelpon ayahnya untuk meminta bantuan kepadanya.
Sedangkan Antonio nampak pria itu telah mengancam rekan bisnisnya yang bernama pak Hasan. Antonio mengancam pria itu jika membela putrinya maka seluruh perusahaannya akan dibekukan oleh Antonio, tentu saja pak Hasan tidak akan melakukan hal itu. karena dia masih memiliki beberapa anak yang harus diselamatkan, hanya Amelia yang telah membuat sebuah masalah yang begitu besar padanya.
Kita kembali kepada Amelia, salah satu polisi langsung menarik tangan Amelia dan memborgol nya.
"Tidak, pria itu berbohong. Aku tidak melakukan apapun!" seru Amelia. tentu saja polisi tidak akan percaya, karena beberapa bukti sudah berada di tangan polisi. karena beberapa pelanggan yang ada di restoran itu nampak telah mengabadikan saat Amelia memukul Isabella dengan sebuah piring keramik.
"Sekarang nikmatilah waktumu di kantor polisi selama beberapa tahun." ucap Isabella yang datang bersama sang suami, ke restoran tersebut dengan kondisi kepala yang masih diperban.
__ADS_1
** bersambung **