AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
EX P.4 menangkap seluruh mata-mata.


__ADS_3

Hari ini Isabella dan anak buahnya serta Antonio akan ke tempat seorang pria yang ternyata dia adalah salah seorang penghianat perusahaan. pria itu bersama beberapa temannya telah meretas seluruh informasi yang ada di perusahaan Antonio.


"Segera kalian lakukan apa yang perlu kita lakukan, jangan biarkan mereka sampai keluar dari sarang mereka." perintah yang diberikan oleh Isabella membuat seluruh anak buahnya lari untuk menangkap 4 orang yang telah meretas seluruh informasi yang ada di perusahaan Antonio.


"Apakah kau sudah tahu siapa mereka, istriku?" tanya Antonio kepada Isabella.


"Tentu saja aku tahu suamiku, karena salah satu pria itu adalah orang kepercayaan mu. bahkan kau telah memberikannya bonus sebuah rumah yang begitu mewah karena dia telah memenangkan tender yang begitu luar biasa." jawab Isabella yang membuat Antonio langsung melongo.


"Apakah dia Tuan Jafar?" tanya Antonio kepada sang istri Isabella hanya tersenyum sembari menatap suaminya itu.


"Aku sudah bilang Kan suamiku, kalau kau tidak boleh terlalu percaya dengan seluruh orang-orang yang ada di perusahaan mu. Entah berapa kali kau sudah ditipu oleh mereka, namun tetap saja kau melakukan kesalahan yang sama." jawab Isabella yang membuat Antonio hanya menundukkan kepalanya.


Jelas beberapa tahun yang lalu saat dia tidak ada di perusahaan 1 pekerjaannya juga melakukan kecurangan hingga membuat Antonio hampir bangkrut.


"Oh ya istriku, memangnya siapa yang telah berani meretas perusahaanku itu!" tanya Antonio kepada Isabella.


"Kedua pria itu berasal dari Meksiko dan dia adalah orang kepercayaan dari Aslan. pria brengsek yang telah meninggal di penjara itu, Suamiku." jawab Isabela yang membuat Antonio langsung melotot tidak percaya.


"Bahkan mayat yang sudah membusuk di tanah pun, dia telah menyuruh anak buahnya kemari?" tanya Antonio kepada Isabela.


"Mungkin di akhirat ada telepon ponsel, telegram, suamiku. hingga membuat dia mengirim pesan kepada seluruh anak buahnya untuk menghancurkanmu." jawab Isabella sambil tersenyum menatap sang suami. terlihat sekali kalau pria itu sepertinya dikritik oleh sang istri bagaimana tidak mana ada akhirat ponsel dan sebagainya.

__ADS_1


"Disaat seperti ini pun kau tetap saja menyindirku, istriku. Apakah tidak ada cara lain agar kau mengungkapkan Bagaimana cara Aku Menjadi pria yang begitu tegas?" tanya Antonio kepada sang istri.


"Aku sudah memperingatkanmu suamiku, berapa kali aku sudah mengatakan kalau kau harus berhati-hati. namun kau tetap saja selalu gampang percaya dengan orang lain hingga membuatmu selalu terjatuh dan terjatuh lagi." jawab Isabella yang membuat Antonio nampak tertunduk malu..


Seluruh anak buah Isabella telah berpencar untuk mencari 4 orang yang bersembunyi di salah satu apartemen yang tidak jauh dari perusahaan Antonio. Isabella turun dari mobilnya, wanita itu berjalan Anggun sembari memasuki sebuah apartemen.


Wajah cantik dan tubuh yang begitu seksi, tidak akan ada yang mengira kalau di dalam gaun yang dipakai oleh Isabella terdapat beberapa senjata yang mungkin bisa membunuh siapa saja.


"Kepung seluruh jalan dari tempat ini, bahkan JalanTikus pun Kalian harus menutup nya. tidak boleh ada celah bagi para penjahat dan penghianat!" seru Isabella yang telah memerintahkan anak buahnya untuk menutup seluruh akses keluar masuk dari apartemen berlantai 15 itu.


Sebuah pistol kecil telah dikeluarkan Isabella, sebelum itu Isabella telah menelepon salah satu polisi yang sangat ia kenal. seorang polisi yang ada di Paris seorang polisi yang selalu diberikan informasi oleh Isabella, hingga membuat pria itu Sekarang telah menjadi polisi dengan pangkat yang tertinggi.


Langkah kaki cantik wanita itu telah memasuki apartemen, satu persatu kamar itu telah diteliti oleh Isabella.


"Tentu saja aku mencari para penghianat perusahaanmu." jawab Isabella.


"Memangnya pria itu ada di mana?" tanya Antonii kepada Isabella.


"Ditempat ini, Lihatlah aku sudah mengkoordinir Ricardo untuk membawa kita kepada para penghianat itu." jawab Isabella.


"Bocah ingusan itu?" tanya Antonio.

__ADS_1


"Tentu saja bocah kecil yang begitu pandai meretas seluruh informasi yang ada di manapun." jawab Isabella yang kemudian menemukan tempat keberadaan keempat pria itu Sedangkan anak buah Isabella mereka telah mengepung kamar itu dan tidak akan membiarkan satu orang pun lepas dari jangkauan.


Dor..


Dor..


Dua tembakan Isabella telah diarahkan ke pegangan pintu apartemen itu, terlihat pegangan pintu kamar yang ditempati oleh 4 penghianat itu telah rusak.


Brakkk..


1 tendangan dari Isabella mampu menjebol pintu itu, terlihat disana keempat pria itu sedang melakukan pesta bersama beberapa wanita murahan. tatapan mata Antonio sangat terkejut saat dia melihat dua pekerja yang ada di perusahaannya itu ternyata penghianat. Bagaimana mungkin, Antonio telah baik kepada mereka sedangkan mereka telah menghianatinya.


"Berani-beraninya kalian menghianatiku!" seru Antonio yang telah masuk dan meraih salah satu pria yang telah menghianati nya. ketiga pria bersama para wanita itu hendak melarikan diri, dengan sigap Isabella langsung memberikan tendangan, pukulan, bantingan kepada para pria itu.


Tak lama kemudian akhirnya seluruh anak buah Isabella telah memasuki ruangan tersebut.


"Hajar mereka terlebih dahulu sebelum kalian memasukkan ke dalam penjara!" seru Isabella.


"Aku telah menelepon pria itu, sebentar lagi mereka akan membawa keempat penghianat ini ke kantor polisi!" seru Isabella yang Kemudian melayangkan beberapa tinju kepada 3 pria yang telah menghianati suaminya itu.


Sedangkan Antonio masih menghajar salah satu anak buah kepercayaannya yang telah berkhianat.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2