
Keesokan hari.
Nampak Bella sedang menatap tempat di sekitaran rumah Antonio. gadis itu terus bergumam tidak karuan, karena kelakuan Anton yang sangat menjengkelkan. Tak lama kemudian.. Akhirnya Bella turun ke lantai bawah untuk membuat makanan paginya sendiri.
Sedangkan Antonio, nampak pria itu terus menatap Bella yang sudah dua hari ini tidak mau berbicara dengannya. bahkan tatapan mata Bella seperti ingin mengajaknya berperang, ingin sekali Antonio menghampiri Bella. namun karena sifat yang egois membuat pria itu membatalkan keinginannya, dari jauh nampak tatapan mata Antonio tidak lepas dari Bella.
Beberapa saat kemudian.. akhirnya Bella telah selesai dengan ritual memasaknya, gadis itu membawa sepiring penuh nasi goreng yang bercampur dengan udang dan sosis yang terlihat sangat menggiurkan.
"Kau sedang makan apa, Bella?" tanya Paman Ridwan yang baru turun dari lantai atas.
"Sedang makan nasi goreng, Paman.' jawab Bella.
"Apakah tidak ada sisanya, kelihatannya nasi goreng itu sangat lezat." tanya Paman Ridwan kepada Bella.
"Apakah Paman mau?" tanya Bella kepada Paman Ridwan.
Nampak Paman Ridwan menganggukkan kepalanya, kemudian pria tua itu membalik piring dan memberikannya kepada Bella. ternyata masih ada setengah porsi di dalam wajan penggorengan.
Sedangkan Antonio.. pria itu hanya menelan ludahnya, karena tidak mungkin baginya untuk mengatakan kalau dirinya menginginkan juga. toh Bella juga tidak ingin menawarkan pada pria angkuh itu. ritual makan ketiga orang itu nampak sangat sunyi, Tak ada kata yang keluar dari masing-masing yang duduk di meja makan.
Antonio terus menatap Bella yang mengacuhkannya, Bahkan hanya untuk melihat melirik pun Gadis itu tidak Sudi, ingin sekali Antonio bertanya dan meminta maaf kepada Bella. Namun karena gengsinya yang terlalu tinggi hingga mencapai langit, hal itu tidak dilakukan kan oleh Antonio.
__ADS_1
"Apakah Paman mau meminum sesuatu, karena aku mau mengambil air dingin." ucap Bella kepada Paman Ridwan.
"Tolong ambilkan aku air dingin juga." Jawab Paman Ridwan. nampak Bella ke dapur dan mengambil 2 gelas air dingin untuknya dan Paman Ridwan.
"Dasar gadis tidak tahu diri, ini kan rumahku. mengapa dia tidak mengambil kan aku juga." ucap Antonio dalam hati saat melihat Bella mengambilkan Paman Ridwan minuman.
"Kau Bella, makananmu sangat lezat. masakanmu semua sangat lezat." ucap Paman Ridwan kepada Bella.
"Terima kasih." jawab Bella.
Tak lama kemudian nampak beberapa pengawal Antonio memasuki rumah karena ada seorang tamu tidak diundang berada di dalam kawasan kediaman Antonio.
"Tuan, tuan!" seru para penjaga rumah Antonio.
"Ada.." belum selesai para penjaga rumah Antonio melaporkan sesuatu, tiba-tiba seorang pria yang sangat dikenal Antonio sudah memasuki rumahnya dan berada di depan matanya.
"Tidak usah kau melapor kepada Tuanmu, karena aku sudah masuk!" seru seorang pria yang membuat Bella nampak menatap asal suara itu. Sedangkan Antonio pria itu langsung memutar badan dan menatap pria yang berani memasukinya.
"Tuan Aslan.'' ucap Bella yang sangat terkejut dan menatap pria itu. Sedangkan Antonio saat mendengar ucapan dari Bella. nampak pria itu langsung berdiri dan menatap Aslan.
"Apa yang kau lakukan di sini!" seru Antonio kepada Aslan.
"Tentu saja aku menjemput Bella." jawab Aslan. nampak mata Antonio langsung melotot dengan sempurna, karena dia tidak menyangka kalau Aslan akan menemukan tempat keberadaannya. Aslan langsung berjalan menghampiri Bella.
__ADS_1
"Sudah 10 hari lebih ini aku terus mencarimu, bagaimana keadaanmu?" tanya Aslan kepada Bella. nampak Bella menganggukkan kepalanya, kemudian pria itu tersenyum kepada Bella yang sedang berada di depannya.
Entah apa yang terjadi.. setiap kali berada di dekat Bella, hati Aslan sangat berdebar tidak menentu. hatinya selalu risau saat pria itu tidak bisa menemukan keberadaan Bella.
"Saya baik-baik saja, Pak." jawab Bella.
Aslan tersenyum saat mendengar panggilan Bella, kemudian pria itu mengulurkan tangannya dan menyentuh pipi Bella.
"Aku senang kalau kau baik-baik saja, Hari ini aku ke sini ingin menjemputmu." ucap Aslan. terlihat kalau wajah Bella langsung bahagia, saat mendengar kata-kata Aslan.
"Benarkah?" tanya Bella.
"Tentu saja aku jauh-jauh dari Jakarta akan menjemputmu." jawab Aslan.
Saat Antonio melihat Aslan yang mengelus pipi Bella. nampak pria itu seperti seorang pria yang kebakaran jenggot, Bagaimana tidak.. di depan matanya dia melihat istri kontraknya sedang bermesraan dengan seorang pria.
Nampak Antonio langsung menarik Aslan saat dia menyentuh pipi Bella, pria itu tidak terima ada orang lain yang menyentuh istri kontraknya.
"Jangan berani-berani kau menyentuhnya!" seru Antonio. Aslan menatap wajah Antonio pria itu tersenyum sembari menepis tangan Antonio yang berada di lengannya.
** bersambung **
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih 🤗👍👍👍❤️❤️❤️🤗😊
__ADS_1